Selasa, 10 Maret 2009

SATU PARPOL DI SULAWESI TENGAH PASTIKAN GAGAL MASUK PEMILU 2009

Palu – Satu partai poliik yang terdaftar di KPU Propinsi Sulawesi Tengah dipastikan tidak akan mengikuti pesta Demokrasi tahun 2009 sebagai peserta.

Dari 38 Parpol yang terdaftar sebagai peserta pemilu di KPU Propinsi Sulawesi Tengah, satu diantaranya yakni nomor urut 42 Partai Persatuan Nahdatul Umah Indondesia (PPNUI) Sulawsi Tengah dipastikan tidak ikut peserta dalam pemilu 2009 di Sulawesi Tengah.

Saat dikonfermasi hari ini Selasa (10/3), Ketua KPU Propinsi Sulawesi Tengah Dr. Adam Malik MSc. Mengakui, tidak ikutnya PPNUI Slawesi Tengah sebagai peserta pemilu disebabkan salahsatu syarat yang tidak dipenuhi Parpol tersebut adalah tidak memasukan daftar nomor Rekening hingga batas waktu yang ditetapkan tanggal 9 Maret 2009.

Menurut Adam Malik, hingga batas waktu yang ditetapkan tersebut pada pukul 24.00 Wita tadi malam Parpol yang bersangkutan tidak menyetor nomor rekeningnya.

Karena itu, ungkap Adam Malik, berdasarkan Undang undang No.10 tahun 2009, bagi Parpol yang tidak menyetor nomor rekening tidak berhak sebagai peserta Pemilu.

Dari 37 Parpol yang telah menyerahkan nomor rekening kepada KPU untuk tingkat Propinsi Sulawesi Tengah ungkap Adam Malik, Partai Golkar yang terbesar nilainya mencapai Rp 55 juta, disusul Partai Persatuan Daerah Rp 50 juta,serta Partai Peduli Rakyat Nasional sebesar Rp 25 juta.

Sedangkan untuk calon DPD Sulawesi Tengah, dari 39 orang yang terdaftar secara keseluruhan telah menyerahkan rekeningnya masing masing.****


50 ORANG PEMANTAU PEMILU SULTENG MENGIKUTI BIMBINGAN TEHNIS

Palu -
Sekitar 50 orang peserta calon pemantau pemilu tingkat Propinsi Sulawesi Tengah, tadi pagi, Selasa (10/3) mengikuti bimbingan tehnik pemantau yang dilakukan KPU Propinsi Sulawesi Tengah.

KPU Propinsi Sulawesi Tengah sebagai penyelenggara Pemilihan Umum 2009, telah memberikan bimbingan tehnis kepada 50 peserta calon pemantau pemilu tingkat propinsi Sulawesi Tengah di Citra Mulia Hotel.

Bimbingan Tehnis yang berlangsung hingga pukul 13.00 Wita tersebut, dibuka ketua KPU Sulawesi Tengah diwakili Divisi Sosial dan Sumber daya manusia, Ny. Patrecia Lamarauna SH.

Seusai pelaksanaan bimbingan tehnis, Ny. Patrecia menjelaskan, pelaksanaan bimbingan tehnis bagi calon pemantau dimaksudkan, untuk meningkatkan mutu dan kuwalitas pelaksanaan pemilu 2009.

Karenanya, ungkap Patrecia, seorang pemantau harus memiliki empat hal yang menjadi perhatiannya adalah, pemantau dapat melakukan sosialisasi, memberikan pendidikan kepada pemilih, dapat memantau proses pemungutan suara di tingkat TPS serta dapat melakukan penghitungan cepat.

Sementara itu, ketua Panwaslu Propinsi Sulawesi Tengah, Drs. Kasman Jaya mengakui, pemantau merupakan mitra daripada Panwaslu didalam mengawasi setiap pelaksanaa tahapan pemilu di Sulawesi Tengah.

Karena itu, keberadaan pemantau sangat diharapkan didalam melakukan pemantauan kemungkinan terjadinya penyimpangan dari setiap proses tahapan pemilu yang tidak sesuai dengan aturan.

Dari 50 orang yang mengikuti bimbingan tehnis penyelenggaraan pemilu bagi pemantau terdiri dari, Mahasiswa, Pers, maupun lembaga lainya yang terkait dengan kegiatan pemantau pemilu 2009.****


PROPINSI SULTENG TERUS UPAYAKAN TENAGA KERJA YANG PRODUKTIF

Palu - Untuk mewujudkan Visi dan Misi pemerintah propinsi Sulawesi Tengah maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Propinsi Sulawesi Tengah terus berupaya mengkatkan tenaga kerja dan masyarakat transmigrasi yang produktif, kompotitif dan sejahtera.

Dihadapan para wartawan tadi pagi, Selasa (10/3) dalam pemaparan program kerja tahun 2009 Dinas Nakertrans, Kepala Dinas Nakertrans Propinsi Sulawesi Tengah, H.David Halim.Msi mengatakan, selain meningkatkan kuwalitas dan produktifitas tenaga kerja dan transmigrasi juga mendorong perluasan kesempatan kerja, meningkatkan penempatan tenaga kerja sesuai dengan misi Dinas Nakertrans.

Dikatakannya, untuk memperluas dan menciptakan kesempatan kerja dilakukan, penyiapan tenaga kerja mandiri, peningkatan ketrampilan tenaga kerja dan pengembangan kemampuan kewirausahaan serta kuwalitas tenaga kerja.

Kasemuanya tersebut, tegas David, dilakukan melalui program peningkatan kuwalitas dan produktifitas tenaga kerja, perluasan dan pengembangan kesempatan kerja, pengembangan wilayah tertinggal, serta program pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut, pihaknya mengalokasikan dana APBN 2009 melalui dana dekonsentrasi senilai Rp 3 milayar lebih dan dana pembantuan senilai Rp 39. 5 milyar lebih.

Dengan adanya program tersebut diharapkan ke depan masalah tenaga kerja dan masyarakat transmigrasi dapat teratasi(rstmopm).

Senin, 09 Maret 2009

PERINGATAN MAULUD NABI MUHAMMAD SAW SALAH SATU MENGENANG DAN MENTAULADANI KEHIDUPAN ROSULULLAH

Palu – Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu sarana untuk mengenang dan mentauladani kehidupan Rosulullah, hal ini disampaikan Habib Mochzen Bin Ali Al Habsi pada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1430 H dan peringatan Haul ke 4 Yayasan Pondok Pesantren Raudatul Mustafa Lil khairaat tahun 20099 di Desa Kanuna, Kec.Marwola, Kab. Dongala kemarin Minggu (8/3).

Diawali Dzikir bersama dalam memeringati Hari Maulud Nabi Besar Muhammad SAW 1430 H di Ponpes Raudatul Mustafa Lil khairaat yang dipandu Habib Mochzen Bin Ali Al Habsi.

Dalam hikmah Maulud yang disampaikan Habib Mochzen Bin Ali Al Habsi, mengatakan, untuk mengenang Rosulullah SAW sudah seharusnya kita memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW.

Bahkan menurutnya, bahkan akan lebih baik apabila setiap saat kita mengenang dan mentauladaninya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, ketua Yayasan Pondok Pesantren Raudatul Mustafa Lil khairaat, H. Bustamin Nunci SH MH menjelaskan, lokasi Popes yang digunakan saat ini, adalah eksila yang dijadikan tempat hiburan malam empat tahun lalu. Namun saat ini, sudah menjadi pusat pembinaan umat ke jalan Allah.

Ditempat yang sama, Ketua Panitya Pelaksana Iskandar Abidin SE mengatakan, peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW selain melibatkan anak anak Ponpes juga masyarakat disekitarnya.****

SEJUMLAH DESA DI KAB. DONGGALA BELUM MEMPEROLEH SOSIALISASI ’’ MENCONTRENG”.

Donggala -
Sampai pada hari ini Senin (9/3) sejumlah desa di Kab. Donggala belum memperoleh sosialisasi yang berkaitan pelaksanaan Legislatif terutama masalah tehnis, Mencontreng”.

Kekhawatiran sejumlah masyarakat tidak maksimal para pemilih dalam memberikan hak suaranya pada pemilihan umum Legislatif tanggal 9 April mendatang cukup beralasan.

Hal ini disebabkan sampai hari ini, masih banyaknya desa yang belum terjangkau dengan kegiatan sosialisasi tentang tehnik pencontrengan maupun hal lain dari pihak institusi terkait.

Sedangkan jadwal pelaksanaan pemungutan suara pemilu Legislatif tinggal 29 hari kedepan.

Hasil pemantauan disalahsatu desa terpencil dari salahsatu kecamatan, hingga kini belum terjangkau dengan sosialisasi. Kepala Desa yang tidak mau disebutkan indentitasnya, mengakui, sampai hari ini sosialisasi tentang tehnik Mencontreng dari institusi terkait belum pernah dilakukan.

Namun sangat diharapkan sosialisasi tersebut, dalam waktu dekat dilakukan oleh institusi terkait.

Sementara salah satu dari wakil rakyat saat dikonfermasi mengakui, pelaksanaan sosialisasi oleh pihak disetiap desa atau kelurahan sudah terjadwal, hanya saja, jadwal waktu sosialisasi tersebut belum sampai kepada desa yang bersangkutan.

Kerena itu salahsatu wakil rakyat tersebut sangat optimis, bahwa pada saatnya nanti masyarakat wajib pilih yang ada di Desa akan mendapatkan sosialisasi sesuai jadwal yang ditetapkan.

Hal ini sangat penting, mengingat pesta demokrasi Pemilu merupakan agenda Nasional yang harus disukseskan oleh seluruh komponen masyarakat sebagai warga negara yang baik.******


MASYARAKAT TOJO UNAUNA SIAP SUKSEKAN PEMILU 2009

Tojo Unauna -
Peran masyarakat dalam menunjang kelancaran kesuksesan Pemilu, 9 April 2009 mendatang, diharapkan menjaga dan memelihara semangat persatuan dan kesatuan. Mempererat hubungan silaturahim diantara sesama anak bangsa merupakan salahsatu langkah yang tepat untuk dilakukan guna suksesnya pesta demokrasi limatuhunan mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tojo Unauna Drs. Damsik Ladjalani ketika menutup turnamen Bola Volly gembira tahun 2009 di Ds. labuan, Kec.Ampana Kota pada Sabtu malam (7/3).

Pada kesempatan tersebut, Damsik Ladjalani menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan Mushola Al Wahdahniah, Dsn. Satu, Kp Baru, Ds.Labuan Kec. Ampana Kota berupa 15 sak semen.

Selain itu juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah untuk 30 orang siswa SDN 12, Ds. Labuan yang kurang mampu yang bersumber dari dinas Sosial Kab. Tojo Unauna

Sementara pendukung penyelenggaraan turnamen Bola Volly gembira yang juga pemerhati persatuan dan kesatuan bangsa, Prabu F saat dikonfermasi via Celulernya mengatakan, turnamen Bola Volly gembira ini sangat mendapat apresiasi masyarakat Tojo Unauna dan ini merupakan salahsatu dari wujud nyata persatuan dan kesatuan masyarakat (rstmopm).

Sabtu, 07 Maret 2009

BALA KESELAMATAN MENYAMBUT HUT KE 115

Palu - Gubernur Propinsi Sulawesi Tengah, HB. Palidju menyambut positif rencana pelaksanaan konggres serangkaian ulang tahun ke 115 Balakeselamatan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung di Palu dari tanggal, 25 hingga 29 Juni 2009.

Respon Gubernur tersebut disampaikannya pada acara silaturahmi kepada komandan Teritorial Balakeselamatan komisionir, Ribut Basuki Karto Darsono bersama sekretaris umum Balakeselamatan pusat Bandung, Rose Gawer di Gubernuran Siranindi Jln. Mochamad Hatta Palu pada Sabtu (7/3).

Selain merespon event kerochanian tersebut Palidju mengatakan, kesediaan pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah untuk membantu dan menyukseskan konggres tersebut.

Sementara itu, komandan Teritorial Balakeselamatan, Ribut Basuki yang didampingi para pengurusnya selain melaporkan rencana pelaksanaan konggres juga melaporkan rencana pelaksanaannya akan dihadiri sekitar 15.000 jemaat dari seluruh propinsi di tanah air termasuk utusan dari luar negeri.

Sedangkan ketua panitya, Mayor Janiman Usmani menjelaskan, seluruh persiapan konggres sudah mencapai 86% termasuk beberapa kegiatan pendahuluan telah dilaksanakan seperti, donor darah, operasi bibir sumbing dan operasi katarak yang berlangsung sejak kemarin, Jum’at (6/3).******


PROPINSI SULTENG BENTUK ENAM LEMBAGA BARU

Palu - Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah kembali membentuk enam lembaga lembaga sebagai tindak lanjut dari penerapan peraturan pemerintah (PP) No. 4 tahun 2007 tentang organisasi kelembagaan daerah.

Kepala Biro Organisasi Sekretariat Propinsi Sulawesi Tengah menjelaskan, pembentukan tersebut sesuai Perda Propinsi Sulawesi Tengah No.3 tahun 2009.

Menyinggung penyediaan dana operasional sehubungan pembentukan lembaga lembaga lainya tersebut, menurutnya, pada prinsipnya sudah siap bahkan keberadaannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah.

Adapun keenam lembaga tersebut, badan narkotika Propinsi, badan penanggulangan bencana daerah, badan koordinasi penyuluh, sekretariat Korpri, sekretariat komisi penyiaran Indonesia daerah, dan kantor perijinan terpadu. Selain itu, akan dibentuk 35 unit pelaksana tehnis daerah pada SKPD yang sudah ada.******


KAUM PEREMPUAN BELUM MEMAHAMI KEWAJIBANNYA

Palu -
Maraknya kekerasan dalam rumah tangga antara lain disebabkan karena kaum perempuan sendiri belum memahami kewajibannya dan haknya sebagai ibu rumah tangga dan belum mampu mengangkat harkat dan martabatnya sebagai perempuan.

Hal tersebut, menjadi salahsatu tantangan bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A).

Ketua P2TP2A Kota Palu, Hj. Ferra Rusdi Mastura mengakui, salahsatu yang dihadapi dalam melakukan pendampingan terhadap korban kasus kekerasan dalam rumah tangga masih kurangnya kesadaran kaum perempuan dalam mengangkat harkat dan martabatnya.

Contoh kasus yang pernah didampingi dirinya dan berlanjut ke Polres, dikarenakan memiliki bukti yang kuat namun ditingkat Polres, justeru korban mencabut kasusnya.

Selama ini, T2TP2A telah menerima berbagai laporan diantaranya masalah Traviking. Namun, tidak semuanya laporan masuk pada tingkat penyidikan di Polres yang dikarenakan setelah adanya penelusuran lebih lanjut kasus tersebut tidak terbukti(rstmopm).

Jumat, 06 Maret 2009

PEMBANGUNAN KESEHATAN MENINGKATKAN HIDUP SEHAT

Palu - Pembangunan dibidang kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi seiap masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Walikota Palu, H Rusdi Mastura dalam sambutan tertulisnya dibacakan staf ahli bidang hukum dan politik, Nolly N Mua SH pada pemasangan cup mahasiswa akademi keperawatan Bala Keselamatan Palu angkatan X tahun 2009 pada Jum’at (6/3).

Dikatakan, program pendidikan profesi keperawatan merupakan bagian dari upaya pembangunan dan peningkatan pelayanan bidang kesehatan kepada masyarakat khususnya pada sumber daya manusia.

Pemasangan Cup bagi mahasiswa, sebagai awal dimlainya penerapan ilmu ilmu dasar keperawatan selama perkuliahan yang diharapkan dapat diaplikasikan pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Walikota, pembangunan kesehatan masih diperhadapkan dar berbagai masalah diantaranya, penyakit menular yang terjadi di masyarakat yang saat ini belum dapat dituntaskan secara maksimal.

Menyinggung pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan dibidang kesehatan menurutnya, yang utama berupaya mengajak masyarakat agar tertarik dan bertanggung jawab dalam pemeliharaan kesehatan. Diasamping itu, berupaya memobilitasi sumber daya serta sumber dana yang ada pada masyarakat sehinggga problem keterbatasan angaran pemerintah dapat teratasi.

Diharapkan, melalui usaha tersebut dapat memberi konstribusi guna terwujudnya masyarakat yang mandiri untuk hidup sesuai visi daripada departemen kesehatan.*******


PUTING BELIUNG TERPA TOJO UNAUNA
SATU WARGA MENINGGAL

Tojo Unauna - Angin Puting Beliung yang menerpa Desa Galuga, Kec. Tojo Barat, Kab. Tojo Unauna mengakibat satu warga meninggal dunia, dua warga lainnya luka ringan dan delapan rumah mengalami rusak berat.

Bencana puing beliung terjadi sekitar pukul 24. 00 Wita, Rabu (4/3) saat warga sedang tidur lelap.

Kepala bagian Humas dan protokol Tojo Unauna, Drs. Syarif Laswedi mengatakan, akibat bencana tersebut, satu warga seorang Ibu meninggal dunia atas nama Elisabeth (65), dua luka ringan masing masing Rani (34), Ryan (17) dan sepuluh unit rumah mengalami rusak.

Dinas Sosial bersama satuan penanggulangan becana langsung diterjunkan ke lokasi bencana, Desa Galuga untuk memberikan bantuan terhadap warga yang terkena musibah (rstmopn).

Rabu, 04 Maret 2009

SELURUH PARPOL SE SULAWESI TENGAH SIAP LAKUKAN KAMPANYE DAMAI

Palu - Pemilihan Umum merupakan wahana utama sirkulasi jabatan Politik dalam kekuasaan Negara dan Pemerintahan, hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah saat melakukan MOu Pemilu Damai, kemarin, Selasa (3/3) di Palu.

Suatu proses sirkulasi jabatan Politik menurut Gubernur Sulawesi Tengah, HB Paliudju, seringkali dapat menyebabkan dan menimbulkan gesekan gesekan dan benuntutan dari berbagai kekuatan Politik baik secara internal maunpun secara eksternal bahkan dapat berpotensi terjadinya pelanggaran peraturan dan perpu yang berlaku. Disamping itu, berusaha konsisten menepati jadwal waktu yang sudah ditetapkan.

Paliudju juga mengharapkan kepada Panwaslu, agar dapat benar benar mengembangkan fungsi pengawasan secara efektif menjadi wasit dan jujur. Selain itu, panwaslu dapat milah, memantau dan menindaklanjuti semua bentuk pelangaran Pemilu sesuai kopetensi dan perpedopan pada Undang undang yang berlaku.

Sementara itu, ketua Panwaslu Sulawesi Tengah, Ir. Kasman Jaya M.Si disela sela MOu mengatakan, kesepakatan Pemilu damai ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas tugas tugas panwaslu dan menjaga keamanan dalam menghadapi Pemilu 2009.

MOu yang melibatkan seluruh pimpinan dan sekretaris Parpol serta calon anggota DPD peserta pemilu 2009, ditandai dengan pembacaan butir butir dan penandatanganan kesepakatan Pemilu damai tahun 2009.

Adapun butir - butir kesepakatan pemilu damai tersebut diantaranya, siap melakukan langkah langkah pencitraan dalam membangun Pemilu damai di Propinsi Sulawesi Tengah.*****


GEMPA SUSULAN TERJADI DI KOTA PALU

Palu - Gempa susulan masih saja akan dirasakan masyrakat Kota Palu dan sekitarnya dalam beberapa hari kedepan setelah gempa utama berkekuatan 5,7 SR yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Kepala stasiaun Badan Metreologi dan Geofisika Palu, Ir.Robert Oen mengakui, untuk hari ini (Rabu (4/3) kembali terjadi dua kali gempa susulan masing masing pada dini hari dan pagi tadi dengan kekuatan 3,5 dan 3,7 SR.

Dirinya mengharapkan, masyarakat tidak perlu kuwatir sebab kekuatannya semakin menurun.
Lebih jauh Robert Oen mengungkapkan, penyebab lain masih terjadinya gempa susulan dikarenakan, posisi Sulawesi Tengah khususnya banyak dilalui oleh pergerakan lempeng lempeng tektonik seperti seperti Palukoro. Untuk itu, Sulawesi Tengah termasuk rawan gempa yang diperkirakan dalam dua tahun sekali dalam kekuatan yang cukup besar (rstmopm).

2 DESA di POSO TOLAK PROYEK KOTA TERPADU MANDIRI

Poso - Warga Desa Betue dan Desa Talabosa, Kecamatan Lore Peore, Poso, Sulawesi Tengah, menolak 600 hektare lahan mereka dijadikan proyek transmigrasi, Kota Terpadu Mandiri (KTM). Warga desa yang sebagian besar petani khawatir pengurangan lahan mengurangi pendapatan mereka.

Kepala Desa Talabosa Gunawan Lantawa mengatakan, proyek transmigrasi itu direncanakan di atas tanah milik warga. "Lokasi proyek ini di atas lahan warga yang untuk saat ini hanya cukup untuk kebutuhan warga. Kalau lahan itu diberikan, dikhawatirkan terjadi krisis lahan di desa ini," katanya.Menurut dia, Program KTM akan dilakukan di atas lahan yang berjarak 700 meter dari tepi Sungai Lariang. Namun berdasarkan pengukuran terakhir, lahan transmigrasi dimajukan 200 meter dari tepi sungai yang berarti masuk wilayah kampung.

Kepala Desa Betue dihadapan anggota DPRD Poso pada beberapa hari yang lalu mengatakan, jika proyek transmigrasi di atas lahan warga itu dipaksakan, pemerintah seakan menganjurkan warga untuk membuka lahan baru dengan merambah masuk Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Sebab, luas lahan warga berkurang karena didesak area transmigrasi.

Proyek KTM seluas 600 hektare itu rencananya ditempati 900 keluarga. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Poso merencanakan membangun sejumlah infrastruktur untuk memperlancar pelaksanaan proyek tersebut. Kepala Dinas PU Matius Tungka mengatakan, proyek transmigrasi itu program nasional yang harus dijalankan Pemkab Poso (rstmopm).

Senin, 02 Maret 2009

GEMPA BERKEUATAN 5,7 SR GONCANG KOTA PALU

Palu – Masyarakat Kota Palu dan sekitarnya, Propinsi Sulawesi Tengah hari ini, Senin(2/3) tepatnya pukul 08.04 Wita dikejutkan dengan gempa bumi berkekuatan 5,7 SR.

Kota Palu dan sekitarnya pagi tadi Pukul 08.04 Wita selama 10 detik digoncang gempa berkekuatan 5,7 SR akibatnya, masyarakat sekitarnya panik dan berhamburan keluar rumah.

Karyawan pemerintah dan swasta yang sedang melalkukan aktivitasnya juga berlarian keluar kantor menuju halaman untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Bahkan anak sekolah, juga sebagian dijemput orang tuanya karena dikhawatirkan adanya gempa susulan.

Kepala seksi observasi dan informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Palu, Hadi Subarkah yang dikonfermasi dikantornya menjelaskan, pusat gempa yang terjadi pada pukul 08.04 Wita, sekitar 24 Km arah Barat Daya kota Palu atau sekitar Desa Sibonu, Kec. Moroula, Kab. Donggala pada posisi 1,11 derajat LS, dan 119,85 derajat BT dengan kedalaman 30 Km.

Sejauh ini, kata Hadi Subarkah, telah terjadi puluhan kali gempa susulan namun kekuatannya semakin mengecil.

Terkait dengan gempa tersebut, Siswa dari sejumlah sekolahan di Kota Palu juga terlihat dijemput orang tuanya karena panik dan khawatir adanya gempa susulan. Hal tersebut disampaikan salah satu Kepala sekolah dasar di Palu, Nurmiyati H Husien SPd.

Sedangkan adanya sebagian anak sekolah yang langsung pulang juga dibenarkan Kepala Sekolah tersebut. Namun menurutnya, masih ada sekolah yang melakukan proses belajar mengajar seperti biasa.****


WACANA PEMEKARAN WILAYAH PROPINSI SULAWESI TIMUR
TERUS BERGULIR

Palu - Wilayah Propinsi Tengah masih cukup luas dibanding dengan enam Propinsi lainya yang masih ada di wilayah Timur Indonesia sehingga wacana untuk pemekaran Sultim terus bergulir.

Wacana pemekaran wilayah Propinsi Sulawesi Timur, hingga sampai saat ini masih terus menggema baik di pemerintahan pusat maupun di Propinsi Sulawesi Tengah.

Dalam pemaparan tentang program kerja pemerintah daerah Propinsi Sulawesi Tengah, tahun 2009 dihadapan para wartawan media cetak dan elektronik pagi tadi Senin (2/3) di ruang Polibo, Kantor Gubernur di Palu, Sekretaris Propinsi H. Gumiyadi SH menyebutkan, pemekaran Sultim masih terus digulirkan, namun hingga saat ini masih terkendala masalah penempatan ibukota Propinsi.

Untuk mempercepat pemekaran Sultim tegas Gumiyadi, maka pemerintah pusat telah menyetujui adanya pemekaran wilayah Banggai Kepulauan dimekarkan lagi menjadi Kab. Banggai Laut.

Gumiyadi juga menambahkan, pemekaran suatu daerah dimaksudkan untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat seperti halnya, pengurusan administrasi.

Untuk itu dirinya meminta, seluruh masyarakat utamanya yang bermukim di wilayah pemekaran agar tidak terprovokasi dengan adanya isu isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Hal ini penting, agar jalannya proses pemekaran baik Sultim maupun Kab. Banggai Laut dapat berjalan dengan lancar dan sukses. *****


KOTA POSO KEDEPAN MENCERMINKAN KOTA INDAH DAN DAMAI

Poso -
Puncak peringatan Hari ulang tahun Kota Poso yang ke 114 tanggal 1 Maret 2009 pada Senin pagi (2/3) dilaksanakan dalam suatu upacara dipimpin Bupati Poso Drs. Piet Ikiriwang MM.

Puncak acara HUT ke 114 Kota Poso dilakukan sebuah upacara yang dilakukan di halaman kantor Bupati Poso dengan khidmat dan peserta upacara dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Karyawan karyawati Pemda Poso, Pelajar, serta organisasi masyarakat dan dihadiri para tokoh masyarakat, pemuda serta para tokoh agama.

Bupati Poso pada kesempatan itu juga menghimbau, untuk seluruh semua lapisan masyarakat untuk senantiasa bahu membahu ikut ambil bagian disetiap program yang dilaksankan pemerintah.

Disebutkan pula, peringatan HUT Kota Poso yang ke 114 ini, hendaknya tidak dipandang sebagai kegiatan Seremonial saja akan tetapi dapat diambil hikmahnya bahwa Poso kedepan dapat mencerminkan Kota yang indah dan damai.

Pada bagian lain, Bupati juga menyebutkan, semakin kondusifnya Kota Poso saat ini berkat dukungan dari berbagai pihak termasuk kerjasama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta keikutsertaan masyarakat dalam menjaga keamanan ketertiban lingkungannya masing masing.

Sementara dalam pengamatan di lapangan, dalam memperingati HUT ke 114 Kota Poso telah digelar berbagai pertandingan seperti, olah raga, lomba Budaya, dan lomba kebersihan lingkungan.

Selama dalam memperingati HUT Kota Poso, mendapat apresiasi dari masyarakat, hal ini terlihat, selama dilakukan berbagai pertandingan masyarakat membeludak untuk memeriahkannya(rstmopm).