Rabu, 31 Desember 2008

RIBUAN MIRAS DIMUSNAHKAN DI POSO

Ribuan botol minuman keras (Miras) di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi tengah hari ini Rabu (31/12) dimusnahkan Polres Poso.

Sekitar 1500 botol berbagai jenis merk miras, 16 jerigen miras cap tikus dan beberapa petasan telah dimusnahkan dengan dibakar di mapolres Poso.

Adapun miras yang dimusnahkan, hasil dari selama pelaksanaan operasi cipta kondisi yang dilakukan Polres Poso selama tiga bulan,dari bulan Oktober hingga Desember 2008. Selain miras, ikut dimusnahkan juga beberapa petasan dari berbagai jenis.

Dalam pemusnahannya, telah dihadiri muspida Kab. Poso, tokoh agama, pelajar, unsur medis dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Sebelum dilaksanakan pemusnahan, dilapangan Mapolres juga dilaksankan apel dalam rangka pengamanan menyambut tahun baru 2009. Dalam apelnya tersebut, personil dibagi tugas penempatan keamanan pada titik titik yang dianggap rawan di wilayah Poso.

Sementara ditempat dan waktu yang berbeda, di Rumah Jabatan (Rumjab) Bupati Poso, pagi tadi telah dilaksanakan pelantikan jabatan struktural Eslon II&III di likungan Pemda Kab. Poso.

Adapun yang dilantik, sejumlah 204 orang yang terdiri 30 orang dilantik sebagai jabatan pada eslon II dan sisanya pada jabatan eslon III. Dengan adanya pelantikan tersebut, terjadi sebagian mutasi jabatan dilingkungan dinas Kab. Poso.

Selain itu, Bagian Infokom Kab. Poso hari ini juga telah beralih nama menjadi Humas Kab. Poso, namun fungsi sama (rstmopm).

Senin, 29 Desember 2008

TAHUN BARU MUHARAM 1430 H DISAMBUT MASYARAKAT POSO

Poso - Untuk menyambut tahun Baru Muharam 1430 H kemarin Minggu (28/12) masrakat Kab. Poso telah melakukan berbagai kegiatan di beberapa desa.

Panitya harian tetap hari hari besar Islam (PHTHBI), Atmajaya Sos.Msi mengatakan, kegiatan yang dilakukan diantaranya, Bhakti sosial yang dipusatkan di Kec Poso Pesisir pada beberapa hari yang lalu, Sabtu (27/12) dengan menggelar sosialisasi alat kontrasepsi KB kepada masyarakat setempat secara gratis.

Menurut Atmajaya Sos. Msi, kegiatan setelah pawai akbar akan dilaksanakan doa dan zikir bersama yang digelar di kediaman Wakil Bupati Poso pada malam harinya sebagai ungkapan rasa sukur kepada Tuhan YME, selama kurun waktu satu tahun masyarakat bumi Sintuwu Maroso merasakan kedamaian, ketentraman dan ketenangan.

Lanjut Atmajaya, Ceramah agama yang mengupas tentang hikmah peringatan 1 Muharam yang dilakukan di rumah wakil jabatan Wakil Bupati Poso tersebut dengan pembawa Hikmah Drs. H Faizal Mahmud yang juga sebagai anggota DPD pusat.

Selain di rumah wakil bupati Poso, acara yang sama juga dilaksanakan di Masjid Agung Baitu Rahman Kab. Poso hari ini Senin (29/12) yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharam 1430 H.*******


SAFARI NATAL PEMDA KABUPATEN POSO

Poso - Kunjungan Tim safari Natal pemerintah daerah Kab. Poso di Gerja Bethel Pamona, Kec. Pamona Utara pada perayaan Natal oikumini bersama TNI/Polri dan Korpri Kec. Pamona Utara pada Sabtu (27/12).

Tim safari Natal yang dipimpin langsung Bupati Poso, Drs. Piet Inkiriwang MM yang diikuti para pejabat teras Pemda serta Dharma wanita Kab. Poso.

Kadepag Kab. Poso, Drs. Nazarudin Elmido Sag dalam sambutannya mengatakan, diantaranya, makna rangkaian dalam ibadah Natal hendaknya dapat merubah perilaku atau tingkah laku manusia dari belenggu atau sifat sifat kejahatan, kezaliman serta penindasan, sehingga momentum pada Natal dapat memberikan suatu perubahan pada tahun 2009, yang mana perubahan tersebut akan melahirkan suatu kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan di Bumi Sintuwu Maroso, Poso.

Olehnya, Nazrudin mengharapkan, seluruh elemen umat beragama senantiasa membangun terus kerukunan antar umat beragama dan kerukunan intern, umat beragama dengan pemerintah tanpa memandang perbedaan yang ada. Perbedaan yang berada di Bumi Sintuwu Maroso merupakan Rahman Tuhan yang tidak bisa dijadikan alasan untuk dijadikan perbedaan.

Sementara di tempat yang sama, Piet Inkiriwang mengatakan, perayaan Natal merupakan bentuk hari kemenangan umat Kristiani, merupakan kewajiban umat kristiani untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Saling hubungan antar umat beragama melalui kesatuan dan persatuan serta persaudaraan yang tulus tanpa memandang suku dan etnis yang ada di Bumi Sintuwu Maroso.

Inkiriwang pada sambutannya juga mengajak, pada perayaan Natal hendaknya kita selalu menciptakan suasana yang aman dan damai sebagaimana, telah terbuktinya situasi keamanan setelah terjadinya konflik sekitar delapan tahun silam.

Dia juga meminta, atas dukungan semua elemen yang berada di Kab. Poso untuk membangun Poso yang lebih baik. Untuk itu, Inkiriwang juga mengajak kepada seluruh masyarakat Poso, untuk selalu mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan tugasnya sesuai yang diprogramkan sebelumnya.

Sedangkan pada puncak perayaan Natal, menurut rencana akan dilaksanakan di Gedung Torulemba yang diikuti dari unsur TNI, Polri, dan Korpri serta Masyarakat pada besuk Selasa (30/12) pada pukul 18.00 waktu setempat (rstmopm).

Jumat, 26 Desember 2008

PAWAI ANAK ANAK MERIAHKAN NATAL DI POSO

Poso - Seiring kondusifnya wilayah Kab. Poso, dalam merayakan Natal 2008 warga telah melakukan pawai keliling anak anak kemarin sore, Kamis (25/12)

Pawai keliling yang dilakukan anak anak yang didampingi orang tua bertempat di Desa Tangkora, Kec. Poso Pesisir. Pawai yang diikuti sekita 700 orang tersebut dengan menggunakan sekitar 300 sepeda motor.

Pawai kendaraan dipimpin langsung oleh Ibu Pendeta HMP Baja atas seijin Kapolsek Poso pesisir selatan Iptu Heri.

Adapun route yang di lalui, berangkat dari depan gereja Gloria (GKST) desa Tangkura - Desa Betalemba perbatasan Kec Poso pesisir selatan dan kec Poso pesisir, - Jl trans Napu - gereja Desa Betalemba - lapangan bola kantor Kec Poso pesisir selatan – finish di gereja Gloria.

Adapun pawai natal anak-anak tersebut, hanya di berikan ijin kepada anak-anak dan didampingi para orang tua serta tidak melibatkan anak remaja, dan Route yang akan di lalui tidak boleh keluar dari wilayah Poso pesisir selatan, pengawalan oleh anggota Polmas Tangkura.

Pawai kali ini, dilaksanakan pada siang hari berbeda dengan pada tahun sebelumnya, pawai natal di ikuti oleh warga Kec Poso pesisir dan Poso pesisir selatan, dan dilaksanakan pada malam hari dengan menggunakan obor. Namun kali ini, aparat kepolisian tokoh agama dan pemuda kristen tidak mengijinkan pawai keliling pada malam hari, dan diijinkan pada siang hari dengan membawa berbagai balon warna warni dan terompet.

Pawai Natal Anak Anak selesai di laksanakan hingga sore hari dalam keadaan aman dan tertib tanpa ada suatu gangguan apapun. ************


Selamat Hari Natal, Poso

Poso - Bahagia rasanya pada hari ini dalam suasana Natal kami dapat menyapa Anda semua terutama yang beragama Nasrani dengan ucapan: Selamat hari Natal! Natal dan selamat Tahun Baru 2009. hal inilah, memang merupakan hari yang kita nanti-nantikan. Natal dan Tahun Baru selalu kita rindukan, karena pada saat inilah, di mana umat manusia beroleh keselamatan pada tahun sebelumnya 2008. Kita sambut kedatangan Natal dan Tahun Baru dengan meriah nyalakan lilin sebagai penerang hati, untuk menerangi jiwa dan sanu-bari. Mari hiasi hati masing-masing setelaten dan kesabaran kita menghiasi pohon natal di rumah, di gereja, atau di mana saja. Rayakan Natal dan Tahun Baru 2009 dengan hati nurani serta melupakan derita masa lalu.

Adalah fakta kalau Natal dan Tahun Baru dalam merayakannya kerap diselewengkan oleh sebagian umat sadar atau tidak sadar. Banyak kebiasaan dalam menyam-but Natal dan Tahun Baru yang sebenarnya salah kaprah. Ironisnya, tidak sedikit yang menyadari kalau dirinya memang telah salah saat merayakan Natal dan Tahun Baru. Salah satu di antaranya adalah dalam menem-patkan posisi Sinterklas atau Santa Claus dalam acara Natal. Siapakah lelaki tua berjenggot putih bermuka lucu berbusana merah-putih yang kata-nya suka memberi hadiah bagi anak-anak pada setiap hari Natal ini.

Sementara di Kab. Poso, masa lalunya pernah ditoreh gegelapan kesalahpahaman antara turunan Adam yang berkepanjangan pada saat menjelang Natal dan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Kini pada Natal dan Tahun Baru 2009. Pada saat itu, bagaimana pedihnya hati mereka ketika harus kehilangan orang yang dikasihinya. Kini, pada saat merayakan Natal 2008 di Poso yang sangat menjadi tauladan, mereka dari dua komunitas turunan Adam ini dapat mencairkan hatinya, hidup rukun dan saling menghormati dan makin erat ikatan tali persaudaraan mereka. Dan mereka dapat saling memaafkan dan mengampuni dengan tulus para pelaku. Memang, inilah sifat yang mesti kita contoh, supaya dunia ini aman dan tenteram. Tidak mudah memang. Namun, tiada obat yang lain untuk menyembuhkan penyakit dunia ini, kecuali mengikuti ajaran agama masing masing dengan mengampuni orang yang bersalah. Hari Natal dan menjambut Tahun Baru 2009 yang dirayakan dalam setahun sekali ini kiranya semakin menebal-kan sikap dua komunitas tersebut.

Sebagai wujud perdamaian dua komunitas, mempunyai kepedulian atas kenaikan BBM serta mahalnya bahan pokok, dua komunitas tersebut pada menjelang Natal dan Tahun Baru 2009 mengadakan pasar murah selama dua hari di tiga Kecamatan yang diprakasai Pemerintah daerah Kab. Poso. Semoga kegiatan semacam ini bisa dilakukan di berbagai wilayah lainnya(stmopm).

Kamis, 25 Desember 2008

MENELISIK NATAL 2008 DI KAB POSO SULAWESI TENGAH

Oleh Rustomo

Merayakan Hari Natal atau kelahiran Yesus Kristus memang selalu menyenangkan bagI umat Kristiani yang berada di Kab.Poso. Gereja-Gereja di Kab. Poso berhias dengan sederhana namun indah, rumah-rumah dilengkapi dengan pohon Natal yang terang serta lampu yang kerlap-kerlip. Semua menunjukkan sebuah suasana yang penuh sukacita dan penuh kedamaian. Dinding rumah dicat kembali, yang kusam diganti menjadi baru, makan enak disediakan, dan mengenakan baju-baju baru yang indah gemerlap. Pokoknya, Natal berarti sebuah suasana yang baru, indah dan penuh sukacita. Demikian sekilas warga umat Kristiani di Kab. Poso dalam merayakan Hari Natal 2008.

Adakah makna Natal di Kab. Poso sesungguhnya seperti itu? Apakah setiap kali merayakan Natal, warga umat kristiani di Poso harus melakukan pesta, makan enak dan baju baru? Pesta dan makanan enak dengan mengenakan baju baru, itulah fenomena yang saat ini kita lihat Natal di Poso. Rasanya kurang pas kalau tidak makan enak dan memeakai baju baru. Bahkan saat ini, banyak orang bisa tiba-tiba menjadi lebih murah hati dan rohani sekali tampaknya. Penuh senyum dan berkata manis, serta bermaaf-maafan.

Sementara itu, disisi lain dari cerita Natal adalah, sebuah ironi kehidupan yang sangat menyedihkan. Melewati malam Natal dengan kedinginan, kelaparan, dan kesakitan. Ada juga yang bersikap apatis dan masa bodoh karena trauma masa lalu yang menyakitkan. Pokoknya, banyak dan beragam hal-hal yang menyedihkan. Semua itu, merupakan bagian lain dari kehidupan ini yang nyata.

Namun, saat ini dimana kita sedang merayakan lahirnya Sang Mesias, apakah kita harus larut dan terjebak dalam berbagai warna kehidupan manusia? Apakah kita membiarkan diri kita masuk dalam perangkap iblis yang memanipulasi keadaan dengan sedemikian rupa? Tentu tidak !! jangan mau !! Untuk itu, kita harus lebih bisa memahami makna Natal yang sebenarnya dalam khidupan pribadi kita. Kita tahu pasti bahwa Tuhan sangat mengasihi hidup kita, sehingga Dia menganugerahkanNYA. makna yang hakiki.

Natal menjadikan hari kita indah selalu, karena terang dari Tuhan sendiri yang hidup dalam hati kita. Jadi, jangan padamkan terang api kerukunan yang sudah terbangun di Bumi Sintuwu Maroso, Poso ini, meski hidup yang kita alami penuh kepahitan. Juga jangan lupa untuk menjaga api perdamaian yang abadi itu, meski saat ini kita hidup berkecukupan. Sebab, kasih dari terang Tuhan akan memberikan kehangatan dan penghiburan. Keselamatan yang dijanjikanNYA, jauh lebih berharga dari harta apapun didunia ini. Jadi sambutlah Natal dengan sukacita. Ini adalah hari yang teramat indah.

NATAL ADALAH SEMANGAT BARU UNTUK MEMELIHARA KERUKUNAN BERAGAMA DAN MEMPERBAHARUI IMAN
****************
POSO RAYAKAN NATAL DENGAN SEDERHANA
Poso - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai rumah bersama. Dalam menjalani kehidupan, semua warga negara mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama. Sehingga kondisi ’rumah’ yang ditinggali akan terasa aman dan nyaman.
Hal tersebut, disampaikan oleh Pendeta Pendeta di beberapa gereja Poso saat Misa kemarin malam Rabu (24/12).
Pesan natal bersama tersebut, disampaikan mengingat kondisi bangsa yang saat ini cukup memperihatinkan. Pada kenyataan sekarang ini, tidak sesuai dengan apa yang dicitai-citakan.

”Dalam kehidupan, masih ada yang merasa lebih berhak atas negeri ini, dan ada pula yang merasa lebih kuat dibanding yang lain. Sehingga, muncul konflik yang akhirnya diselesaikan dengan kekerasan pula,” terang salah satu pendeta saat usai Misa.
Melihat hal tersebut dia mengharap, “dengan sengatan natal, seluruh warga Poso, khususnya umat kristiani untuk mengusahakan hidup perdamaian dengan semua orang,” ungkap Pendeta tersebut.

Untuk menciptakan rumah idaman, Janganlah kamu kalah dengan kejahatan, tapi kalahkanyalah kejahatan dengan kebaikan, supaya tidak terjadi kekerasan yang tak berujung, imbuhnya.

Menurutnya, untuk menciptakan rumah yang damai, hendaknya rasa solidaritas dengan sesama dapat diciptakan. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan yaitu pada perayaan natal, hendaknya umat melaksanakan dengan kesederhanaan berdasar tauladan yang diberikan Yesus dengan lahir di palungan.

"Kesederhanaan dalam pesta natal, bukan berarti kita tidak boleh senang, gembira, dan ikut mangayubagyo atas kelahiran Yesus, namun lebih pada ungkapan kebahagiaan hendaknya dilakukan dengan mengedepankan rasa solidaritas," jelasnya.

Sementara situasi keamanan selama merayakan Natal di Poso, di beberapa tempat ibadah, Gereja gereja telah dijaga beberapa aparat keamanan Polri dan TNI. Hal ini dilakukan, untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat yang merayakan Natal.

Dengan ketatnya pengamanan, umat Kristiani di Kab. Poso dapat merasakan rasa aman selama menjalankan perayaan Natal. Dan sampai berita diturunkan, selama merayakan Natal di Poso tidak ada suatu gangguan apapun.

Sedangkan anak anak sekolah, telah memanfaatkan masa liburan Natal di tempat rekreasi seperti di pantai Labuan dan hiburan rakyat yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah Kab. Poso (rstmopm).

PERDAMAIAN YANG TELAH TERCIPTA SELAMA INI, MARI KITA PELIHARA BERSAMA UNTUK DIJADIKAN SEBUAH PERDAMAIAN YANG ABADI

Rabu, 24 Desember 2008

JELANG NATAL DAN TAHUN BARU, POSO GELAR 4 OPERASI

Palu - Provinsi Sulawesi Tengah, di Palu kemarin Selasa (23/12) telah melakukan gelar Pasukan dalam rangka pengamanan merayakan Natal 2008 dan menyambut tahun baru 2009.

Operasi yang bersandi Lilin Maleo 2008 ini, dilaksanakan mulai hari ini Rabu (24/12) hingga 2 Januari 2009 mendatang.

Dalam sambutan Kapolri, Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri yang dibacakan Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Suparni Parto, Polri akan berupaya menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan tersebut.

Memang sudah menjadi tugas rutin bagi Polri untuk mempesiapkan pengamanan menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Dalam gelar pasukan tersebut, seluruh kesatuan TNI dan Polri maupun pihak pemerintah daerah dilibatkan. Ikut dalam gelar, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Brimob Polda Sulteng, Ditsatmapta, PMI Sulteng, Dishub dan dan beberapa Instansi lainnya.

Kapolda dalam penekanannya mengatakan, pengamanan akan dikonsentrasikan pada rumah rumah ibadah, hotel, tempat wisata serta obyek obyek vital yang sering dikunjungi masyarakat.

Seperti yang pernah ditegaskan Kapolda beberapa waktu yang lalu, Poso dan Palu masih menjadi perhatian khusus. Tidak ada penambahan pasukan didaerah yang pernah didera konflik horizontal tersebut. ”Saat ini, masih ada sekitar tiga SSK atau sekitar 300 personil brimob yang pernah di BKO kan di Poso, jadi tidak perlu penambahan lagi, “ tegas Kapolda.

Khusus untuk Poso, pihaknya menggelar empat operasi sekaligus yakni, Opersi Siwagi Lamba, Operasi Inteljen, Operasi Cipta Kondisi, dan yangsaat ini Operasi Lilin Maleo.

Digelarnya empat operasi sekaligus di Poso bukan tanpa alasan. Saat ini kota Poso, masih menjadi prioritas pengamanan di wilayah Sulteng. Bahkan dirinya telah menggalang kepada para pemuka agama, dan para tokoh masyarakat melalui pertemuan pertemuan di Poso.

Harapannya, para pemuka agama dan tokoh masyarakat tersebut dapat menjadi tumpuan untuk menjaga keamanan jelan Natal dan Tahun Baru 2009. Untuk mengantisipasi kerawanan, Polda telah menyiapkan pasukan penindak yang beranggotakan personil Brimob (rstmopm).


DI POSO, JAKSA PENUNTUT UMUM VERSUS PENGADILAN NEGRI

Poso - Kejaksaan Negri (Kejari) Poso menyatakan kecewa terhadap vonis lepas dari segala tuntutan hukum yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negri Poso terhadap terdakwa kasus pembobol Bank BRI Cabang Poso senilai 3,2 milyar, Luis Lagarense.

Putusan majelis hakim tersebut dianggap melawan hukum tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) 2,6 tahun penjara. Demikian disampaikan Kajari Poso melalui Kasi Pidsus,Tri Priyambodo SH MH kemarin Selasa (23/12) usai persidangan.

Menurut Piyambodo, majelis hakim masing masing, Ketua Hakim, Lutfi SH, dan para anggota hakim tidak cermat dalam mengambil keputusan. Disebabkan, didalam mengambil keputusan tersebut majelis hakim tidak menggunakan dua kajian dakwaan, subsider dan primer, sebagaimana dakwaan yang diajukan JPU.

“Jeratan yang digunakan majelis hakim hanya dakwaan primer pasal 2 yang unsur pokoknya melawan hukum. Sedang jeratan dakwaan Sudinernya diabaikan.” Jelas Piyambodo.

Masih menurut Priyambodo, jika dakwaan sudiner digunakan majelis hakim, kasus pembobol Bank BRI, Luis bisa divonis penjara. Lebih lanjut dalam alasannya, pada jeratan sudiner, Kejaksan melihat adanya tindak pidana korupsi pasal 3 junto pasal 17 junto pasal 18 UU 31 tahun1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dengan nada kesal campur gemas Priyambodo menyampaikan, “ koq bisa, kasus tindak pidana korupsi yang jelas jelas merugikan negara 3,2 milyar lepas dari segala tuntutan hukuman,” demikian paparnya.

Dengan rasa tidak puas atas vonis lepas dari segala tuntutan hukum yang dijutuhkan majelis hakim, maka JPU dengan waktu 14 hari akan melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung.

Sementara di tempat terpisah, Ketua pengadilan negri Poso yang juga sebagai ketua majelis hakim kasus BR, HM Lutfi mengtakan, memang terdakwa terbukti melakukan penyelewengan. Namun, penyelewengan yang dilakukan terdakwa masuk dalam ranah administrasi negara. Dan bukan dalam tindak pidana (korupsi).

Dia juga mengatakan, “ kita jangan hanya terfokus pada dakwaan, masih ada aturan hukum lain yang lebih khusus mengaturnya.” Pada pasal 14 UU nomor 31 tahun 1999 junto tahun 2001disebut, setiap orang yang melanggar ketentuan UU tersebut sebagai Tipikor berlaku ketentuan yang berlaku pada UU tersebut, tandas Lutfi.

Msih pandangan Lutfi, Kasus pembobolan BRI dengan terdakwa Luis Lagarense lebih pas jika didakwa dengan UU perbankan atau pajak, daripada tipikor.
Sidang putusan yang dijadwalkan pukul 10.00 hingga 13,00 waktu setempat, sempat diwarnai keributan antara JPU dan hakim. Keributan diawali dengan keluarnya dua anggota JPU saat majelis hakim membacakan dakwaan. Dua anggota JPU, Tri dan Deni sempat adu mulut dengan majelis hakim. *********

Selasa, 23 Desember 2008

2000 PERSONIL KEAMANAN SIAP LAKUKAN PENGAMANAN NATAL DI POSO

Poso - Untuk melindungi masyarakat dari rasa aman pada merayakan Hari Natal tahun 2008 dan menyambut tahun baru 2009 hari ini Selasa (23/12) aparat keamanan Polri dan TNI serta pemerintah daerah Kabupaten Poso telah menggelar kekuatan pengamanan.

Operasi dengan nama sandi operasi Lilin Maleo 2009, Polres Kab. Poso mengerahkan 1500 personil, TNI sekitar 500 personil, dan Pemerintah daerah mengerahkan sekitar 120 personil yang terdir dari Satpol PP dan Dishub.

Persnil aparat keamanan yang nantinya akan diterjunkan ke Pos - pos yang dianggap rawan. Untuk Polri diterjunkan ke delapan Pos dan TNI akan ditempatkan di lima Pos yang dipandang rawan.

Dikerahkannya pasukan pengamanan, untuk melindungi masyarakat Kabupaten Poso dalam merayakan Natal agar dalam menjalankan rohani tetap merasa aman karena terlindungi (rstmopm).

Senin, 22 Desember 2008

85 PASANG LAKUKAN KAWIN MASSAL

Poso - Sejumlah pasangan pengantin dari wilayah Kabupaten Poso beberapa hari yang lalu, Jumat (19/12) telah dikawinkan secara masal oleh pemerintah daerah Kab.Poso. Adapun 85 pasang pengantin yang dikawinkan berasal dari wilayah Kec.Lore Utara, Lore Timur, Lore Peore, dan Kec.Lore tengah.

Kepala kantor departemen agama Kab. Poso, Drs.H.Nasrudin L Mido menyapaikan, acara perkawinan masal tersebut, dilaksanakan dalam rangka hari amal bhakti departemen agama Kab.Poso yang ke 63. Selain itu, hal ini merupakan kuwajiban setiap pasangan pengantin untuk memiliki bukti perkawinan berupa buku nikah.

Adapun kemanfaatan buku nikah, antara lain, salah satu bukti syah sebagai pasangan suami istri atau persyaratan bukti surat kelahiran anak.

Selain perkawinan masal, Departemen agama Kab. Poso juga melaksankan Sholat Jumat dan qotbah dari kepala departemen agama Kab. Poso.

Bupati Poso yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab.Poso dalam sambutannya menyampaikan, kawin massal yang diselenggarakan Departemen Agama Poso merupakan wujud dan perhatian dari seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.

Untuk melangsungkan pesta perkawinan yang ditandai dengan buku Nikah kepada masing masing pasangan Departemen Agama yang secara langsung menangani agama senantiasa kiranya dapat melakukan kebijakan dan program srategis dibidang pembinaan perkawinan keluarga khususnya, pendidikan pranikah dan bimbingan rumah tangga dalam rangka penasehatan pembinaan dan kelestarian perkawinan.*******


KAB. POSO GELAR PERTUNJUKAN
RAKYAT TRADISIONAL

Poso - Seiring kondusifnya wilayah Kabupaten Poso, Pemerintah Daerah Kabupaten Poso secara resmi membuka kegiatan pertunjukan rakyat tradisional yang diselingi musik Band Kawula muda sekabupaten Poso pada Sabtu malam ((20/12) di alaun alun lapangan Sintuwu Maroso.

Acara yang didominasi para kawula muda sekabupaten Poso yang sangat antusias mengikuti jalannya hiburan tersebut. Adapun acara pertunjukan rakyat tradisional tersebut mengambil Tema, ” Hindari Penyalah Gunaan Narkoba dan Perilaku Free Sex dalam Upaya Menanggulangi Bahaya Virus HIV/AID di Kabupaten Poso ”.

Bupati Poso yang diwakili Kabaginfokom, Amir Kiat SH mengatakan, pentingnya sosialisasi masalah penyalahgunaan Narkoba, bahayanya HIV/AID terhadap masyarakat khusunya kepada generasi muda yang sangat rentan terhadap pengaruh pengaruh negatif akibat pergaulan bebas.

Selanjutnya, penyebaran informasi di Kab.Poso melalui berbagai media atau kegiatan yang dilaksankan pemerintah untuk menyampaikan informasi atau pesan pesan kepada khAlayak intent dilaksankan Infokom, sehingga dalam menanggulangi masalah sosial di daerah Poso dapat diatasi secara bersama seperti, bahaya Narkoba dan virus HIV/AID.

Bupati Poso Piet Inkiriwang sebelum mengakhiri sambutannya memngharapkan, kegiatan yang berlangsung semalam ini dapat bermanfaat khususnya di kalangan generasi muda Kab. Poso tentang informasi yang benar dalam menanggulangi fenomena yang hampir melanda diseluruh wilayah Indonesia.

Sementara pesan pesan yang disampaikan Group Pagelaran Rakyat, Dian Lawak, memuat lima jalur jalur yang diharapkan dalam melaksanakan upaya pencegahan penyalah gunaan narkoba secara efektif.********


KABUPATEN POSO LAKUKAN
KAMPANYE ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

Dalam rangka memperingati 16 hari kampanye Anti Kekerasan Terhadap Peremuan yang dirangkaikan dalam momentum Hari Ibu Besuk pagi, Selasa (23/12) Pemda Poso lakukan gerak jalan santai.

Gerak jalan santai menurut rencana, akan diikuti seluruh kepala dinas, kepala bagian dan karyawan/karyawati pemerintah daerah Kab. Poso.

Adapun route yang dilalui, Start dari alun alun lapangan Sintuwu Maroso kemudian mengelilingi kota Poso (rstmopm).