Rabu, 03 Desember 2008

PEKERJAAN UMUM MAMPU SUKSESKAN PENGENTASAN KEMISKINAN


SB Poso - Semangat kebangkitan dalam melakukan tugas pembangunan dibidang ke PU an diharapkan menjadi salah satu penentu suksesnya program pengentasan kemiskinan.

Hal ini, sejalan dengan Tema sentral peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke63 tahun 2008 yakni “ Aktualisasi Semangat Sapta Taruna dalam Terwujudnya Kesejahteraan Rakyat”.

Menteri Pekejaan Umum, Djoko Kirmanto dalam sambutannya disampaikan Gubernur HB Paliju pada peringatan ke 63 Hari Bhakti PU tingkat Sulawesi Tengah Rabu pagi (3/12)menilai, peringatan ini sebagai pengerak jajaran ke PU an di daerah untuk bekerja keras, bergerak cepat dan bertindak tepat dalam menghadap tantangan tugas percepatan pembangunan insfastruktur pekerjaan umum dimasa mendatang.

Menteri Djoko Kirmanto juga mengingatkan, jajaran pekerjaan umum di daerah tetap konsisiten dalam mewujudkan langkah-langkah dan rencana kerja hasil evaluasi kineja tahun 2008.

Sebab menurutnya, perencanaan dan program tahun 2009 difokuskan pada upaya percepatan pencapaian sisa target dalam pemenuhan sasaran baik yang terkait dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPCMN) maupun restra Departemen PU hasil review tahun 2007.*******


KAB. DONGGALA SULTENG
SIAPKAN DAERAH LUMBUNG PANGAN

Kabupaten Donggala, Pop. Sulawesi Tengah, akan mencalonkan Kecamatan riopakafa sebagai lumbung pangan ke depan.

Meskipun beberapa kecamatan di Lembah Palu sebagai lumbung pangan untuk Kabupaten Donggala, namun tidak akan memperngaruhi produksi beras bila sejumlah kecamatan itu sudah masuk wilayah Kabupaten Sigi.

Wakil ketua DPRD Kab. Dongala, Suwadi Lacina pada rabu pagi (3/12), mengakui, produksi pangan khususnya beras di Kab.Dongala tetap memiliki potensi cukup besar meskipun sebagian kecamatan di Lembah Palu yang memiliki potensi sudah berada di wilayah Kab. Sigi.

Menyikapi hal itu, pihak Pemda akan menetapkan Riopakafa sebagai lumbung pangan untuk Kab. Donggala.

Selain Riopakafa, beberapa kecamatan juga memiliki potensi pertanian seperti, Kec. Penawa Selatan, serta beberapa kecamatan di pantai barat. Untuk itu, tidak pelu dikhawatirkan tentang kurangnya potensi pertanian meskipun beberapa kecamatandi Lembah Palu akan bepisah dengan Kab. Donggala. *******


KAB.POSO TERUS LAKUKAN PENINGKATAN LAYANAN KESEHATAN

Usaha peningkatan mutu dan kuwalitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kab. Poso terus dilakukan pemerintah daerah yang dikenal dengan Sintuwu Marosonya.

Hal tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai institusi dan lembaga terkait dengan penganan masalah kesehatan.

Politeknik kesehatan (Poltekes) Palu misalnya, mengambil peran dalam peningkatan kemampuan dan profesional bidan yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal tersebut diwujudkan dengan membuka program khusus Akademi Kebidanan setara dengan diploma D3 tahun 2008.

Program tersebut, secara resmi telah dibuka pada Senin (1/12) oleh Bupati Poso yang diwakili Asisten II, Sekda, Drs.Lambang B. di ruang rapat kantor dinas kesehatan Poso.

Pada kesempatan itu, Bupati Poso Piet Inkiriwang dalam sambutan tertulisnya, dibacakan Asisten II mengatakan, menyambut baik dan sekaligus memberikan apresiasi atas peran dan dukungan Poltekes yang telah menjalin kerjasama dengan pihak Pemda Poso melalui dinas kesehatan dalam pembangunan dibidang kesehatan(rsmopm).

Selasa, 02 Desember 2008

NILAI EKSPORT SULAWESI TENGAH MENGALAMI KENAIKAN

SB Poso - Perkembangan eksport Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Oktober 2008, mencapai $ 24,84 juta atau mngalami kenaikan sebesar 46,57% dibanding pada bulan September 2008 sebesar $ 16,84 juta.

Demikian disampaikan Badan Pusat Stastistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Razali Ritonga MM saat pertemuan dengan sejumlah wartawan di aula BPS Senin Sore (1/12) di Palu.

Sementara volume Eksport pada periode yang sama, mencapai volume 10, 10.000 ton serta mengalami kenaikan sebesar 54,65 % dibanding volume eksport September 2008 sebesar 6, 56000 ton.

Razali menjebutkan, jalur eksport Sulawesi Tengah terbesar melalui pelabuhan Pntoloan dengan volume sebesar 8,25000 ton atau 21,66% senilai $ 20,39 Juta atau 82,58% dan selebihnya melalui pelabuhan Loli dengan volume sebesar 1,85000ton atau 18,34 % senilai $ 4,30 juta atau 17,42%.******

Program tanam dan pelihara tanaman produktif di Kab. Parigi Moutong terus digalakan dan dilakukan secara berkesinambungan seluruh komponen masyarakat.

Program tersebut, kembali dilaksanakan berkaitan dengan pelaksanaan peingatan hari Ibu dan peringatan hari ulang tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP), ke 9 bulan Desember 2008 baik untuk tingkat Provinsi maupun Kabupaten/kota.

Untuk Kabupaten Parigi Moutong, pelaksanaa kegiatan ini dikoordinir langsung oleh empat instansi teknis diantaranya, Dinas Kehutanan, Pertanian, Perikanan serta kelautan dan secara serentak dilaksankan hari Senin (1/12) di desa Lemusa Parigi.

Ketua tim penggerak PKK Parigi Moutong, Ny. H. Zajulmidah Longky Djanggola sebagai penanggungjawab pelaksana menjelaskan, untuk masing-masing daerah, gerakan penanaman pohon produktif ini akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan terutama terhadap dengan komuditas unggulan.

Selanjutnya, Zajulmida mengatakan, ” kita secara sungguh-sungguh melakukan program yang sudah menjadi keharusan kita semua ini”.

Zazulmidah menjelaskan, program pemeliharaan dan penanaman pohon untuk Kab. Parigi Moutong serentak dilaksankan mulai tanggal, 1 hingga 31 Desembe 2008 bagi seluruh instansi Badan dan organisas-organisasi, pelajar dan masyarakat umum.*********


KOTA PALU URUTAN TERATAS PENYBARAN VIRUS AID di SULSEL

Tingginya penderita HIV/AID di kota Palu sangat beralsan, disebabkan daerah tersebut sebagai jalur transit mobilitas masyarakat di Sulawesi Tengah. Dari 71 kasus HIV/AID tebanyak di kota Palu sekitar 37 kasus selebihnya tersebar di beberapa Kabupaten.

Menyikapi hal tersebut, Kepala bidang pengendalian dan pencegahan penyakit penyehatan lingkungan dan promosi kesehatan Dinas Kesehatan kota Palu Dr. Eliane M Kes menjelaskan, Dinas kesehatan kota Palu terus meningkatkan upaya pencegahan penyebaran virus yang mematikan tersebut. Uapay yang dilakkan, pemeriksaan darah dan penyuluhan kepada kelompok-kelompok beresiko tinggi yeng bekerjasama dengan LSM yang peduli terhadap penyakit HIV/AID.

Eliane juga mengharapkan, agar LSM menjadi pendamping bagi kelompok beresiko tinggi dalam memberikan penjelasan dan mengarahkan agar mau melakukan pemeriksaan ke dinas kesehatan atau klinik setempat.

Hingga saat ini, di Kota Palu terdapat lima klinik yang beroperasi untuk melakukan konsling dan testing bagi kelompok-kelompok beresiko tinggi.******


BULOG SLAWESI TENGAH BERPRESTASI

Bulog Devisi Regional Sulawesi Tengah mencatat prestasi yang membanggakan dalam penyaluran beras miskin (Raskin) dan menggalang pasokan beras lokal.

Dalam evaluasi kinerjanya tahun 2008, Bolog Devisi Regional Sulawesi Tengah secara Nasional menduduki peringkat atas bersama Bulog DIY dalam melaksankan tugas pokok.

Tolak ukur keberhasilan antara lain, tecermin dari realisasi penyaluran raskin yang dapat tersalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Kepala bidang pelayanan publik Bulog Devisi Regional Sulawesi Tengah, Ir. Tatang Sutarna menyebutkan, hingga bulan September lalu penyaluran raskin di daerah Sulteng sudah mencapai 94% dari total penyaluran sebanyak 36.000 ton.

Yang lebih membanggakan lagi kata Tatang, pihaknya kini tidak lagi menggantungkan diri terhadap pasokan beras dari luar daerah, tetapi sepenuhnya dapat memenuhi pasokan yang tersebar di sejumlah sentra produksi di wilayah Sulteng.

Tatang menambahkan, Bahkan begitu banyaknya pasokan beras lokal tersebut sampai sampai pihaknya merevisi targaet pengadaan dari 25.000 ton menjadi 27.000 ton.

Banyaknya pasikan beras lokal tersebut, tidak lepas dari peningkatan dari produksi padi para petani dari daerah tersebut, disamping adanyan insentif yang diberikan Bulog, demikian lanjutnya. *******


UMKM SLAWESI TENGAH MENJADI PERHATIAN

Pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), di daeah Selawesi Tengah merupakan perhatian utama ke depan, Hal ini dikatakan, Kadis Prindagkop Sulteng, H. Musir Amadja SH.MM dihadapan peserta Diklat AMP dan CV yang saat ini sementara berlangsung di Palu.

Menurut Musir, UMKM memerlukan dorongan dari bebagai pihak terkait khususnya Prindagkop Sulteng. Hal ini sangat beralasan, dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengangguran yang juga merupakan program pemerintah secara nasional.

Selanjutnya, telah dirasakan dan teruji pada krisis monoter tahun 1997-1998 hanya UMKM yang bisa dapat bertahan.

Dikatakan Kadis Perindagkop yang merupakan leading sektor, UMKM memegang peranan penting dalam program pengembangannya, sehingga menjadikan perhatian utama ke depan.

Musir mengharapkan, kepada para peserta khususnya kepala dinas di daerah agar dapat melaksankan kegiatan diklat untuk lebih meyakinkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan, dapat mendorong para pengusaha di daerah(rstmopm).

HASIL BATU BARA SULAWESI TENGAH BERKADAR RENDAH TIDAK PENUHI KEBUTUHAN PLTU

SB Poso - Potensi Tambang batu bara yang ada di Sulawesi Tengah cukup besar, hanya saja kadarnya sangat rendah sehingga tidak memenuhi standart untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), Banau.

Asisten II Seketariat daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Najib G. Msi mengungkapkan, potensi batu bara yang sudah ditemukan terbesar berada di Kabupaten Banggai dan Donggala.

Namun menurut mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sulawesi Tengah tersebut, berdasarkan kasil sourvei kadarnya hanya 400 sedangkan PLTU membutuhkan batu bara yang kadarnya 600 keatas.

Najib Godal menyebutkan, tidak kurang sepuluh dari investor yang berminat menananmkan modalnya di sektor tambang batu bara ini. Namun karena kuwalitasnya tidak memnuhi standart, maka mengundurkan diri.*******


PEKERJAAN UMUM WUJUDKAN KESEJAHTEAAN RAKYAT

”Aktualisasi semangat Sapta Taruna dalam penyelenggaraan insfrastruktur pekerjaan umum guna terwujudnya kesejahteraan rakyat” menjadi Tema peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) yang ke 63 tanggal, 3 Desember 2008.

Pusat Hari Bhakti PU ke 63 untuk tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, besok akan ditandai dengan upacara bendera di halaman dinas Pekerjaan Umum dan Imprasil Sulawesi Tengah di Palu.

Humas dinas PU, Muchamad Anzar menjelaskan, sebelum upacara puncak akan diawali ziarah ke TMP Palu. Rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhakti PU tahun ini, dilakukan sangat sederhana.

Sedangkan kegiatan yang sudah dilaksankan, Bhakti Sosial berupa penghijauan di lokasi eks MTQ Jabarnur dan gerak jalan santai.*******


SMAN I KAB.POSO LAKUKAN REUNI

Masa yang sangat indah diusia remaja, pada saat mengikuti proses pendidikan dan puncaknya ketika duduk di bangku SMA memiliki kesan tersendiri dalam kehidupannya.

Hal itu, yang menjadi salah satu yang hendak dikenang dalam suatu Reuni alumni seperti yang digelar alumni SMA Negri I Kab. Poso tiga hari yang lalu, Sabtu (29/11).

Reuni yang diprakasai, alumni tahun 1988 dan dihadiri seluruh alumni SMA Negri Poso 1963 hingga alumni 2007.

Pada kesempatan tersebut, Drs. Anwar Habib yang saat ini menjabat sebagai Bupati Morowali didaulat mewakili alumni, menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pendidik.

Sementar itu, Kepala SMA Negri I Poso, Drs. Aljufri S Machmud menjelaskan, sejak berdirinya 45 tahun yang lalu sekolah yang dipimpinnya hingga kini telah berhasil meluluskan siswa sekitar 9183 orang.

Alumni tersebut telah berkiprah baik dibidang pemerintahan maupun legislatif serta dan dunia usaha dan profesi lainnya dalammembangun Negara dan Bangsanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Poso, Abdul Muthalib Rimi SH MH menilai, reuni merupakan suatu moment sangat baik guna meningkatkan jalinan silaturahmi diantara sesama.*******


KORPRI MENGEDEPANKAN
KEPENTINGAN MASYARAKAT


Sebagai abdi negara dan masyarakat sikap netralitas anggota korpri harus diwujudkan dengan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara diatas kepentingan apapun.

Netralitas meupakan wujud komitmen anggota korpri dalam dalam melaksankan tugas dan pengabdian hanya kepentingan bangsa dan negara.

Semangat netralitas tersebut pada prinsipnya, merupakan bagian dari amanat reformasi untuk mengembalikan peran utama birokrasi sebagai komponen pengelola pemerintahan.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, HB. Paliudju atas nama Presiden Bambang Susilo Yudhoyono pada peringatan Hari Ulang Tahun Korpri yang ke 37 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Palu.

Dikatakan, paradigma baru korpri yang profesional, netral dan sejahtera juga merupakan langkah yang positip. Dengan sikap tersebut, birokrasi akan semakin profesional dalam mendukung pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, untuk meminimalisir dampak krisis keuangan tersebut diharapkan, peran serta pemerintah dan segenap bangsa baik kalangan ekonomi, perbankan dan pelaku dunia usaha. Dengan kebersamaan itu, tidak menutup kemungkinan dampak dari krisis ekonomi global dapat teratasi sesuai dengan yang diharapkan.******


PNS DITUNTUT MENYUMBANGKAN
PEMIKIRAN STRATEGIS

Peringatan hari Korpri, hari Guru Nsional dan hari Kessehatan Nasional tahun 2008 tingkat Parigi Moutong, dilakukan secara bersamaan kemarin Senin (1/12) di Parigi.

Eksistensi dan profesionalisme PNS termasuk tenaga pendidik dan para tenaga kesehatan harus terus ditingkatkan khusunya didalam melakukan tugas dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

Aplekasi tugas dilapangan terkait dengan bergulirnya reformasi sekarang ini, hendaknya PNS mampu menyumbangkan pemikiran yang strategis.

Bupati Drs. Longky Djanggola Msi yakin, Korpri dapat maju dalam penguasaan IPTEK serta menejerial pemerintah.

Usai upacara dilanjutkan dengan kegiatan gerakan perempuan menanam dan memelihara pohon tingkat Kab. Parigi Moutong yang dipusatkan di desa Lemusa, Parigi. Program ini akan dilaksanakan selama sebulan yang dimulai tangal 1 hingga 30 Desember 2008 yang melibatkan, seluruh unsur komponen kaum perempuan, masyarakat dan para pelajar. **********


PENYALAH GUNAAN NARKOBA
RENTAN ANACAMAN HIV/AID

Sebagai implikasi peningkatan kesejahteraan sosial di Kota Palu, telah menyeret pula pada permasalahan sosial penyalah gunaan Narkoba yang rentan dengan ancaman dengan HIV/AID.

Saat ini, penderita HIV/AID diseluruh dunia sudah mencapai sekitar 33 juta orang dan 75 ribu diantaranya pria di Asia dipekirakan menjadi sumber penular aktif virus yang mematikan.

Ketua PMI Kota Palu, Ny.H. Zulfikar pada peringatan hari AID sedunia di Kota Palu kemarin Senin sore (1/12) mengtakan, sesuai data terakhir, di Kota Palu tercatat 37 orang penderita HIV dan empat orang diantaranya meninggal dinia.

Kasus ini diyakini, menunjukan suatu fenomena gunung es dengan kelipatan mencapai 100 dari yang tersembunyi tempat terdeteksi, sehingga dipekirakan terdapat sekitar 3400 penderita yang terinfeksi di Kota Palu.

Walikota Palu dalam sambutannya yang disampaikan Asisten II Drs. Dharmawansyah mengatakan, tingkat kesejahteraan sosial di kota Palu cenderung terus meningkat hal ini bukan hanya saja dilihat dari aspek konfensional seperti kemiskinan, keterbelakangan, serta keterlantaran tetapi juga disisi lain menyentuh pada permasalahan kesejahteraan sosial kontenporer yang sudah mendunia seperti penyalah gunaan Narkoba dan bahaya HIV/AID yang berimplikasi terhadap semua aspek dalam kehidupan dalam masyarakat.

Walikota Palu, Rusdi Mastura mengajak, semua unsur pemerintah termasuk elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama menanggulangi HIV/AID.

Peringatan hari HIV/AID sedunia tingkat kota Palu, ditandai dengan gerakan aksi turun ke jalan seraya menyebarkan brosur dan bunga mawar di sepanjang jalan di wilayah kota Palu.********

ANAK MASIH DIBAWAH UMUR
MENGORBANKAN HAKNYA

Perilaku mengekplorasi anak untuk membantu orang tua untuk mencari nafkah dan mengorbankan haknya memperoleh pendidikan, masih cukup banyak ditemukan di daerah Palu.

Menjelajahi sejumlah wilayah pedesaan termasuk dipinggiran kota lembah, Palu, kerap diketemukan anak usia sekolah yang harus bergelut dengan rutinitasnya, bekerja serabutan membantu orang tuanya.

Seperti ditengah hiruk- pikuk kehidupan perkotaan dipusat-pusat perbelanjaan diantaranya, di pasar Manunda dengan mudah kita dapat melihat aktivitas anak anak di bawah umur berkeliaran pada jam sekolah.

Kehadiran mereka, yang umumnya berasal dari wilayah pegunungan arah barat kota Palu, ternyata bukan hanya sekedar bermain namun dia sengaja datang untuk menawarkan berbagai jasa seperti, memikul barang barang dagangan, menarik becak, serta kerja serabutan lainnya.

Bukan hanya itu, di sejumlah pemungkimanpun, mereka telusuri bersama orang tuanya sambil menawarkan jasa seperti, membesihkan halaman atau selokan disekitar rumah.

Menyikapi kondisi seperti ini, Kepala Dinas Dikjar Sulawesi Tengah, Abu Bakar A. SE mengakui, sangat prihatin, seharusnya anak anak usia sekolah tersebut harus mengikuti pendidikan sejalan dengan program penuntasan wajib belajar sembilan tahun.

Bahkan untuk mempercepat penuntasan wajib belajar sembilan tahun tersebut, kini pemerintah sudah merintis adanya pendidikan gratis sehingga tidak ada lagi alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya hanya karena alasan ekonomi.

Seiring hal tersebut, sesuai dengan Inpres tentang gerakan nasional percepatan pendidikan dasar, diharapkan, tentang partisipasi murni KPN tahun 2008 – 2009 dapat dicapai minimal 95%. ***********


KOTA PALU PENYANGGA PRODUKSI ROTAN

Rotan di Kota Palu secara bertahap akan terus ditingkatkan sehingga ditargetkan tahun 2011 sudah dapat menembus pasaran eksport.

Kota Palu yang dicanangkan sebagai daerah penyangga produksi rotan di Sulawesi Tengah, kini terus berupaya meningkatkan pengelolaannya menjadi barang jadi berkuwalitas eksport.

Kadis Perindagkop dan Penanaman modal kota Palu, Drs. Amirudin Acho Msi mengakui, untuk saat ini, pengelolaan rotan dalam bentuk meubel terus sudah memiliki pangsa pasar yang cukup besar, walaupun pasarannya pemasarannya masih bersifat lokal dan sebagian diantar pulaukan.

Hal ini memang merupakan program jangka pendek yang lebih menekankan pada pemberdayaan para pengerajin agar dapat menjamin kesinambungan produktifasnya.

Melalui UPT dan Kopinkra, kata Amirudin, berupaya melayani kebutuhan para pengerajin berupa pengadaan bahan baku rotan seta bahan bantu lainnya.

Untuk lebih meningkatkan mutu produksi, rotan didaerah ini, menurut Amirudin, pihaknya saat ini memfokuskan perhatian para pengembangan desain melalui kerjasama dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi IPB.

Untuk menggalang pemasaran meubel rotan yang tersebar di sebelas unit usaha sekota Palu, pemerintah kota terus melakukann upaya promosi bahkan hingga manca negara seperti, Kuala Lumpur, dan Sabah Malaysia.(rstmopm)

Senin, 01 Desember 2008

KODIM 1307/POSO LAKUKAN PENANAMAN POHON PENGHIJAUAN

SB Poso - Pencanangan penanaman pohon untuk menyelamatkan bumi dan pemanasan global yang dirangkaikan dengan kegiatan Kodim 1307/Poso yang peduli terhadap Lingkungan di Kabupaten Poso pada hari ini Senin (1/12) yang dilakukan di berbagai wilayah Kab. Poso.

Pencangan yang dilakukan Komandan Kodim 1307/Poso, Letkol Inf. Suwanto S.I.P dan langsung ditandai dengan penanaman pohon penghijauan di beberapa Desa seperti di Desa Sepe, Meongko dan di Bukit Bambu Poso.

Kegiatan tersebut, melibatkan seluruh unsur baik muspida maupun organisasi wanita seperti Persit Kartika Candra Kirana, Bhayangkari, para pelajar dan Mahasiswa Universitas Sintuwu Maroso.

Pada kesempatan itu, Dandim 1307/Poso, Suwanto mengatakan, keseriusan Kodim 1307 yang didukung oleh semua pihak termasuk masyarakat di Kab. Poso secara langsung kedepan manfaatnya akan dinikmati oleh generasi berikutnya.

Menurutnya Suwanto, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aksi penanaman pohon penghijauan yang dicanangkan secara Nasional pada bulan Desember 2007 lalu, dan pencangan gerakan perempuan menanam.

Diakui Suwanto, pemanasan global sudah mulai dirasakan berkenaan dengan perubahan musim yang mengakibatkan, diantaranya, curah hujan yang tidak merata disetiap daerah, dan banyak erosi.

Pada bagian lain, Suwanto mengatakan, perubahan iklim juga berakibat musim kemarau yang berkepanjangan dan sulit diprediksi sehingga mengancam persediaan air.

Sementara penanaman penghijauan hari ini Senin (1/12) dilakukan di daerah Bukit Bambu, Poso sebanyak 11.000 pohon dari berbagai jenis pohon. Sebelumnya, penanaman ini dilakukan di desa Sepe Kec. Lage dan desa Meongko.
Menurut rencana, aksi penanaman pohon penghijauan ini akan dilakukan juga di Kab. Tojo Unauna. Karena daerah ini masih lingkkup wilayah Kodim 1307/Poso(rstmopm).
PROPINSI SULAWESI TENGAH
PERINGATI HARI KORPRI KE 37

Puncak peringatan hari ulang tahun Korpri Ke 37 tahun 2008 untuk tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tadi pagi Senin (1/12) diperingati dalam suatu upacara bendera di halaman kantor Gubernur, Palu dengan Inspektur upacara Gubernur Selawesi Tengah, HP.Paliudju.

Korpri sebagai organisasi pegawai Republik Indonesia di usianya yang ke 37 ini, tetap solid, profesional dan terus maju dalam meningkatkan kuwalitas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat bangsa dan Negara.

Demikan antara lain Presiden Susilo Bambang Yudoyono selaku penasehat Korpri dalam sambutan tertulis yang dibacakan Gubernur HP. Paliudju pada upacara bendera memperingati hari ulang tahun Korpri ke 37 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Palu tadi pagi.

Dikatakan, peringatan hari ulang tahun Korpri tahun ini, juga bertepatan dengan 100 tahun hari Kebangkitan Nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, 63 tahun Proklamasi Indonesia, dan 10 tahun Reformasi.

Karena itu menurut Presiden, peringatan hari ulang tahun Korpri tahun ini, sangat tepat untuk dijadikan sebagai mementum dalam meningkatkan semangat pengabdian, etos kerja dan semangat pelayanan kepada masyarakat.

Mewarnai dalam memperingati hari ulang tahun Korpri tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini, dilaksankan berbagai kegiatan seperti ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP), Tetura Palu, serta pemberian kartu Taspen kepada tiga orang PNS.
Sementara Tema peringatan, ” Dengan Semangat Netralitas Korpri Ikut Menyukseskan Pemilu Tahun 2009”.*******


KABUPATEN PALU PERINGATI
HARI GURU NASIONAL

Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2008 mempunyai makna penting karena pemerintah berupaya menghadirkan guru profesional dengan meningkatkan Kuwalifikasi, kopetensi, kesejahteraan, dan perlindungan bagi guru sebagai implikasi Undang undang nomor 14 tahun 1985 tentang guru dan dosen.

Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo menyampaikan, dalam rangka percepatan peningkatan kuwalifikasi guru saat ini sedang didesain kebijakan akademik yang memungkinkan pengakuan terhadap hasil belajar yang diperoleh sebelumnya.

Sehingga beban kredit akan berkurang apabila menempuh pendidikan pada jenjang selanjutnya.

Sedangkan dalam rangka peningkatan dan pengembangan kompetensi guru, pemerintah sedang mendisain pola pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru di seluruh tanah air.

Dengan pola ini, diharapkan kompetensi dan kinikerja guru terus meningkat sejalan dengan peningkatan jenjang jabatan fungsional.

Mendiknas mengakui, untuk mendapatkan yang pfesional tidak mudah. Karena itu, organisasi profesi guru diharapkan mampu memotivasi, memfasilitasi dan memberikan advokasi kepada anggotanya agar lebih profesional.

Mendiknas mengatakan, Hari Guru Nasional tahun ini, dijadikan momentum untuk menjadikan pendidikan sebagai pilar utama dalam mencapai kemajuan dalam mencapai kemajuan dan kejayaan bangsa.

Organisasi guru harus semakin fokus pada kinerja profesional dan tidak terkooptasi pada salah satu kekuatan politik tertentu serta mempunyai kewajiban moral menjaga indepedensinya.

Walikota Palu H.Rusdi Mastura mengharapkan, agar mementum pringatan guru nasional dan hari Korpri tahun 2008 dijadikan wahana untuk bepikir jernih dan cerdas guna memaksimalkan peran serta masyarakat dalam gerakan pembangunan.

Menghadapi situasi dan kondisi bangsa pada saat apapun korpi harus memiliki ketahanan dan kemampuan terutama terhadap pengaruh luar yang berdampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Secara obyektif, peran korpri sangat strategis setidaknya potensi untuk proses pembaharuan birokrasi sehingga mampu berjalan secara harmonis antara pembaharuan struktural dan penyiapan aspek kulturalnya.

Pada upacara puncak peringatan Hari Guru Nasional, dan Hari Korpri ke 37 tahun 2008 tingkat kota Palu tadi pagi Senin (1/12), Walikota Rusdi Mastura dalam sambutan tertulisnya, disampaikan wakil walikota H. Andi Mulhananto M. SH mengharapkan, agar netralitas korpri terus dipelihara sehingga politik manapun akan paham bila korpri hanya memihak kepada politik negara dan netral terhadap pengaruh dari politik apapun.

Berkaitan dengan hari guru, walikota mengajak, para guru meningkatkan pengabdian dalam mendidik anak bangsa agar lebih cedas dan berkarakter tangguh.

Pada upacara tersebut, diserahkan SK pensiun kepada dua pegawai dilingkungan pemerintah daerah kota Palu yang telah memasuki Purna Bhakti.***********


SULAWESI TENGAH 71 ORANG PENDERITA HIV/AID

Penderita HIV/AID di Sulawesi Tengah, kini terus meningkat hingga sampai saat ini tercatat 71 orang penderita HIV/AID dan enam diantaranya meninggal dunia.

Fenomena penderita HIV/AID grafiknya terus meningkat seiring semakin cepatnya roda informasi , transportasi dan gaya hidup.
Melihat fenomena penderita HIV/AID di Sulawesi Tengah yang kini terus meningkat, baik dinas kesehatan maupun Komisi Penanggulangan AID (KPA) bersama LSM pada moment hari AID sedunia pada senin (1/12) menggelar berbagai kegiatan diantaranya, dialog terbuka seputar HIV/AID dan Narkoba.

Pada dialog HIV/AID dan Narkoba bagi para tahanan di Rumah Tahanan Maesa, Palu siang tadi Kepala bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah Dr.Ida Bagus N mengatakan, hari AID diperingati setiap tahun untuk meperingatkan masyarakat terhadap penularan virus HIV/AID yang mematikan. Sehingga masyarakat dapat menghindarinya.

Hingga saat ini, berdasarkan data yang didapat, jumlah penderita HIV/AID di Sulawesi Tengah berjumlah 71 orang tersebar di beberapa Kabupaten dan Kota.

Dialog yang dilaksankan PKBI Sulawesi Tengah tesebut, menampilkan narasumber dari Komisi Penanggulangan AID Sulawesi Tengah,diantaranya Dr. Abdulah B Silaban, Dr. Muslimagadi dan Dr. Syahrir.

Dialaog dirangkaikan dengan peresmian pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi narkoba dan VCT pada rumah tahanan Maesa.

Serangkaian dengan hari AID, sore hari ini juga Palang Merah Indonesia (PMI) kota Palu menggelar kegiatan dengan Tema, Stop Sex Bebas Selamatkan Diri dari AID dan Sayangi ODA.*********


PERINDAGKOP SULTENG LAKUKAN DIKLAT

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) AMTCV saat ini mulai berlangsung dibuka Kepala dinas Perindagkop Sulawesi Tengah Musir Amaja SH MM di Palu pada Senin (1/12).

Kepala dinas perindustrian perdagangan dan koperasi Sulawesi Tengah, Musir Amaja SH MM ketika membuka kedua Diklat tersebut mengatakan, sektor industri mengalami dampak semakin ketat di era globalisasi dan libealisasi saat ekonomi ini.

Untuk menghindari persaingan tersebut, pelaku usaha dituntut mempersiapkan diri dalam membenahi usahanya khususnya menyangkut wawasan sumber daya manusianya sehingga dapat bertahan menghadapi tantangan kedepan.

Disamping itu, perlu pehatian khusus terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Sementara ketua panitya, Emmy B Tandungan SE.MM dalam laporannya, menjelaskan, kedua diklat tersebut berlangsung hingga tanggal, 7 Desember 2008 diikuti 40 peserta daripelaku usaha dan pegawai di jajaran dinas Perindagkop se Sulawesi Tengah.*******


SULTENG MENJELANG RAPAT KERJA
TINGKAT BUPATI/WALIKOTA

Rapat kerja Gubernur dengan para Bupati/Walikota se Sulawesi Tengah dijadwalkan berlangsung di Palu pada tanggal 5 Desember 2008.

Seketaris Panitya Dr. Fahrudin M.Si menjelaskan, raker bertujuan mengevaluasi penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan tahun 2008 sekaligus merumuskan program tahun 2009.

Diharapkan tampil sebagai pembicara, diantaranya, ketua Bapenas, Dirjen Bangda, dan Dirjen Kependudukan Depdagri serta pemaparan dari para Bupati/Walikota.
Sedangkan Tema Raker menurut Dr.Fahrudin, ” Sinkronisasi dan Sinergitas Pembangunan Daerah dan Keberhasilan Pemilu 2009 ” (rstmopm).

Minggu, 30 November 2008

USAHA TV KABEL PERLU ADANYA PERHATIAN PEMERINTAH

SB Palu - Salah satu usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di kota Palu adalah usaha TV Kabel sehingga perlu mendapat apresiasi dari semua pihak.

Meskipun usaha ini sudah memenuhi aspek legalitas, namun masih perlu adanya pengwasan dan pembinaan pemerintah, karena masih adanya kajian yang mengalami pergantian dengan perlindungan hak cipta dan Undang undang penyiaran serta masalah lain yang berkaitan dengan kontribusi yang diberikan dari usaha TV Kabel kepada Pemerintah Kota Palu.

Untuk itu, Wakil ketua DPRD Kota Palu, Arifin Sanusi SH menyarankan, adanya Perda yang berkaitan dengan usaha TV Kabel. Namun dalam pembuatan Perda tidak bisa bertentangan dengan dan tidak bisa bertentangan dengan aturan.

Apabila hal ini terjadi, menurut Arifin Sanusi, menjadi kewenangan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk membekalkannya sehingga apa yang dirumuskan akan tidak menjadi sia sia.

Arifin juga mengakuinya, usaha TV Kabel selain membantu masyarakat memperoleh informasi dan hiburan yang murah dan terjangkau, juga dapat menciptakan lapangan kerja dengan adanya krisis ekonomi (rstmopm).

ANCAMAN KRISIS EKONOMI SULTENG

Krisis ekonomi keuangan global yang mengancam kondisi perkonomian Indonesia dapat diatasi dan dihadapi dengan meningkatkatkan kerjasama dan dukugan untuk mencarikan solusi terbaik guna kepentingan bangsa dan Negara.

Hal tersebut disampaikan, Pimpinan Bank Indonesia Makasar, Rizal A pada seminar perspektif perekonomian Indonesia ditengah badai krisis keuangan global pada dua hari lalu, Sabtu (29/11) di Palu.

Seminar tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang terbaik dan ditindaklanjuti oleh semua pihak untuk memperkokoh perekonomian Nasional serta daerah yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan.

Menurut Rizal, sektor keuangan khususnya perbangkan merupakan sektor yang sensetif terhadap krisis. Namun dari sektor ini, secara umum masih dalam kondisi stabil dan terkendali.

Terkait dengan kondisi perbangkan Nasional, bulan september yang lalu sebesar 17,26% yang dikatagorikan masih jauh dari standar. Namun kondisi perbangkan Sulawesi Tengah pada November 2008 ini, mengalami peningkatan sebesar 8, 21 trilyun atau naik sebesar 18,94% dibanding pada tahun 2007 yang hanya sebesar 6,91 trilyun.

Tetapnya likwiditas dan tingginya resiko usaha akibat krisis, menurutnya Rizal, mendorong perbangkan unuk semakin selektip dalam penyaluran kridit. Diminta, masyarakat untuk tetap menjaga kepercayaan tehadap perbangkan sehingga perekonomian Nasional maupun Regional berjalan sesuai dengan yang diharapkan. *********


KAB.PARIGI MOUNTONG LAKUKAN
PENANAMAN POHON PENGHIJAUAN

Pencanangan penanaman pohon untuk menyelamatkan bumi dan pemanasan global yang dirangkaikan dengan Deklarasi Wanita Peduli Lingkungan Kabupaten Parigi Moutong pada dua hari lalu, Sabtu (29/11) yang dipusatkan di Lapangan Toraranga, Parigi.

Pencangan dilakukan Bupati Parigi Moutong, Longky Janggola dan langsung ditandai dengan penanaman pohon penghijauan di sekitar lapangan Toraranga, Kel. Loji, Parigi.

Kegiatan tersebut, melibatkan seluruh unsur baik muspida maupun organisasi wanita seperti Tim penggerak PKK dan Dharma wanita Persatuan Parigi Moutong.

Pada kesempatan itu, Bupati Longky Janggola mengatakan, keseriusan pemerintah dalam yang didukung oleh semua pihak termasuk masyarakat di Parigi Moutong secara langsung kedepan manfaatnya akan dinikmati oleh generasi berikutnya.

Menurutnya Bupati, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aksi penanaman pohon penghijauan yang dicanangkan secara Nasional pada bulan Desember 2007 lalu, dan pencangan gerakan gerakan perempuan menanam pada Senin (1/12),besok.

Diakui Longky, pemanasan global sudah mulai dirasakan berkenaan dengan perubahan musim yang mengakibatkan, diantaranya, curah hujan yang tidak merata disetiap daerah, dan banyak erosi.

Pada bagian lain, Longky mengatakan, perubahan iklim juga berakibat musim kemarau yang berkepanjangan dan sulit diprediksi sehingga mengancam persediaan air.

Sementara penanaman penghijauan yang dikoordinir kaum peduli perempuan besok, dipusatkan di Desa Lemusa, Parigi. **********


DPRD KAB.DONGGALA LAKUKAN
DENGAR PENDAPAT DENGAN BIPP

Wakil ketua DPRD Kabupaten Donggala, Suwandi L mengungkapkan, dengar pendapat yang dilakukan pihak dewan dengan salah satu instansi merupakan upaya untuk mendapatkan masukan dari instansi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan wakil ketua DPRD Kab. Donggala Suwandi Lacinala seusai memberikan arahan pada acara dengar pendapat komisi B, DPRD Kab.Donggala dengan Balai Informasi Penyuluh Pertanian (BIPP) Sabtu pagi (29/11) di gedung DPRD Kab. Donggala, Jln. Hasanudin, Palu, yang dihadiri sekitar 150 orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) sekabupaten Donggala.

Menurut Suwandi, dengar pendapat sangat penting untuk dilakukan selain unuk bahan pembahasan Dewan, juga untuk mendapatkan masukan serta mengetahui permasalahan di lapangan yang terkait dengan pembangunan pertanian.

Selanjutnya, dengar pendapat kali ini, adalah bagaimana upaya untuk memantapkan peran dan penyuluh untuk membimbing para petani dalammewujudkan Kabupaten Donggala sebagai lumbung pangan.

Dengar pendapat tersebut dipimpin langsung ketua Komisi B, Saven Yotolemba BA yang dihadiri seluruh anggota Komisi B DPRD Kab. Donggala.

Pada kesempatan Kepala BIPP Kab. Donggala, Hakim Andulah SP memaparkan berbagai hal seperti, program kelembagaan institusi pertanian lingkup BIPP serta keberadaan para PPL di Kab. Donggala yang jumlahnya mencapai 288 orang yang terdiri dari, PPL status PNS sebanyak 198 orang,Honorer 38 orang, dan berstatus tenaga harian lepas sebanyak 55 orang.*************
DESA MOUTONG TENGAH
DILANDA BANJIR LUMPUR

Desa Moutong Tengah, Kec. Moutong selang beberapa hari terakhir, dilanda banjir akibat luapan air sungai yang melintasi wilayah tersebut.

Banjir akibat hujan selang beberapa hari terakhir kembali terjadi di Desa Moutong Tengah, Kec. Moutong.

H. Asgar Salese salah seorang warga Moutong menyebutkan, banjir yang melanda desa Moutong Tengah sering terjadi setiap musim hujan tiba. Namun banjir kali ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang dikarenakan banjir campur lumpur. Hal ini terjadi, akibat dari penambangan emas secara tradisional yang dilakukan masyarakat di hulu sungai, desa Giolobong. Disamping itu, menurut Asgar Salese, banjir juga akibat dari penebangan kayu secara liar.

Korban jiwa yang diakibatkan banjir tersebut hingga berita ini diturunkan, belum adanya korban jiwa, namun harta berupa tanaman padi dan tanaman pertanian lainya sperti perkebunan terancam gagal panen************.


PEKERJAAN UMUM SULTENG
LAKUKAN TANAM POHON PENGHIJAUAN

Menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Bhakti Ke 63 Pekerjaan Umum (PU) tahun 2008, pada Minggu (30/11) keluarga besar Dinas PU Sulawesi Tengah lakukan kegiatan Jalan Santai.

Jalan santai yang melibatkan karyawan dan karyawati bersama keluganya tersebut, mengambil garis Finish dan Start di depan kantor PU Sulawesi Tengah, Jln. Mochamad Yamin, Palu.

Kepala dinas PU Propinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muchamad Nurmano Msi mengatakan, selain jalan santai kegiatan yang dilaksankan dalam rangka memeriahkan hari bhakti PU Ke 63 ini, juga melaksankan bhakti sosial dengan penanaman pohon penghijauan yang dilakukan seusai jalan santai di sekitar lokasi Jabanur dan upacara bendera pada puncak peringatan pada tanggal 3 Desember 2008.

Menurut Ir. Nurmano, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan keakraban baik sesama kepala biro maupun sesama karyawan dan keluarga dilingkup PU Propinsi Sulawesi Tengah.**************


KABUPATEN DONGGALA SELEKSI
ANGGOTA KPU
Seleksi calon anggota KPU Kabupaten Donggala yang dilaksanakan Tim Seleksi beberapa waktu yang lalu saat ini telah menghasilkan sepuluh orang calon

Seketaris Tim Seleksi Sulsel calon anggota KPU Kab. Donggala Samuel menjelaskan, dari seluruh tahapan seleksi yang dilaksankan Timsel, saat ini telah mentapkan sepuluh calon.

Dari kesepuluh calon tersebut, akan ditetapkan lima calon diantaranya, sebagai anggota KPU Donggala untuk masa bhakti dua tahun kedepan.

Menurut Samuel yang juga seketaris KPUD Donggala, penetapan lima orang calon sebagai anggota KPU Kab. Donggala untuk lima tahun kedepan sebenarnya sudah ada. Namun, dua orang diantaranya bermasalah sehingga pihak KPU Sulsel kembali melakukan uji kelayakan.

Mengenai penetapan lima orang calon anggota KPU Kab. Dongala periode 2009 – 2014, menurutnya, akan ditentukan oleh pihak KPU Provinsi Sulawesi Tengah**********.

PETUGAS HUMAS DITUNTUT
SEDIAKAN LAYANAN PUBLIK

Keterbukaan Informasi sesuai amanat Undang undang Nomor 41 tahun 2008 menuntut perlunya peningkatan kemampuan petugas Humas untuk menyediakan informasi kepada publik.

Pentingnya meningkatkan ketrampilan bagi petugas Humas tersebut, mendorong pemerintah Kab. Morowali bekerjasama dengan serikat kolomnis bangun (SKOB) akan menggelar pelatihan bagi petugas SKPD.

Ketua Serikat Kolomis Bangun, Supardi Ibrahim menjelaskan, latihan berlangsung dua hari, dari tanggal 11 hingga 12 Desember2008.

Sedangkan sasarannya menurut Supardi Ibrahim, membekali para petugas Humas untuk memperterjemahkan program dan kegiatan di lingkungan instansi masing-masing guna tersesedianya layanan informasi publik.

Selama latihan berlangsung, para peserta akan memperoleh materi dari Bupati Morowali Drs. Anwar Hafid, ketua SKOB Drs. Supadi Ibrahim, dan seorang wartawan senior******.


AMANDEMEN UUD 45 BERDAMPAK LUAS

Beberapa sistem pemerintahan daerah pasca amandemen UUD 1945 dinilai pengamat hukum Universitas Tadolako M. Yasin Nahar SH.MH berpendapat, disatu sisi memberikan kewenangan yang luas bagi daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Namun pada sisi lain, terdapat sejumlah permasalahan yang dihadapi daerah yang bersangkutan.

Ia juga mengakui, kondisi tersebut berdampak pada percepatan pembangunan wilayah mengingat hubungan dana alokasi umum dan dana alokasi khusus tetap dikucurkan.

Sementara dosen Fakultas hukum Untad lainnya, Suharman SH.MH berpendapat, otonomi daerah ikut memberi andil bagi pelaksanaan demokrasi melalui pemelihan kepala daerah secara langsung.

Walaupun diakuinya, masih dalam tatanan pembelajaran berdemokrasi, tetapi ke depan, dapat meningkatkan pendidikan politik rakyat.************

KOTA PALU PERHATIKAN ASPEK LINGKUNGAN

Wakil Walikota Palu H. Andi Muhananto mengatakan, pemerintah berupaya agar pembangunan di kota Palu dapat bersinergi dengan persoalan lingkungan.

Dalam arti, harus berorientasi pada berkelanjutan kestabilan lingkungan. Untuk itu, pemerintah ke depan mencoba mengembangkan hutan perkotaan agar pembangunan kota memperhatikan aspek lingkungan.

Namun kata Muhanan, hal ini membutuhkan sebuah komitmen yang dibangun semua pihak baik dari pemerintah stick holder maupun pemangku kepentingan dan bukan hanya sekedar wacana.

Lebih jauh Muhanan mengemukakan, dalam menyusun program pengembangan hutan kota tetapi juga program lainnya yang tidak bijak apabila pemerintah tidak melibatkan semua pemangku kepentingan.

Ia juga mengakui, konsep pengembangan kota sangat berbeda dengan pengembangan suatu kabupaten dimana tingkat aktivitas di kota cukup tinggi dan perkembangannya lebih cepat.

Lebih lanjut ia menegaskan, apabila hal ini tidak dikendalikan secara dini, akan semakin sulit ke depan.********.



INSFRASTUKTUR SULTENG MASIH PERLU PERHATIAN PEMERINTAH


Pengembangan prasarana jalan di wilayah Provinsi Tengah masih perlu dijadikan program prioritas terkait dengan usaha peningkatan penempatan serta pembasan kemiskinan yang ada di masyarakat.

Isolasi antar daerah di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah hingga kini, masih sangat dirasakan oleh masyarakat terutama di daerah plosok pedesaan.

Hal tersebut menyebabkan, masih adanya warga yang berpenghasilan rendah atau miskin pada daerah yang masih minim insfrastrukturnya berupa jalan dan jembatan.

Salah satu tokoh masyarakat Sualwesi Tengah, Isa Yaro Jati (41), mengatakan, kondisi tersebut sangat tidak mendukung aktivitas masyarakat di daerah ini yang sebagian besar sebagai profesi tani.

Menurut Isa yang telah mengemban aspirasi masyarakat pada Dewan Kab. Donggala yang sudah dua periode melalui Partai Persatuan Pembangunan dan juga kini dirinya sebagai salah satu wakil ketua pengurus di sebuah Harian di Sulteng.
Masih kata Isa, jika pendapatan petani semakin baik, akan berdampak pada bidang lainnya. Hal ini juga akan memberikan kontribusi cukup berarti pada pelaksanaan seperti sektor pendidikan dan sektor kesehatan. (rstmopm)

Sabtu, 29 November 2008

RENDAHNYA HARGA BELI PLN AKIBATKAN LISTRIK DI PALU HIDUP MATI

SB Palu (29/11) - Menyikapi adanya keluhan masyarakat terhadap krisis listrik yang berkepanjangan dewasa ini khususnya di Palu, Propinsi Sulawesi Tengah, pihak pemerintah berupaya lakukan skala prioritas penggunaan, demikian kata Wakil walikota Palu, Ali Muihanan P. SH

Sebenarnya kata Mulhanan, sebenarnya pemerintah kota sudah cukup banyak berbuat mengatasi krisis listrik di daerah ini, walaupun hal tersebut bukan merupakan tangung jawabnya semata.

Salahsatu upaya tersebut, ditempuh dengan mendorong pengadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Diakui dalam operasionalnya, PLTU sering mengalami gangguan sehingga harapan untuk mengatasi krisis listrik di daerah ini tidak dapat dipenuhi secara maksimal.

Kendala yang paling utama dihadapi untuk mengoperasionalkan PLTU secara maksimal, kata Muhanan, dihadapkan dengan rendahnya harga pembelian dari PLN yang mengakibatkan kerugian miliyaran rupiah.

Menyikapi kondisi listrikdewasa ini, pemerintah Kota juga telah mengambil langkah-langkah strategis, diantaranya, membuka tender penawaran bagi setiap rekanan untuk dapat melakukan pengadaan batubara yang selama ini menjadi kendala operasional PLTU.***


KABUPATEN POSO LAKUKAN
PROGRAM SEJUTA POHON

SB Poso -
Program Pemerintah dalam Upaya Menanam Sejuta Pohon terus dilakukan baik ditingkat pusat propinsi maupun Kabupaten/kota melalui instansi terkait. Seperti dinas Pertanian, Kehutanan dan kelautan.

Dinas Pertanian, Kehutanan dan kelautan kota Palu misalnya, sejak beberapa hari lalu melakukan pembagian bibit tanaman produktif berupa mangga, durian, nangka, dan anggur secara Cuma Cuma kepada masyarakat.

Kepala seksi pengolahan hasil pertanian dinas Pertanian kehutan dan kelautan kota Palu, Ripi Palunsu SP disela-sela pembagian bibit anggur bagi masyarakat di komplek Sualangguni, Palu hari ini Sabtu (29/11)mengatakan,pembagian bibit secara Cuma Cuma ini, dilihat dari kondisi tanah yang cocok untuk ditanam.

Untuk kota Palu, Kristi Palunsu tanaman produktif yang baik, tanaman anggur dan nangka, karena itu pihaknya menyaipkan bibit anggur sebanyak 2000 pohon untuk ditanam di depan halaman rumah masing masing warga.

Dengan adanya pembagian bibit tanman produktif secara cuma Cuma bagi masyarakat diharapkan, ke depan program pemerintah menanam sejuta pohon dapat terwujud.

Masih kata Ripi, selain bermanfaat bagi pekarangan rumah dapat menambbah penghasilan bagi masyarakat.

Semantara itu di desa Sepe, Kec. Lage, Kabupaten Poso hari ini Sabtu (29/11) telah dilaksankan penanaman ribuan pohon dari berbagai tanaman.

Dalam pencanagan hari tanam Nasional bulan menanam Indonesia tahun 2008, Dandim 1307/Poso telah menanam sedikitnya 2000 pohon di desa Sepe.

Pohon yang ditanam, pohon jati super, rambutan, nangka, dan durian. Acara penanaman pohon tersebut telah dihadiri Muspida, tokoh masyarakat, pelajar dan mahasiswa.

Penanaman semacam ini telah dilaksanakan dua kali di desa yang berbeda dan menurut rencana besuk, akan dilaksankan di desa Meongko, Poso.

Dandim 1307/Poso mengatakan, bibit sebanyak 25.000 pohon didapat dari Dinas Aliran Sungai (DAS) Palu dan menurut rencana juga akan ditanam di Kab. Tojo Unauna (rstmopm) .

PROGRAM PNPM MEMPERCEPAT PENANGGULANGAN KEMISKINAN

SB Palu -
Program Nasional Pemberdayaan Masyrakat (PNPM) Mandiri pedesaan tahun 2008 merupakan program untuk mempercepat penangulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyrakat Propinsi Sulawesi Tengah Dr. Andulah DHSNMKes pada pembukaan orientasi penanggulangan operasional kegiatan (PGOK) Kecamatan, se Sulawesi Tengah pada Jum’at (28/11) di Palu.

Peserta orientasi selaku penanggung jawab operasional kegiatan, menurutnya, merupakan ujung tombak keberhasilan program nasional pemberdayaan masyarakat PNPM mandiri perdesaan yang juga sebagai tolak ukur dalam mengatasi masalah kemiskinan di daerah Palu.

Karenanya ditekankan, agar para peserta dapat menunjukan kinerjanya sehingga pelaksanaan PNPM mandiri perdsaan dapat berfungsi scara berkelanjutan sehingga dapat menunjang kelangsungan hidup masyarakat baik dibidang pendidikan,kesehatan serta simpan pinjam perempuan (SPP) sesuai kemampuan masyarakat.

Sementara ketua panitya pelaksana Drs. Muchamad Medi menjelaskan, kegiatan orietasi PNPM mandiri perdesaan ini, berlangsung selama tiga hari diikuti 50 peserta dari sepuluh Kabupaten/Kota.

Kegiatan PNPM dimaksudkan, untuk mereview program PGOK Kecamatan dalam pelaksanaan program di Pedesaan tahun 2009 mendatang.
Diharapkan kepada para peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga ilmu yang diperoleh dapat ditularkan di daerahnya masing-masing (rstmopm).