Sekitar puluhan umat agama Islam yang tergabung Forum Solidaritas Umat Islam (FSUI) Kab. Poso menggelar aksi damai menolak eksekusi Amrozi Cs kemarin Kamis (28/8)
Demo aksi damai yang dikoordinatori Muhaimin Hadi, menolak serta mengecam rencana pelaksanaan eksekusi terhadap tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Al Imron dan Muhklas.
Aksi damai digelar didua titik, didepan gedung DPRD dan kantor Kejaksaan Negri (Kejari). Dalam orasinya, eksekusi terhadap Amrozi Cs akan mengganggu rekonsiliasi di bumi Situwu Maroso, Jangan ganggu kedamaian kami. Eksekusi terhadap Amrozi dan kawan kawan akan mencederai damai di bumi Poso.
Saat aksi di depan gedung Kejari, aksi damai ini diterima Kajari, Andi Sakka Yusuf. Dihadapan puluhan massa Yuuf menjajikan, tuntutan tersebut akan akan diteruskan kepada Kajati dan Kajagung RI.
Hal yang sama juga disampaikan anggota DPRD, Azmir Podungge, saat aksi damai berorasi di depan gedung DPRD Poso.
Berbeda dengan warga masyarakat setempat, Alriqi (30) saat di tanya mengenai aksi damai, dia mengatakan, “ Apa artinya demo seperti ini justeru banyakorang yang takut dan akan mengganggu keamanan yang sudah damai ini,” demikian dikatakan sambil meninggalkan lokasi orasi.
Hal sama juga dikatakan Ibu penjual minuman di depan DPRAD, Ny. Lasiun, janganlah demo demo nanti akan mengganggu ketenangan yang sudah ada ini (rstmopm).
Jumat, 29 Agustus 2008
Jumat, 22 Agustus 2008
AKSI UNJUK RASA WARNAI PILKADA PARIMO
Parigi Moutong – Pilkada Kab. Parigi Moutong (Parimo) hari ini Jum’at (22/8) diwarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan pendukung ASTA nomor urut 3 yang sementara ini dikalahkan kandidat LOGIS nomor 1.
Sekitar 300 orang pendukung kandidat ASTA melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Parimo Jln. Trans Sulawesi. Unjuk rasa yang dikoordinir oleh Ramli dengan membawa spanduk yang bertulisan “ Pilkada Diselimuti Suap, Kecurangan, Penipuan, Money Politik, dan Brantas yang Terlibat Kecurangan “
Melalui perwakilannya, pengunjuk rasa diterima oleh ketua komisi A, DPRD, Bachran, ketua Komisi C, Rusli Kinsal dan Kabag Ops Polres Parimo, Kompol Ilham. Sementara pengunjuk rasa diwakili, Fauzan dan Machmud yang mewakli Kandidat ASTA nomor 3.
Dihadapan Anggota dewan, Fauzan menyampaikan tuntutannya, diantaranya, Surat pengunduran diri Kolonel Samsurizal kandidat Pasangan LOGIS dari TNI diharapkan dibacakan dandiperlihatkan kepada umum. KPUD dan Bupati mengkambing hitamkan DPRD dan Bupati dengan mengeluarkan surat keputusan bersama.
Sementara anggota dewan menaggapi, tuntutan pengunjuk rasa diterima dan menyarankan kepada pengunjuk rasa agar melakukan unjuk rasa di kantor Gubernur dan KPUD Propinsi dan DPRD Parimo siap mendampingi.
Hasil Pemungutan suara untuk sementara ini, Pasanagan LOGIS pada urutan paling atas, disusul pasangan ASTA dan pasangan RUSTHAM pada posisi urutan terakhir (rstmopm).
Sekitar 300 orang pendukung kandidat ASTA melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Parimo Jln. Trans Sulawesi. Unjuk rasa yang dikoordinir oleh Ramli dengan membawa spanduk yang bertulisan “ Pilkada Diselimuti Suap, Kecurangan, Penipuan, Money Politik, dan Brantas yang Terlibat Kecurangan “
Melalui perwakilannya, pengunjuk rasa diterima oleh ketua komisi A, DPRD, Bachran, ketua Komisi C, Rusli Kinsal dan Kabag Ops Polres Parimo, Kompol Ilham. Sementara pengunjuk rasa diwakili, Fauzan dan Machmud yang mewakli Kandidat ASTA nomor 3.
Dihadapan Anggota dewan, Fauzan menyampaikan tuntutannya, diantaranya, Surat pengunduran diri Kolonel Samsurizal kandidat Pasangan LOGIS dari TNI diharapkan dibacakan dandiperlihatkan kepada umum. KPUD dan Bupati mengkambing hitamkan DPRD dan Bupati dengan mengeluarkan surat keputusan bersama.
Sementara anggota dewan menaggapi, tuntutan pengunjuk rasa diterima dan menyarankan kepada pengunjuk rasa agar melakukan unjuk rasa di kantor Gubernur dan KPUD Propinsi dan DPRD Parimo siap mendampingi.
Hasil Pemungutan suara untuk sementara ini, Pasanagan LOGIS pada urutan paling atas, disusul pasangan ASTA dan pasangan RUSTHAM pada posisi urutan terakhir (rstmopm).
Kamis, 21 Agustus 2008
PASANGAN LOGIS DIATAS ANGIN KEMENANGAN
SB – 01 - Pasangan calon Bupati dan wakil bupati Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Drs. Longki DjanggolaMsi – Samsurzal Tombolotutu (LOGIS), dengan nomor urut 1 dipastikan unggul di Pilkada Parimo, Kamis (21/8).
Kemenangan pasangan LOGIS diperoleh informasi dari lembaga yang dapat dipercaya. Adapun hasil sementara yang didapat pada Kamis (21/8) pukul 15.00 waktu setempat, perolehan pasangan LGIS 100.769 (47.27%), kemudian disusul pasangan ASTA nomor 3 dengan memperoleh suara sementara 73.390 (34.43%) sedangkan pasangan RUSTHAM dengan nomor urut 2 mendapat 36.323 suara atau 17.04%.
Kemenangan pasangan LOGIS, dipastikan tidak terkejar pesaing kandidat lainnya, pasalnya, perolehan suara yang belum masuk hingga sore ini, hanya di dua desa Manggalapi, Kec. Sausu dan desa Lamusa Kec Parigi Selatan. Keterlambatan suara dari dua desa tesebut disebabkan karena jauh jangkauannya dan bisa dikatakan desa terpencil.
Kemenangan pasangan LOGIS, didapatkan suara terbanyak di 18 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada.
Atas kemenangannya pasangan LOGIS, disambut gembira oleh para pendukungnya. Para pendukung pasangan yang diusung partai PPP, PBB, PDIP, PKB DAN Partai Demokrat meluapkan kegembiraannya dengan berbagai cara.
Longki Djanggola calon nomor satu di Kab. Parimo menharapkan, agar para pendukungnya jangan menyambut dengan eforia atau berlebih-lebihan dan menganjurkan bersikap santun dalam menyambut kemenangannya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak adanya kerusuhan yang terjadi selama pelaksanaan pencoblosan hingga perhitungan suara. Namun adanya insiden kecil yang terjadi, pada pukul 11.00 waktu setempat tadi, Pendukung fanatik dari pasangan salah satu kandidat melakukan sweeping di desa Marantale Kec. Siniu dan di desa Bambalemo, kec. Parigi Utara.
Akibat dari sweeping, salah satu pendukung kandidat yang memakai kaos berlogo kandidat mendapat pemukulan. Namun masalah tersebut segera diantisipasi pihak aparat dan segera tertangani selanjutnya diselesaikan secara kekeluargaan (rstmopm).
Kemenangan pasangan LOGIS diperoleh informasi dari lembaga yang dapat dipercaya. Adapun hasil sementara yang didapat pada Kamis (21/8) pukul 15.00 waktu setempat, perolehan pasangan LGIS 100.769 (47.27%), kemudian disusul pasangan ASTA nomor 3 dengan memperoleh suara sementara 73.390 (34.43%) sedangkan pasangan RUSTHAM dengan nomor urut 2 mendapat 36.323 suara atau 17.04%.
Kemenangan pasangan LOGIS, dipastikan tidak terkejar pesaing kandidat lainnya, pasalnya, perolehan suara yang belum masuk hingga sore ini, hanya di dua desa Manggalapi, Kec. Sausu dan desa Lamusa Kec Parigi Selatan. Keterlambatan suara dari dua desa tesebut disebabkan karena jauh jangkauannya dan bisa dikatakan desa terpencil.
Kemenangan pasangan LOGIS, didapatkan suara terbanyak di 18 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada.
Atas kemenangannya pasangan LOGIS, disambut gembira oleh para pendukungnya. Para pendukung pasangan yang diusung partai PPP, PBB, PDIP, PKB DAN Partai Demokrat meluapkan kegembiraannya dengan berbagai cara.
Longki Djanggola calon nomor satu di Kab. Parimo menharapkan, agar para pendukungnya jangan menyambut dengan eforia atau berlebih-lebihan dan menganjurkan bersikap santun dalam menyambut kemenangannya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak adanya kerusuhan yang terjadi selama pelaksanaan pencoblosan hingga perhitungan suara. Namun adanya insiden kecil yang terjadi, pada pukul 11.00 waktu setempat tadi, Pendukung fanatik dari pasangan salah satu kandidat melakukan sweeping di desa Marantale Kec. Siniu dan di desa Bambalemo, kec. Parigi Utara.
Akibat dari sweeping, salah satu pendukung kandidat yang memakai kaos berlogo kandidat mendapat pemukulan. Namun masalah tersebut segera diantisipasi pihak aparat dan segera tertangani selanjutnya diselesaikan secara kekeluargaan (rstmopm).
Rabu, 20 Agustus 2008
PILKADA KABUPATEN PARIMO BERJALAN LANCAR
Parigi SB - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah( Pilkada), Kab. Parigi Moutong (Parimo), propinsi Sulawesi Tengah kemarin Selasa (19/8) berjalan lancar.
Pilkada yang diprediksi sebelumnya oleh beberapa kalangan akan menimbulkan kerusuhan, ternyata kemarin dalam pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan tanpa adanya gangguan suatu apapun.
Dalam pelaksanaan pencoblosan, di TPS 2 Kel. Kampal, Parigi terlihat masyarakat menggunakan hal pilihnya untuk memilih salahsatu pasangan dari tiga pasangan yang ditawarkan. Masyarakat Kampal dibawah terik matahari berjubel namun sangat teratur untuk menunggu giliran mencoblos.
Bupati Parimo, Anwar Potulene saat meninjau pelaksanaan pencoblosan di TPS 2 Kampal,mengatakan, pilkada yang dlaksanakan pertama kali secara langsung ini sangat mendapat apresiasi dari masyarakat dan ini terlihat banyaknya masyarakat menggunakan hak pilihnya.
Ditempat yang sama Ketua KPUD Parimo mengatakan, pelaksanaan pilkada tidak ada masalah dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana meskipun kemarin adanya perdebatan penundaan.
Menurut hasil pantauan di lapangan kemarin pada pukul 15.00 tepatnya di Kel. Balinggi pada tiga TPS, pasangan Logis meraih suara tertinggi, 683 suara kemudian pasangan Asta meraih 308 suara dan pada posisi ketiga pasangan nomor 2 Rus-Tham meraih 100 suara.
Hingga saat ini patauan melalui KPUD Parimo pada pukul 10.00 waktu setempat pasangan LOGIS nomor1, tetap unggul pada papan atas dengan meraih suara sebanyak 99.325, kemudian disusul pasangan ASTA meraih suara 73.262 dan pasangan ASTHAM nomor 2 meraih suara paling bawah denga merai suara 36.293, sedang jumlah suara yang dianggap tidak syah sebanyak 2.632 suara.
Adapun jumlah suara yang sudah masuk di KPUD baik yang syah maupun suara yang tidak syah berjumlah 211.512 suara dari 257.796 suara.
Yang lebih menarik, Pasangan Logis mengguli di wilayah pencoblosan lawan kandidatnya, Rustam Dg.Rahmatu di TPS III Kel. Loji, Parigi. Logis meraih 289 suara dan sementara yang mempunyai wilayah hanya meraih 33 suara (rstmopm).
Pilkada yang diprediksi sebelumnya oleh beberapa kalangan akan menimbulkan kerusuhan, ternyata kemarin dalam pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan tanpa adanya gangguan suatu apapun.
Dalam pelaksanaan pencoblosan, di TPS 2 Kel. Kampal, Parigi terlihat masyarakat menggunakan hal pilihnya untuk memilih salahsatu pasangan dari tiga pasangan yang ditawarkan. Masyarakat Kampal dibawah terik matahari berjubel namun sangat teratur untuk menunggu giliran mencoblos.
Bupati Parimo, Anwar Potulene saat meninjau pelaksanaan pencoblosan di TPS 2 Kampal,mengatakan, pilkada yang dlaksanakan pertama kali secara langsung ini sangat mendapat apresiasi dari masyarakat dan ini terlihat banyaknya masyarakat menggunakan hak pilihnya.
Ditempat yang sama Ketua KPUD Parimo mengatakan, pelaksanaan pilkada tidak ada masalah dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana meskipun kemarin adanya perdebatan penundaan.
Menurut hasil pantauan di lapangan kemarin pada pukul 15.00 tepatnya di Kel. Balinggi pada tiga TPS, pasangan Logis meraih suara tertinggi, 683 suara kemudian pasangan Asta meraih 308 suara dan pada posisi ketiga pasangan nomor 2 Rus-Tham meraih 100 suara.
Hingga saat ini patauan melalui KPUD Parimo pada pukul 10.00 waktu setempat pasangan LOGIS nomor1, tetap unggul pada papan atas dengan meraih suara sebanyak 99.325, kemudian disusul pasangan ASTA meraih suara 73.262 dan pasangan ASTHAM nomor 2 meraih suara paling bawah denga merai suara 36.293, sedang jumlah suara yang dianggap tidak syah sebanyak 2.632 suara.
Adapun jumlah suara yang sudah masuk di KPUD baik yang syah maupun suara yang tidak syah berjumlah 211.512 suara dari 257.796 suara.
Yang lebih menarik, Pasangan Logis mengguli di wilayah pencoblosan lawan kandidatnya, Rustam Dg.Rahmatu di TPS III Kel. Loji, Parigi. Logis meraih 289 suara dan sementara yang mempunyai wilayah hanya meraih 33 suara (rstmopm).
Selasa, 19 Agustus 2008
PILKADA KABUPATEN PARIMO NYARIS DITUNDA
Parimo - Pilkada kab. Parigi Moutong (Parimo), Sulteng yang menjelang hari pencoblosan, nyaris tertunda akibat permintaan dua pasangan kandidat dari tiga pasangan balon bupati (Parimo) dalam rapat pertemuan di kantor KPUD kemarin, Senin (18/8).
Dua pasangan kandidat yang meminta tunda pelaksanaan pencoblosan, pasangan Asmis Ntosa dengan Rustam (ASTA) nomor tiga dan pasangan nomor dua, Rahmatu – Thamrin Lebe. Permintaan ini disampaikan pada rapat pertemuan dengan KPUD Parimo siangnya dan kemudian dilanjutkan sore harinya di rumah jabata Bupati Parimo.
Dalam pertemuan tersebut, pasangan Asta mengungkapkan, adanya laporan yang diterima masih banyak warga yang wajib memilih belum mendapatkan kartu pemilih atau belum terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU Parimo.
Selain itu, masih banyak warga yang tercatat memiliki kartu pemilih namun tidak diketemukan alamatnya.
Asmir sambil mencontohkan kejanggalan yang terjadi, salah satu TPS 1 yang berada di kelurahan Bantaya, Kec. Parigi telah terjadi penyimpangan dimana dari 509 wajib pilih namun yang terdaftar hanya 252 orang tidak diketahui alamatnya.
Sementara di Kelurahan Kampal, diketemukan puluhan warga yang diduga berasal dari luar wilayah kelurahan tersebut justeru memiliki kartu kartu pemilih.
Kejanggalan lainnya, terdapat nama pemilih ganda yang diberikan kepada orang lain yang tidak memiliki kartu pemilih. Demikian, tutur Asmir didepan rapat sambil memperlihatkan tanda tanda bukti pelanggaran.
Hal senada juga disampaikan wakil kandidat, Thamrin Lebe Nhotsa, Drinya telah menerima laporan dari tim suksesnya di bebrapa kecamatan masih ada ratusan warga yang belum memiliki hak pilih.
Sementara Ketua KPUD Kab. Parimo, Sukirman Andi Rappe dihadapan peserta rapat mengatakan, Kartu pemilih kertas suara telah didistribusikan ke seluruh TPS. Adapun soal adanya kartu yang tidak diketahui pemiliknya, agar PPS untuk menahan kartu tersebut agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Sedangkan permintaan penundaan Pilkada, tidak mudah dilakukan karena harus melalui mekanisme yang berdasarkan Pleno KPU setelah mendapat persetujuan DPRD. Rapat berjalan alot dan dihentikan sesaat dan keputusan rapat diputuskan sore harinya.
Sementara pada rapat berikutnya sore hari di rumah dinas Bupati Parimo, Anwar Ponulele sangat berjalan alot. Di luar rumah ratusan orang dari pendukung dua kandidat berkumpul sambil menggul keputusan sambil meneriakkan Pilkada Tunda.
Dalam pertemuan lanjutan tersebut, Bupati Parimo mengungkapkan, adanya temuan ketidak sesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) seperti di Kelurahan Maesa, Kec. Parigi.
Sementara di di Kec. Parigi Selatan terdapat penggandaan nama dari 682 pemilih hal yang sama juga diketemukan di beberapa wilayah lainnya.
Dua kandidata yang menunda, sementara satu kandidat dari pasangan Logis nomor 1 menolak Pilkada di tunda dengan alasan, semua kandidat mempunyai persoalan yang sama karena tidak ada kandidat yang bisa mengklaim bahwa masyarakat yang belum memiliki kartu pemilih pemilih atau tidak terdaftar DPT adalah masyarakat pendukungnya. Logis meminta, Pilkada harus tetap dilaksanakan.
Akhir putusan rapat, telah diputuskan Pilkada tetap dlaksanakan hari ini Selasa (19/8). Hanya perubaham waktu pencoblosan yang semula dilaksanakan pukul 08.00 – 13.00 dirubah menjadi pukul 10.00 – 15.00. (rstmopm)
Dua pasangan kandidat yang meminta tunda pelaksanaan pencoblosan, pasangan Asmis Ntosa dengan Rustam (ASTA) nomor tiga dan pasangan nomor dua, Rahmatu – Thamrin Lebe. Permintaan ini disampaikan pada rapat pertemuan dengan KPUD Parimo siangnya dan kemudian dilanjutkan sore harinya di rumah jabata Bupati Parimo.
Dalam pertemuan tersebut, pasangan Asta mengungkapkan, adanya laporan yang diterima masih banyak warga yang wajib memilih belum mendapatkan kartu pemilih atau belum terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU Parimo.
Selain itu, masih banyak warga yang tercatat memiliki kartu pemilih namun tidak diketemukan alamatnya.
Asmir sambil mencontohkan kejanggalan yang terjadi, salah satu TPS 1 yang berada di kelurahan Bantaya, Kec. Parigi telah terjadi penyimpangan dimana dari 509 wajib pilih namun yang terdaftar hanya 252 orang tidak diketahui alamatnya.
Sementara di Kelurahan Kampal, diketemukan puluhan warga yang diduga berasal dari luar wilayah kelurahan tersebut justeru memiliki kartu kartu pemilih.
Kejanggalan lainnya, terdapat nama pemilih ganda yang diberikan kepada orang lain yang tidak memiliki kartu pemilih. Demikian, tutur Asmir didepan rapat sambil memperlihatkan tanda tanda bukti pelanggaran.
Hal senada juga disampaikan wakil kandidat, Thamrin Lebe Nhotsa, Drinya telah menerima laporan dari tim suksesnya di bebrapa kecamatan masih ada ratusan warga yang belum memiliki hak pilih.
Sementara Ketua KPUD Kab. Parimo, Sukirman Andi Rappe dihadapan peserta rapat mengatakan, Kartu pemilih kertas suara telah didistribusikan ke seluruh TPS. Adapun soal adanya kartu yang tidak diketahui pemiliknya, agar PPS untuk menahan kartu tersebut agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Sedangkan permintaan penundaan Pilkada, tidak mudah dilakukan karena harus melalui mekanisme yang berdasarkan Pleno KPU setelah mendapat persetujuan DPRD. Rapat berjalan alot dan dihentikan sesaat dan keputusan rapat diputuskan sore harinya.
Sementara pada rapat berikutnya sore hari di rumah dinas Bupati Parimo, Anwar Ponulele sangat berjalan alot. Di luar rumah ratusan orang dari pendukung dua kandidat berkumpul sambil menggul keputusan sambil meneriakkan Pilkada Tunda.
Dalam pertemuan lanjutan tersebut, Bupati Parimo mengungkapkan, adanya temuan ketidak sesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) seperti di Kelurahan Maesa, Kec. Parigi.
Sementara di di Kec. Parigi Selatan terdapat penggandaan nama dari 682 pemilih hal yang sama juga diketemukan di beberapa wilayah lainnya.
Dua kandidata yang menunda, sementara satu kandidat dari pasangan Logis nomor 1 menolak Pilkada di tunda dengan alasan, semua kandidat mempunyai persoalan yang sama karena tidak ada kandidat yang bisa mengklaim bahwa masyarakat yang belum memiliki kartu pemilih pemilih atau tidak terdaftar DPT adalah masyarakat pendukungnya. Logis meminta, Pilkada harus tetap dilaksanakan.
Akhir putusan rapat, telah diputuskan Pilkada tetap dlaksanakan hari ini Selasa (19/8). Hanya perubaham waktu pencoblosan yang semula dilaksanakan pukul 08.00 – 13.00 dirubah menjadi pukul 10.00 – 15.00. (rstmopm)
Sabtu, 16 Agustus 2008
MENANAMKAN CINTA TANAH AIR MELALUI LATIHAN PASKIBRA
Melibatkan siswa/siswi dalam acara serimonial dalam rangka menyambut serta menyemarakan Hari bersejarah bangasa Indonesia, HUT RI ke-63, merupakan salah satu bentuk kegiatan yang tujuannya menanamkan semangat cinta tanah air bagi anak bangsa.khususnya siswa-siswi yang merupakan generasi pemimpin bangsa ke depan.
Dengan semangat cinta tanah air, para siswa-siswi nantinya akan memiliki jiwa patriotisme dan selalu siap untuk bela negara atau siap untuk dipanggil demi kepentingan negara dan bangsa. Dalam menyambut HUT RI – ke 63 kali ini, para siswa siswi kabupaten Poso dilatih kekompakan dan kebersamaan melalui kegiatan Marcing Band.
Jauh jauh sebelum menjelang HUT RI, Marching Band, Genta Praja Mukti yang terdiri dari siswa-siswi Poso menampakkan semagat berlatih setiap harinya, serta memperlihatkan kebolehannya, keserasian dan kekompakannya. Hal ini dilakukan serius karena secara langsung Group Marching Band ini mendapatkan undangan dari Kepala Daereah Kab. Poso untuk memperlihatkan kebolehannya saat puncak acara HUT RI yang dipusatkan di Lapangan Sintuwu Maroso pada Minggu (17/8).
Group Marching Siswa-siswi Poso yang dipimpin oleh seorang lurah Kasintuwu, Poso Kota, Jeri Gembu yang berdiri sudah lama atau pasca konflik ini telah ditampilkan pada event event penting terutama pada acara serimonial.
Sementara untuk menanamkan semangat patriotisme juga ditujukan kepada pemuda pemuda generasi bangsa khususnya daerah Poso melalui latihan Pasukan Pengibar Bendera. (Paskibra). Pemuda pemuda yang tergabung dalam Paskibra direkrut dari element masyarakat terutama pemuda dan TNI- Polri Kab Poso.
Paskibra yang dilatih, tidak memandang dari etnis mana dan agama apa mereka adalah satu tujuan yaitu sukses pelaksanaan acara puncak HUT RI Ke 63. Paskibra tersebut melakukan waktu latihan tidak jauh beda dengan Grup Marching Band yaitu pagi dan siang.
AdapuN yang dilatihkan Paskibra meliputi, keserasian, cekatan, kerapihan, kekompakan dan latihan fisikpun tidak ketinggalan. Bentakan dari Instruktur untuknya, merupakan hal wajar buat dirinya dan ini sebagai tujuan kesuksesan puncak acara.
Kalau dilihat dari kegiatan yang dipersiapkan oleh pemuda pemudi Kab. Poso merupakan contoh konkrit pemuda sebagai generasi penerus peminpin bangsa yang tidak mengenal menyerah, menghagai arti sejarah perjuangan kemerdekaan.
Kegiatan kegiatan semacam ini, sangat bermanfaat untuk membangun semangat patriotisme pemuda untuk menghilangkan rasa saling curiga diantara kita karena jiwanya akan tertanam suatu satu tujuan apa yang diraih, “Sukses”. Jaman perjuangan, satu tujuan,”Merdeka”.
Dengan semangat cinta tanah air, para siswa-siswi nantinya akan memiliki jiwa patriotisme dan selalu siap untuk bela negara atau siap untuk dipanggil demi kepentingan negara dan bangsa. Dalam menyambut HUT RI – ke 63 kali ini, para siswa siswi kabupaten Poso dilatih kekompakan dan kebersamaan melalui kegiatan Marcing Band.
Jauh jauh sebelum menjelang HUT RI, Marching Band, Genta Praja Mukti yang terdiri dari siswa-siswi Poso menampakkan semagat berlatih setiap harinya, serta memperlihatkan kebolehannya, keserasian dan kekompakannya. Hal ini dilakukan serius karena secara langsung Group Marching Band ini mendapatkan undangan dari Kepala Daereah Kab. Poso untuk memperlihatkan kebolehannya saat puncak acara HUT RI yang dipusatkan di Lapangan Sintuwu Maroso pada Minggu (17/8).
Group Marching Siswa-siswi Poso yang dipimpin oleh seorang lurah Kasintuwu, Poso Kota, Jeri Gembu yang berdiri sudah lama atau pasca konflik ini telah ditampilkan pada event event penting terutama pada acara serimonial.
Sementara untuk menanamkan semangat patriotisme juga ditujukan kepada pemuda pemuda generasi bangsa khususnya daerah Poso melalui latihan Pasukan Pengibar Bendera. (Paskibra). Pemuda pemuda yang tergabung dalam Paskibra direkrut dari element masyarakat terutama pemuda dan TNI- Polri Kab Poso.
Paskibra yang dilatih, tidak memandang dari etnis mana dan agama apa mereka adalah satu tujuan yaitu sukses pelaksanaan acara puncak HUT RI Ke 63. Paskibra tersebut melakukan waktu latihan tidak jauh beda dengan Grup Marching Band yaitu pagi dan siang.
AdapuN yang dilatihkan Paskibra meliputi, keserasian, cekatan, kerapihan, kekompakan dan latihan fisikpun tidak ketinggalan. Bentakan dari Instruktur untuknya, merupakan hal wajar buat dirinya dan ini sebagai tujuan kesuksesan puncak acara.
Kalau dilihat dari kegiatan yang dipersiapkan oleh pemuda pemudi Kab. Poso merupakan contoh konkrit pemuda sebagai generasi penerus peminpin bangsa yang tidak mengenal menyerah, menghagai arti sejarah perjuangan kemerdekaan.
Kegiatan kegiatan semacam ini, sangat bermanfaat untuk membangun semangat patriotisme pemuda untuk menghilangkan rasa saling curiga diantara kita karena jiwanya akan tertanam suatu satu tujuan apa yang diraih, “Sukses”. Jaman perjuangan, satu tujuan,”Merdeka”.
MASYARAKAT POSO MERIAHKAN HUT RI KE - 63 PENUH DAMAI
Masyarakat Kabupaten Poso hari ini Sabtu (16/8) dengan penuh damai bertumpah ruah di sepanjang jalan kota untuk menyaksikan lomba gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 63.
Masyarakat yang menonton gerak jalan, dari elemen masyarakat, pegawai kantor dinas kabupaten serta para pelajar untuk menyaksikan lomba gerakjalan yang digelar kota Poso.
Lomba gerak jalan yang diikuti 43 tim dari elemen masyarakat serta kantor dinas kabupaten. Adapun strart dari Lapangan Sintuwu Maroso depan kantor Kabupaten Poso.
Bupati Poso, Inkiriwang yang didampingi oleh Dandim, Kapolsek Poso telah menyetartkan peserta nomor dada 01 dari tim desa Lawanga. Kemudian Dandim Poso menyartkan nomor dada 02 kemudian Kapolres atau yang mewakili menyetertkan berikutnya.
Sebelum memberangkat lomba, Bupati Poso di hadapan peserta lomba maupun penonton mengatakan, Poso Merdeka, Bangsa sudah Merdeka. Selain itu Bupati Poso mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memelihara kedamaian yang telah dibina selama ini.
Sementara di sepanjang jalan kota Poso yang dilalui route gerak jalan, kanan kiri badan jalan dipenuhi penonton baik tua, muda maupun anak anak.
Sedang besuk, Minggu (17/8) merupakan hari puncak acara peringatan HUT RI yang akan dipusatkan diLapangan Sintuwu Maroso.(rstmopm)
Masyarakat yang menonton gerak jalan, dari elemen masyarakat, pegawai kantor dinas kabupaten serta para pelajar untuk menyaksikan lomba gerakjalan yang digelar kota Poso.
Lomba gerak jalan yang diikuti 43 tim dari elemen masyarakat serta kantor dinas kabupaten. Adapun strart dari Lapangan Sintuwu Maroso depan kantor Kabupaten Poso.
Bupati Poso, Inkiriwang yang didampingi oleh Dandim, Kapolsek Poso telah menyetartkan peserta nomor dada 01 dari tim desa Lawanga. Kemudian Dandim Poso menyartkan nomor dada 02 kemudian Kapolres atau yang mewakili menyetertkan berikutnya.
Sebelum memberangkat lomba, Bupati Poso di hadapan peserta lomba maupun penonton mengatakan, Poso Merdeka, Bangsa sudah Merdeka. Selain itu Bupati Poso mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memelihara kedamaian yang telah dibina selama ini.
Sementara di sepanjang jalan kota Poso yang dilalui route gerak jalan, kanan kiri badan jalan dipenuhi penonton baik tua, muda maupun anak anak.
Sedang besuk, Minggu (17/8) merupakan hari puncak acara peringatan HUT RI yang akan dipusatkan diLapangan Sintuwu Maroso.(rstmopm)
Langganan:
Postingan (Atom)