Selasa, 17 Maret 2009

SUKSESNYA PEMILU DIUKUR DARI SOSIALISASI

Palu - Kapolda SulawsiTengah, Brigjen Polisi Drs.Suparni Parto menilai, keberhasilan pelaksanaan Pemilu 2009 ditentukan kegiatan sosialisasi yang secara terus menerus digalakkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara Pencontrengan yang baik dan benar.

Kapolda Sulawesi tengah saat ditemui diruang kerjanya pada Selasa (17/3) yang didampingi Kadit Humas, AKBP Drs.Irfaizal Nasution menekankan, perlunya sosialisasi tersebut mengingat mekanisme penyelengaraan Pemilu kali ini sangat berbeda pada Pemilu sebelumnya.

Adapun untuk penanganan keamanan selama tahapan Pemilu, menurutnya, sudah dipersiapkan secara matang sehingga pelaksanaa Pemilu akan berlangsung aman dan lancar.*****


DISHUT SULTENG LAKUKAN HUT BHAKTI RIMBAWAN KE 26

Palu -
Hutan tidak hanya memiliki fungsi sosial, ekonomi, dan sosial budaya tetapi juga fungsi ekologis yang peranannya sangat vital bagi sistem penyangga kehidupan.

Terjadinya fenomena di muka bumi dewasa ini seperti pemanasan global dan perubahan iklim, merupakan tantangan bagi rimbawan untuk segera bertindak sesuai profesi dan porposinya masing masing.

Dalam tertulis Menteri Kehutanan RI, DR HMS. Kaban pada peringatan hari Bhakti Rimbawan ke 26 tingkat Propinsi Sulawesi Tengah yang dibacakan Wakil Gubernur H.Achmad Yahya SE MM, mengatakan, salah satu upaya menusia untuk mengurangi efek pemanasan Global dan perubahan iklim dengan memperbanyak pohon dan tanaman.

Oleh karenya, diperlukan upaya mempertahankan keutuhan ekosistim hutan dan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran dan melakukan berbagai program rehabilitasi hutan seperti Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL).

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sulawesi Tengah, Ir. Nahardi disela sela peringatan Hari Bhakti Rimbawan menyebutkan, dalam hari Bhakti Rimbawan yang ke 26 ini pihaknya melakukan berbagai kegiatan baik olah raga maupun gerakan aksi penanaman pohon.

Hal tersebut dilakukan lanjut Nahardi, sesuai gerakan moral yaitu, mengajak semua pihak untuk mengubah pola pikir dari kebiasaan menebang pohon menjadi cinta menanam dan memelihara pohon sesuai dengan Thema hari Bhakti Rimbawan ke 26, Dengan semangat kebersamaan rimbawan kita sukseskan kegiatan penanaman pohon one man one three.

Dibagian lain, Nahardi juga menyebutkan, agar pembangunan kehutanan di Sulawesi Tengah dapat diwujudkan dan kelestarian hutan dengan keanekaragaman hayati serta ekosistemnya dapat terjaga, maka diperlukan sinergitas dari para Rimbawan di Indonesia.******


PARPOL PESERTA PEMILU 2009 KABUPATEN POSO
LAKUKAN KAMPANYE DAMAI

Poso – Deklarasi kampanye Pemilu Damai 34 Partai Politik peserta Pemilu dan calon anggota DPD daerah pemilihan Kabupaten Poso, kemarin Senin (16/3) berlangsung di alun alun Sintuwu Maroso, Poso.

Setelah deklarasi bersama untuk melakukan kampanye damai di Kabupaten Poso, seluruh pimpinan Partai Politik peserta Pemilu dan ketua KPU Poso, Iskandar Lamuka menandatangani naskah kesepahaman itu yang disaksikan Wakil Bupati Poso, Abdul Munthalib Rimi SH MH, unsur Muspida, ketua Panwaslu serta Kakesbang Penda Kab. Poso.

Ketua KPU Poso, Iskandar Lamuka tadi pagi Seala (17/3) sebelum mensosialisasikan Pemilu kepada seluruh kepala desa se Kab. Poso di Ruang Pangombo Kantor Bupati Poso mengatakan, paling tidak ada tiga komitmen penting yang harus ditaati Partai peserta Pemilu 2009 dalam berkampanye.

Adapun tiga pernyataan penting yang harus ditaati, menurutnya, komitmen bersama dari seluruh partai politik peserta Pemilu untuk melaksankan kampanye secara damai, aman,tertib, menghindari cacar cara kekerasan dan menghindari antar masa pendukung partai.

Komitmen selanjutnya, komitmen dan tekad seluruh partai Politik di Kab.Poso untuk menjaga kebersamaan, persaudaraan dan saling menghargai antar sesama Parpol serta sesama calon angota Legislatif.

Komitmen bersama dari seluruh Parpol, untuk siap melaksanakan dan mematuhi segala peraturan perundang undangan yang berlaku serta siap untuk menyukseskan Pemilu 2009.

Terkait sangsi bagi Parpol yang melanggar, Iskandar Lamuka menegaskan, sudah tertuang dalam ketentuan perundang undangan yang mengatur perihal Pemilu.

Dikatakannya, dalam penyelenggaraan Pemilu dengan tahapan yang ada termasuk dalam pelaksanaan kampanye setiap peserta Pemilu atau Parpol yang emlakukan pelanggaran yang bersifat pidana maka Panwas dan Penyidik akan melakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan pidana Pemilu.

Sedangkan pelanggaran yang bersifat administrasi, menjadi kewenangan KPU untuk menindak dengan tegas(rstmopm).

Senin, 16 Maret 2009

PARPOL PEMILU 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH LAKUKAN DEKLARASI DAMAI

Palu/Poso - Seluruh Partai Politik yang terdaftar sebagai peserta Pemilu 2009 di beberapa daerah wilayah Propinsi Sulawesi Tengah hari ini Senin (16/3) melakukan pawai damai secara bersamaan.

Seperti di Palu, 37 dari 38 kontestan Parpol peserta Pemilu 2009 melakukan pawai keliling yang di mulai pada pukul 10.30 Wita. Adapun pawai ini telah diikuti sedikitnya 700 orang dengan 76 kendaraan roda empat.

Pawai yang dilepas oleh Ketua KPUD Propinsi Sulteng, DR.Ir.Adam Malik,Msc tersebut, dari Pelabuhan Pantoluan.dan selanjutnya mengelilingi Kota Palu dan finish di Lapangan Vatulimo pada pukul 12.30 Wita.

Thema yang diusung dalam kegiatan tersebut, “Bersama menjaga, kawal dan pelihara pemilu 2009 yang damai dan anti kekerasan”. Pukul 12.30 Wita kegiatan selesai dengan tertib dan aman.

Sedangkan di Kab. Poso, kampanye bersama dan Deklarasi damai dimulai pada pukul 09.15 Wita dan start dari Lapangan Sintuwu Maroso dilanjutkan keliling kota Poso.

Ikut dalam kampanye, sedikitnya 800 kendaraan rodan dua dan sekitar 150 kendaraan roda empat.

Seluruh Parpol diantaranya berkometmen dan bertekad, melaksanakan kampanye pemilu tahun 2009 secara damai aman dan tertib menghindari penggunaan cara-cara kekerasan serta saling menghargai sesama parpol dan calon anggota legislatif, Menjaga kebersamaan dan persaudaraan dalam bingkai sintuwu maroso serta manjaga keutuhan negara kesatuan repoblik indonesia.

Komitmen tersebut, disepakati dan ditandatangani secara saksama oleh parpol pemilu 2009. Namun, ada sembilan Parpol yang tidak menandatangani komitmen tsb yang disebabkan tidak adanya pendukung dari sembilan partai tersebut.sb.
Adapun penandatanganan komitmen tersebut, disaksikan oleh seluruh unsur Muspida Kabupaten Poso (rstmopm).

Minggu, 15 Maret 2009

37 PARPOL PEMILU 2009 PROPINSI SUSEL LAKUKAN PAWAI BERSAMA

Palu – Seluruh Partai politik yang terdaftar sebagai peserta Pemilu 2009 di KPU Propinsi Sulawesi Tengah besuk, Senin (16/3) akan melakukan pawai bersama menandai pelaksanaan kampanye terbuka Pemilu 2009.

Sebanyak 37 dari 38 partaipolitik yang terdaftar di KPU Propinsi Sulawesi Tengah, dijadwalkan besuk akan melakukan pawai bersama serangkaian pembukaan pelaksanaan kampanye terbuka di Slawesi Tengah.

Pembukaan pelaksanaan kampanye terbuka tersebut, dengan mengambil start dari pelabuhan Pantoloan dengan finish lapangan Fatulemo,Palu setelah melalui route Kec. Palu Utara, Palu Timur, Palu Barat dan Palu Selatan.

Ketika dihubungi via Celuler, Ketua KPU Propinsi Sulawesi Tengah, DR. Ir Adam Malik MSc mengharapkan, kepada seluruh Parpol peserta Pemilu 2009 agar didalam melaksanakan kampanye hendaknya mentaati tata aturan perundang undangan yang berlaku.

Pawai bersama kampanye bagi seluruh pertai politik peserta pemilu tersebut, menggunakan kendaraan empat dan dianjurkan setiap parpol menggunakan satu buah kendaraan roda dua. Hal ini dimaksudkan, agar dari seluruh kendaraan parpol peserta pemilu tersebut tidak mengganggu lalulintas lainnya.*******


KEBERSAMAAN DAN PERSATUAN UNTUK MEWUJUDKAN KEHIDUPAN YANG DAMAI

Sigi -
Kenikmatan yang paling besar diberikan Tuhan kepada umatnya setelah keimanan adalah tanah air Indonesia.

Tanah Air Indonesia yang begitu luas dan Indah serta kekayaan alam yang begitu berlimpah perlu dijaga dan dilestarikan termasuk Propinsi Sulawesi Tengah.

Demikian diatas, himbauan dari Menpora RI, Adiyaksaa Daud pada acara Silaturahmi sosial bersama masyarakat yang dipusatkan di Lapangan sepak bola Garuda Mas, Kaluku Bula, Kab. Sigi, Kemarin, Minggu (14/3


Kebersamaan dan persatuan sangat diharapkan, untuk mewujudkan dalam suatu kehidupan yang penuh dengan kedamaian baik sesama umat beragama maupun dengan pemerintah.

Adiyaksa Daud dalam kunjungannya di Sulawesi Tengah khususnya di Kab. Sigi, melakukan berbagai kegiatan diantaranya, melakukan pembukaan olah raga tradisional di Desa Bora dan peletakan batu pertama pembangunan gedung olah raga mini di desa Dolo.

Usai kunjungan di kota palu, Adiyaksa Daud beserta rombongan pada hari ini, Minggu (15/3) melanjutkan kunjungan di Kab. Poso.*****



SOSIALISASI PEMILU TERUS DILAKUKAN
DI KAB. DONGGALA
Donggala - Sosialisasi Pemilu, 9 April 2009 hingga kini masih terus dilakukan seperti di Kec. Pinepane, Kab. Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah.

Panitya Pemilihan Kecamatan(PPK) Pinepane, melalui Panitya Pemungutan Suara (PPS) telah menyiapkan 16 TPS di wilayah Kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Marwola itu. TPS yang disiapkan tersebut, tersebar pada enam desa untuk 3798 orang pemilih.

Camat Pinempane, Rusmin Lase M Sos mengatakan, pihak pemerintah kecamatan dan desa, memberikan dukungan sepenuhnya kepada PPK serta PPS untuk suksesnya Pemilu yang kini hanya tinggal menghitung hari pelaksanaannya. Selain itu, Pemerintah dan PPK juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sosialisasi tersebut mendapat tanggapan positif ditandai banyaknya warga yang menghadirinya. Menyinggung stabilitas keamanan menjelang hari H Pemilu 9 April 2009 mendatang, di wilayah kecamatan Pinepane menurut Rusmin, cukup kondusif, peran dan partisipasi masyarakat cukup menonjol dalam mewujudkannya (rstmopm).

Jumat, 13 Maret 2009

KABUPATEN DONGGALA PENYUMBANG SWASEMBADA PANGAN

Donggala – Keberhasilan Kabupaten Dongala, Propinsi Sulawesi Tengah berswasembada beras sejak tahun 1993, telah mampu menempatkan diri daerah ini sebagai penyumbang swasembada pangan Sulawesi Tengah bersama Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Banggai.

Keberhasilan daerah ini berswasembada beras sempat diungkapkan Gubernur HB Paliudju ketika melakukan panen raya padi diatas areal seluas 400 Hektare di Desa Tonggolo Bibi, Kec. Sojol, Kab. Donggala kemarin Kamis (12/3).

Bahkan Sulawesi Tengah menurut HB Paliudju, pada tahun 2008 lalu, menyuplay beras ke Propinsi Gorontalo lebih 2000 ton termasuk penyumbang di Tanh Air diatas rata rata target nasional 5%.

Keberhasilan tersebut, ungkap Pliudju, menyebabkan daerah ini memperoleh penghargaan dari Presiden tahun 2008 lalu.

Selain melakukan panen raya, Gubernur beserta rombongan juga meninjau Bendungan irigasi di Desa Tonggolo Bibi yang rusak total akibat musibah bencana alam bulan Januari lalu.

Sementara itu, Bupati Donggala, Drs Habir Panulele, yang dikonfermasi tentang potensi pertanian di daerahnya menyatakan, cukup tersedia dan bahkan di Kecamatan Sojol tahun ini, akan dilakukan pencetakan sawah baru.

Menyinggung luas areal pertanian di wilayah Kab. Donggala, Habir Panulele menyebutkan, saat ini mencapai 200.093 Hektar yang terdiri dari 33.000 hektar persawahan dan 18.000 lahan kering yang telah mampu membawa daerah ini surplus beras tahun 2008 sebesar 81.251 ton.

Mengakhiri kunjungan kerja Gubernur di wilayah Pantai Barat, sore kemarin juga mengahdiri peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1430 H yang diselenggaraka Dharma Wanita Persatuan Dinas cabang Dikjar Kec Sojol di desa Pangalasian.

Pada kesempatan itu, HB Paliudju selain mengingatkan pentingnya mewarisi nilai nilai keteladan Nabi Muhammad SAW, juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan pesta demokrasi Pemilu Legislatif dan pemilu Presiden/Wakilpresiden 2009 untuk kesinambungan pembangunan dan pemerintahan kedepan.******


KABUPATEN POSO BENTUK DESK PEMILU 2009

Poso - Untuk mewujudkan sukses Pemilu di Kabupaten Poso, Propinsi Sulawesi Tengah melibatkan berbagai pihak terutama dalam menciptakan kedamaian dan keamanan.

Menjelang pelaksanaan Pemilu 9 April 2009, pemerintah Kabupaten Poso terus mengoptimalkan berbagai kegiatan diantaranya melakukan pertemuan secara berkesinambungan baik dari pihak TNI/Polri, tokoh Agama dan tokoh Masyarakat.

Terkait dengan jelang kesiapan pemilu 2009, terlebih lagi saat ini pihak eksekutif telah membentuk Desk Pilkada yang telah siap memberikan informasi aktual selama 24 Jam.

Masyarakat dan pemerintah daerah setempat sangat optimis bahwa kedamaian dan keamanan yang telah terbangun ditengah masyarakat di Kabupaten Poso mempunyai pengaruh besar terhadap kelancaran pelaksanaan Pemilu Legislatif daerah, pusat dan DPD tanggal 9 April 2009 mendatang(rstmopm).

Kamis, 12 Maret 2009

POSO GELAR OPERASI PENGAMANAN PEMILU 2009

Poso - Tepatnya dihari Rabu (11/3) dua hari yang lalu Polres Poso menggelar pasukan operasi Mantap Brata dalam rangka pengamanan Pemilu 2009 yang bertujuan untuk mengawal dan mengamankan jalannya pesta dekrasi.

Mulai dari tahap perencanaan hingga purna Pemilu yang merupakan dalam agenda nasional dalam menentukan anggota Legislatif Kabupaten, Propinsi pusat serta pengamanan pemilihan Presiden 2009.

Hal ini, perlunya suatu sistem pengamanan yang secara efektif sehingga dalam pelaksanaanya nanti dapat berjalan , aman, lancar, dan sukses demi terciptanya masyarakat yang adil dan sejahtera.

Dalam Gelar pasukan tersebut, Kapolres Poso AKBP, Drs. Adeni Mohan Daeng Pabali MM selaku inspektur upacara mengatakan, penyelenggaraan pemilu 2009 pihak Polri telah menggelar operasi dengan sandhi Mantap Brata sejak bulan Juli tahun lalu dengan tujuan menciptakan Kamtibmas yang kondusif.

Disamping itu juga, Polri telah menggelar berbagai bentuk operasi penciptaan kondisi diantaranya, pemberantasan premanisme dan pemberantasan kejahatan jalanan.

Polri juga telah melakukan latihan gabungan penanggulangan Terorisme bersama unsur TNI serta unsur terkait lainnya sebagai wujud kesiap siagaan dan ketanggapansegeraan untuk menciptakan menjelang pemilu tahap inti, Ulas Kapolres Poso saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol Drs.H Bambang Hendarto Danuri MM dihahalaman Mapolres Poso.

Kapolri dalam pesannya, perlu adanya peran KPU selaku penyelenggara pemilu dan Bawaslu Panwaslu selaku unsur pemilu agar dapat bekerjasama dan mendapat dukungan dari beberapa pihak lainnya dalam melaksankan tugasnya.

Sementara dalam apel gelar pasukan tersebut, ditandai dengan penyematan tanda operasi kepada perwakilan dari tiga institusi, TNI, Polri, serta dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika serta menampilkan peragaan atau simulasi pengamanan pemilu dan ditandai pemencetan tombol peledakan bom oleh Bupati Poso, Drs.Piet Inkiriwang MM.

Dalam upacaranya, telah dihadiri unsur Muspida Kab. Poso, ketua KPU Poso, Anggota DPRD Poso, serta para anggota Parpol dan para tamu undangan lainnya (rstmopm).

Rabu, 11 Maret 2009

SULAWESI TENGAH GELAR PASUKAN PENGAMANAN PEMILU 2009

Palu – Gelar pasukan pengamanan Pemilu 2009, pagi tadi, Rabu (11/3) dilaksankan di lapangan Fatulemo Kota Palu dengan Inspektur Upacara Wakapolda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Drs. I Komang Udayana.

Gelar pasukan merupakan representasi dari kesiapan aparat atas tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan Negara dan seluruh rakyat Indonesia untuk menjamin keamanan dan ketertiban.

Untuk suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2009, pagi tadi telah dilakukan apel gelar pasukan yang dipimpin Wakapolda Sulawesi Tengah Kombes Pol I Komang Udayana di Lapangan Fatulemo Kota Palu.

Kegiatan tersebut, melibatkan dari pasukan Polda Sulawesi Tengah, TNI AD dan TNI AL, Polisi Militer, Linmas serta Pemadam Kebakaran.

Gelar pasukan yang dihadiri Gubernur Propinsi Sulawesi Tengah, HB Paliudju dan unsur Muspida Sulawesi Tengah serta Walikota Palu ditandai penyematan pita tanda operasi secara simbolis yang dilakukan oleh inspektur upacara kepada satu orang perwakilan Polisi dan satu orang dari TNI.

Pada kesempatan itu, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Bambang Hendarso Danuri MM dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Wakapolda, anatara lain mengatakan, jaminan keamanan, ketertiban dan kelancaran demi suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2009, yang dipercayakan kepada aparat keamanan harus diwujudkan.

Pemilu 2009 merupakan agenda Nasional dari perjalanan Demokrasi di Indonesia. Proses dari sistem politik demokrasi tersebut, menurut Kapolri, harus dihadapi dengan penuh kedewasaan dan kematangan berfikir serta bertindak dalam menghadapi setiap tahapannya.

Sikap yang demikian demokrasi sebagai sebuah sistem politik akan berjalan efektif dalam pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, demikian lanjut Kapolri.*******


PEMERINTAH DAERAH PROPINSI SULTENG SELENGGARAKAN ORIENTASI PEMANTAPAN KETAHANAN BANGSA

Palu -
Dalam perkembangan globalisasi dan reformasi saat ini, kehidupan kebangsaan suatu negara termasuk negara Indonesia dihadapkan pada tantangan internal maupun global.

Berbagai perubahan dalam aspek bangsa dan negara, terjadi begitu cepat dan bergerak tanpa mengenal batas suatu negara. Dihadapan peserta orientasi pemantapan ketahanan bangsa Propinsi Sulawesi Tengah yag berlangsung tadi pagi, Rabu (11/3) di Palu.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H Achmad Yahya SE MM mengatakan, bangsa Indonesia yang sangat majemuk dengan berbagai persoalan multi demensi yang dialami saat ini, sangat potensi untuk memicu terjadinya konflik sosial dan disintegrasi bangsa.

Oleh karenanya, penyelengaraan orientasi pemantapan ketahanan bangsa tahun 2009 ini, sangat penting dilaksankan utamanya bagi para pejabat maupun sebagai aparatur pemerintah daerah di Sulawesi Tengah.

Menurut Wakil Gubernur, H Achmad Yahya SE MM, cukup beralasan dalam upaya untuk mengembangkan kesadaran dan semangat kebangsaan serta kepimpinan nasional maupun kepimpinan di daerah agar dapat menyadari dan memahami hak dan tanggung jawab sebagai pribadi maupun sebagai pejabat dalam melayani masyarakat.

Program perbaikan struktur politik, peningkatan kuwalitas peoses politik dan program pengembangan budaya politik, jelas Achmad Yahya,diarahkan kepada terwujudnya sistem politik nasional yang demokratis yang utuhnya NKRI.

Ketua panitya pelaksana, Safri Alikadir SH dalam laporannya menyebutkan, orientasi pemantapan ketahanan bangsa propinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung sehari diikuti 250 perserta terdiri dari pejabat eslon II, III dilingkungan pemerintah daerah Propinsi Sulawesi Tengah.

Adapun tujuannya, untuk meningkatkan ketahanan bangsa dalam mewasdai ancaman disintegrasi bangsa dan memantapkan semangat persatuan dan kesatuan dalam pengakuan NKRI bagi aparat pemerintah daerah di Sulawesi Tengah.*****


LAHAN PERKEBUNAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG MEMBERIKAN KONSTRIBUSI KEPADA MASYARAKAT TANI

Parigi Moutong -
Potensi lahan perkebunan di Kabupaten Parigi Moutong sudah merasa memberikan konstribusi kepada masyarakat tani setempat.

Wilayah Kabupaten Parigi Moutong yang membujur dari selatan hingga ke arah utara trans Sulawesi membentang areal pertanian dan perkebunan yang cukup subur.

Berbagai jenis tanaman pertanian yang menghiasi wilayah yang berbatasan dengan propinsi Gorontalo ini, memberi kesan kesejahteraan bagi petani setempat.

Dari penelusuran dilapangan, ternyata tanaman yang paling diminati para petani saat ini adalah komoditi Kakao. Sementara tanaman kelapa dalam, yang sudah berurat - berakar bagi masyarakat setempat, secara berangsur mulai ditinggalkan.

Hal ini mempunyai alasan, ditengah kondisi krisis finansial dewasa ini, harga kopra turun drastis. Sementara komoditi coklat, masih tetap bertahan dengan harga yang cukup menjajikan.

Walaupun demikian, keberadaan komoditi coklat tersebut belum mampu memberi konstribusi yang signifikan bagi petani setempat, tapi justeru lebih memberi keuntungan bagi para pedagang.

Seperti halnya di Kecamatan Tomini, umumnya para petani coklat setempat terpaksa menjual coklatnya dengan harga murah sebelum dipanen untuk menutupi biaya produksi.

Salah satu pedagang yang sekaligus juga petani coklat setempat, Irham Yamin mengakui, banyak petani coklat yang menjual coklatnya kepadanya sebelum dipanen.

Menyikapi kondisi seperti ini, Ir.Thamrin MS dari dinas pertanian Sulawesi Tengah mengatakan, pihaknya telah berupaya memberikan solusi diantaranya, dengan menghimpun para petani dalam suatu kelompok guna dapat lebih mengefesienkan biaya produksi.

Yang lebih memperihatinkan lagi, diantara para petani ada yang sering menjual kebun coklatnya hanya karena terdesak dengan biaya yang bersifat konsumtif seperti pelaksanaan pesta hajatan keluarga.*****


MENJELANG KAMPANYE PEMILU 2009 PEMERINTAH SULTENG LAKUKAN DZIKIR DAN DO’A BERSAMA

Palu -
Untuk menyambut pelaksanaan kampanye terbuka Pemilu yang akan dimulai tanggal 16 maret 2009, Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Polda Sulawesi Tengah, dan serikat Kolomnis Palu akan menggelar Dzikir dan do’a bersama yang akan diselenggaraka pada minggu(15/3).

Untuk memantapkan Dzikir dan do’a bersama tersebut, kemarin siang, Selasa (10/3) berlangsung rapat yang dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Propinsi Sulawesi Tengah, Drs. H Baharudin Tantriwali Msi.

Prosesinya menurut Baharudin, diawali dengan Sholat Magrib berjamaah dan dilanjutkan dengan Dzikir dan do’a bersama.

Kegiatan tersebut menurut serikat kolumnis Palu, Drs. Supardi Ibrahi, akan melibatkan tokoh agama, baik Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Diharapkan, dihadiri sekitar 3000 peserta dan dipustkan di halaman Mapolda, Sulawesi Tengah.

Sedangkan pada minggu tenang menjelang pencoblosan, papar Supardi Ibrahim, kembali akan digelar kegiatan yang sama di halaman kantor Gubernur.******


PELAKSANAAN STQ KE XX DI POSO
MENGALAMI PENGUNDURAN

Poso -
Pelaksanaan Seleksi Tiwatul Qur’an (STQ) tingkat Propinsi Sulawesi Tengah, semula dijadwalkan akhir April, kembali mengalami pengunduran awal Mei 2009 mendatang.

Pengunduran pelaksanaan STQ Ke-XX tingkat Propinsi Sulawesi Tengah tahun 2009 di Poso tersebut, merupakan hasil keputusan rapat koordinasi antar instansi terkait yang dipimpin Wakil Bupati, Abdul Muthalib Rimi pada beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya, jadwal pelaksanaan STQ ditetapkan berlangsung tanggal 26 Maret 2009 hingga 30 April mendatang. Namun dengan pertimbangan hal penting yang terkait dengan padatnya kegiatan peserta didik menghadapi ujian Nasional, maka penetapan pelaksanaan bulan Mei 2009.

Pelaksanaan STQ ke XX ini, dijadwalkan tanggal, 4 hingga 29 Mei 2009 di arena utama Lapangan Sintuwu Maroso, Poso.

Sementara mengenai kesiapan arena utama dan saat berita ini diturunkan, perampungan pembangunannya telah mencapai 70% termasuk kesiapan penginapan para petugas dan bagi para Kafilah utusan daerah Kabupaten/Kota sebagai peserta (rstmopm).

Selasa, 10 Maret 2009

SATU PARPOL DI SULAWESI TENGAH PASTIKAN GAGAL MASUK PEMILU 2009

Palu – Satu partai poliik yang terdaftar di KPU Propinsi Sulawesi Tengah dipastikan tidak akan mengikuti pesta Demokrasi tahun 2009 sebagai peserta.

Dari 38 Parpol yang terdaftar sebagai peserta pemilu di KPU Propinsi Sulawesi Tengah, satu diantaranya yakni nomor urut 42 Partai Persatuan Nahdatul Umah Indondesia (PPNUI) Sulawsi Tengah dipastikan tidak ikut peserta dalam pemilu 2009 di Sulawesi Tengah.

Saat dikonfermasi hari ini Selasa (10/3), Ketua KPU Propinsi Sulawesi Tengah Dr. Adam Malik MSc. Mengakui, tidak ikutnya PPNUI Slawesi Tengah sebagai peserta pemilu disebabkan salahsatu syarat yang tidak dipenuhi Parpol tersebut adalah tidak memasukan daftar nomor Rekening hingga batas waktu yang ditetapkan tanggal 9 Maret 2009.

Menurut Adam Malik, hingga batas waktu yang ditetapkan tersebut pada pukul 24.00 Wita tadi malam Parpol yang bersangkutan tidak menyetor nomor rekeningnya.

Karena itu, ungkap Adam Malik, berdasarkan Undang undang No.10 tahun 2009, bagi Parpol yang tidak menyetor nomor rekening tidak berhak sebagai peserta Pemilu.

Dari 37 Parpol yang telah menyerahkan nomor rekening kepada KPU untuk tingkat Propinsi Sulawesi Tengah ungkap Adam Malik, Partai Golkar yang terbesar nilainya mencapai Rp 55 juta, disusul Partai Persatuan Daerah Rp 50 juta,serta Partai Peduli Rakyat Nasional sebesar Rp 25 juta.

Sedangkan untuk calon DPD Sulawesi Tengah, dari 39 orang yang terdaftar secara keseluruhan telah menyerahkan rekeningnya masing masing.****


50 ORANG PEMANTAU PEMILU SULTENG MENGIKUTI BIMBINGAN TEHNIS

Palu -
Sekitar 50 orang peserta calon pemantau pemilu tingkat Propinsi Sulawesi Tengah, tadi pagi, Selasa (10/3) mengikuti bimbingan tehnik pemantau yang dilakukan KPU Propinsi Sulawesi Tengah.

KPU Propinsi Sulawesi Tengah sebagai penyelenggara Pemilihan Umum 2009, telah memberikan bimbingan tehnis kepada 50 peserta calon pemantau pemilu tingkat propinsi Sulawesi Tengah di Citra Mulia Hotel.

Bimbingan Tehnis yang berlangsung hingga pukul 13.00 Wita tersebut, dibuka ketua KPU Sulawesi Tengah diwakili Divisi Sosial dan Sumber daya manusia, Ny. Patrecia Lamarauna SH.

Seusai pelaksanaan bimbingan tehnis, Ny. Patrecia menjelaskan, pelaksanaan bimbingan tehnis bagi calon pemantau dimaksudkan, untuk meningkatkan mutu dan kuwalitas pelaksanaan pemilu 2009.

Karenanya, ungkap Patrecia, seorang pemantau harus memiliki empat hal yang menjadi perhatiannya adalah, pemantau dapat melakukan sosialisasi, memberikan pendidikan kepada pemilih, dapat memantau proses pemungutan suara di tingkat TPS serta dapat melakukan penghitungan cepat.

Sementara itu, ketua Panwaslu Propinsi Sulawesi Tengah, Drs. Kasman Jaya mengakui, pemantau merupakan mitra daripada Panwaslu didalam mengawasi setiap pelaksanaa tahapan pemilu di Sulawesi Tengah.

Karena itu, keberadaan pemantau sangat diharapkan didalam melakukan pemantauan kemungkinan terjadinya penyimpangan dari setiap proses tahapan pemilu yang tidak sesuai dengan aturan.

Dari 50 orang yang mengikuti bimbingan tehnis penyelenggaraan pemilu bagi pemantau terdiri dari, Mahasiswa, Pers, maupun lembaga lainya yang terkait dengan kegiatan pemantau pemilu 2009.****


PROPINSI SULTENG TERUS UPAYAKAN TENAGA KERJA YANG PRODUKTIF

Palu - Untuk mewujudkan Visi dan Misi pemerintah propinsi Sulawesi Tengah maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Propinsi Sulawesi Tengah terus berupaya mengkatkan tenaga kerja dan masyarakat transmigrasi yang produktif, kompotitif dan sejahtera.

Dihadapan para wartawan tadi pagi, Selasa (10/3) dalam pemaparan program kerja tahun 2009 Dinas Nakertrans, Kepala Dinas Nakertrans Propinsi Sulawesi Tengah, H.David Halim.Msi mengatakan, selain meningkatkan kuwalitas dan produktifitas tenaga kerja dan transmigrasi juga mendorong perluasan kesempatan kerja, meningkatkan penempatan tenaga kerja sesuai dengan misi Dinas Nakertrans.

Dikatakannya, untuk memperluas dan menciptakan kesempatan kerja dilakukan, penyiapan tenaga kerja mandiri, peningkatan ketrampilan tenaga kerja dan pengembangan kemampuan kewirausahaan serta kuwalitas tenaga kerja.

Kasemuanya tersebut, tegas David, dilakukan melalui program peningkatan kuwalitas dan produktifitas tenaga kerja, perluasan dan pengembangan kesempatan kerja, pengembangan wilayah tertinggal, serta program pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut, pihaknya mengalokasikan dana APBN 2009 melalui dana dekonsentrasi senilai Rp 3 milayar lebih dan dana pembantuan senilai Rp 39. 5 milyar lebih.

Dengan adanya program tersebut diharapkan ke depan masalah tenaga kerja dan masyarakat transmigrasi dapat teratasi(rstmopm).