Minggu, 22 Februari 2009

HEWAN TERNAK DI PALU KENDALA PENATAAN WILAYAH

Palu - Salah satu kendala yang dihadapi dalam menciptakan kota Palu sebagai kota yang bersih, indah dan nyaman belum terapkannya secara efektif Perda tentang penertiban hewan ternak.

Ketua forum peduli penataan bantaran sungai wilayah barat kota Palu, Drs. Tarif A sangat menyayangkan tidak efektifnya penerapan Perda tentang penertiban hewan ternak di kota Palu.

Hal tersebut menjadi salahsatu permasalahan yang dihadapi forum peduli penataan bantaran sungai dalam menata wilayah yang menjadi tanggung jawabnya yang dikarenakan banyaknya hewan ternak yang berkeliaran.

Padahal menurut Tarif, masyarakat telah menunjukan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Demikian juga, SKPD dan dunia di kota Palu telah ikut berpartisipasi dalam penanaman pohon penghijauan guna menyukseskan Palu sebagai kota hijau, bersih, indah, nyaman dan damai.*****


PAJAK KOTA PALU LAMPUI TARGET

Palu -
Realisasi jumlah penerimaan pajak KPP Pratama Palu tahun 2008 mencapai 110% lebih dari target penerimaan atau tertinggi di wilayah Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Tengah, utara, Gorontalo, dan Maluku utara.

Kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Palu, berhasil mencapai 110% lebih dari target penerimaan pajak tahun 2008.

Kepala KPP Pratama Palu, Denny Hendana menyampaikan, target penerimaan pajak tahun 2008 yang meliputi, pajak penghasilan, pajak pertambahan nialai dan PPMDM, TWP dan DPHTP serta pendapatan atas pajak lain dan PIB sebesar Rp 459 milyar lebih.Sedangkan realisasinya mencapai Rp 507, 756 milyar.

Kendati penerimaan pajak tahun 2008 melampui target yang ditetapkan, namun Denny Hendana mengakui, dari sisi potensi wajib pajak belum tercover secara maksimal. Untuk itu, KPP Pratama Palu terus berupaya menggali seluruh potensi wajib pajak melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi.

Untuk eksentifikasi, menurut Denny, pihaknya terus mendata potensi wajib pajak baru. Di wilayah Palu, jumlah wajib pajak yang bertambah di tahun 2008 tersebut sekitar 6000 pewajib pajak dan pada tahun sebelumnya lebih banyak daripada tahun 2008 mencapi sekitar 10.000 wajib pajak.

Seadangkan dari sisi intensifikasi, KPP Palu Pratama akan terus menggali potensi penerimaan dari wajib pajak yang sudah terdata sesuai mekanisme dan standart yang berlaku.
Denny berharap, dengan usaha tersebut selain dapat mencover seluruh potensi wajib pajak, juga akan meningkatkan penerimaan pajak dimasa yang akan datang(rstmopm).

Sabtu, 21 Februari 2009

STQ XX SARANA PEREKAT HARMONISASI KEHIDUPAN BERAGAMA DI POSO

Poso - Pemerintah Kab. Poso akan memanfaatkan momentum penyelenggaraan Seleksi Tiwatul Qur’an (STQ) ke XX sebagai sarana merekatkan kembali harmonisasi kehidupan beragama di wilayahnya.

Wakil Bupati Poso, Abdul Muthalib Rimi SH MH menyatakan, STQ tingkat Propinsi tersebut merupakan event keagamaan yang pertama digelar di Poso pasca kerusuhan lalu.

Untuk itu, dalam pelaksanaannya menurutnya, akan didukung oleh segenap komponen masyarakat termasuk didalamnya umat beragama.

Menyingung dalam kesiapannya, dirinya menyebutkan, hingga saat ini terus dibenahi terutama arena utama yang dipusatkan di lapangan Sintuwu Maroso, Poso serta penampungan para Kafilla.******


PRINSIP MENGHORMATI KEBEBASAN AJARAN AGAMA

Palu - Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Propinsi Sulawesi Tengah terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya pemahaman ajaran agama yang baik dan benar melalui prinsip menghormati kebebasan menjalankan ajaran agama masing masing.

Merealisaskan program peningkatan harmonisasi kehidupan beragama, menurut ketua FKUB Sulawesi Tengah, Drs. H Dahlan Tangkaleri diwujudkan melalui pertemuan secara berkala baik di ibukota propinsi maupun di kabupaten/kota se Sulawesi Tengah.

Selain itu, telah dibentuk forum kerukunan umat beragama disetiap Kabupaten/Kota. Urgensi keberadaan FKUB, papar Dahlan, adalah pentingnya pemahaman terhadap umat masing masing untuk tidak mencampur adukan anatara keyakinan dan Muamallah.

Seluruh masyarakat kini sudah memahami pentingnya masalah kerukunan, dan masalah agama merupakan keyakinan masing masing. Tetapi masalah Muamallah, merupakan kepentingan bersama untuk mengedepan kesatuan dan kesatuan bangsa, demikian lanjut Dahlan.

Dirinya juga menjelaskan, implementasi program FKUB tidak terlepas dari penjabaran salahsatu misi pemerintah Sulawesi Tengah tentang peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.*****


SARANA PERHUBUNGAN MASIH MENJADI KENDALA SEKTOR PARIWISATA SULTENG

Palu - Ketersediaan sarana dan prasarana perhubungan yang belum mewadahi, masih menjadi salahsatu kendala pengembangan sektor kepariwisataan di Sulawesi Tengah.

Potensi obyek wisata di daerah Propinsi Sulawesi Tengah cukup tersedia, sehingga membuat para wisatawan baik dalam maupun luar negri tertarik untuk berkunjung ke obyek wisata Sulawesi Tengah.

Salah satu contoh, obyek wisata Kep. Togean di Kab. Tojo Unauna cukup diminatai wisatawan manca negara. Hanya saja kendalanya, kurang didukung sarana perhubungan yang mewadahi.

Kepala dinas perhubungan komunikasi dan informatika Sulawesi Tengah, Ir. H Bambang Sunaryo MSc saat di konformasi pagi tadi, Sabtu (21/2) mengakui, sarana transportasi saat ini sudah tersedia namun, belum maksimal.

Sementara Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah, Drs. H Suaid Jafar MSc mengungkapkan, saat ini tercatat 50 biro travel perjalanan asing yang telah menyatakan kesediaannya bekerjasama memanfaatkan obyek wisata di Kep.Togean.

Namun kerjasama tersebut, belum direalisir yang dikarenakan, Kab.Tojo Unauna belum memiliki bandara(rstmopm).

Jumat, 20 Februari 2009

LOGISTIK PEMILU 2009 DIHARAPKAN AKHIR FEBRUARI BERADA DI KPUD SULTENG

Palu - Ketua KPU Propinsi Sulawesi Tengah DR. Ir. Adam Malik. MSc mengharapakan,tanggal 24 Februari 2009 seluruh bahan logistik Pemlu 2009 sudah berada di gudang KPU Sulawesi Tengah.

Harapan tersebut disampaikan ketua KPU Sulawesi Tengah berkaiatan semakin dekatnya pemilihan umum legislatif yang hanya tinggal 47 hari kedepan.

Menurutnya, ketersediaan kebutuhan logistik pemilu dengan tepat waktu sesuai tahapan yang ditentukan sangat menentukan suksesnya pemilu baik legislatif maupun Presiden dan wakil presiden.

Terlebih dikaitkan dengan kondisi geografis Sulawesi Tengah sebagian memiliki medan yang agak sulit dijangkau dengan sarana transportasi kendaraan bermotor tentunya memerlukan peencanaan yang matang dan tepat.

Melihat kondisi ini, diharapkan, tanggal 24 Februari mendatang secara keseluruhan kebutuhan logistik sudah berada di gudang KPU guna didistribusikan ke Kabupaten/Kota.

Sesuai target yang ditetapkan kata Adam Malik, 30 hari sebelum hari “H” tanggal 9 April 2009 seluruh logistik pemilu sudah berada di KPU Kabupaten/Kota dan untuk selanjutnya didistribusikan ke tingkat PPK.

Dari PPK diharapkan lima hari sebelum tanggal 9 April sudah berada di tingkat PPS serta satu hari sebelum hari “H” sdah berada di TPS masing masing.*****

SULTENG GENJOT PENDAPATAN SEKTOR PARIWISATA

Touna - Potensi sektor Pariwisata di Sulawesi Tengah cukup besar sehingga ke depan perlu dioptimalkan guna memberi kotribusi kepada penerimaan pendapatan daerah.

Ketersediaan sejumlah obyek wisata yang dimiliki oleh semua Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah dinilai Gubernur HB. Paliudju menjadi modal utama pengembangan disektor pariwisata di wilayah tersebut.

Menjawab pertanyaan wartawan seusai berkunjung obyek wisata Pesisir di Kec Unauna, Kab Touna beberapa hari yang lalu, Paliudju mengakui, masih terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan obyek wisata yang ada.

Dirinya mencontohkan, masih minimnya sarana dan prasarana penunjang yang membuata frkuwensi kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negri ke Sulawesi Tengah masih tergolong rendah.

Dikatakannya, tidak kurang dari 50 pengusaha travel dari Amerika serikat yang bersedia berinvestasi di kawasan Kep. Togean, Kab.Tojo Unauna .
Hanya kendalanya, kata Gubernur, masih belum tersedianya bandara di Kab. Tojo Unauna (rstmopm).

RAPERDA KOTA PALU BERHASIL DIBAHAS PANSUS

Palu - Empat Raperda kota Palu yang diajukan eksekutif berhasil dibahas Tim Pansus dan tadi pagi Jum’at (20/2) dilaporkan dalam rapat Paripurna DPRD Kota Palu.

Empat buah rancangan peraturan daerah (Raperda) kota Palu yang diajukan pihak eksekutif, berhasil dibahas tim Pansus dalam rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD kota Palu.

Empat rapeda yang berhasil dibahas tersebut masing masing, raperda perubahan atas peraturan daerah kota Palu No 13 tahun 2000 tentang riterbusi parkir di tepi jalan umum dan raperda tentang perubahan ke tiga atas perda No 5 tahun 2001 tentang riterbusi penggantian biaya cetak kartu tanda penduduk (KTP) dan akte catatan sipil. Hal tersebut, dibahas Pansus I yang diketuai Drs. Amiludin Haludin.

Sementara Raperda peraturan daerah No 8 tahun 2004 tentang administrasi kependudukan serta raperda organisasi dan tata kerja lembaga lain bagian dari perangkat daerah kota Palu, dibahas oleh Pansus II yang diketuai, Muchamad Watabone.

Selama tiga hari pembahasan raperda tersebut, Pansus didampingi sejumlah SKPD terkait, sehingga dalam rapatnya yang dipimpin wakil ketua dewan, Arifi Sanusi SH hasil kerja pansus dapat diterima dan disetujui untuk dibahas pada tingkat selanjutnya.

Wakil ketua dewan selaku pimpinan sidang mengucapkan terima kasih kepada pihak eksekutif atas partisipasinya yang telah mendampingi pansus I dan II dalam menyelesaikan tugas serta kewajiban sesuai dengan waktu yang ditetapkan.******


DESA TOBIL KAB. TOJO UNA UNA PENGAHSIL GULA AREN

Tojo Unauna -
Desa Tobil, Kec. Togean, merupakan produsen gula Aren terbesar di Kab. Tojo Unauna, Propinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Bupati Tojo Unauna, Drs. Damsik Ladjalani, kawasan hutan di kep. Togean selain ditumbuhi sejumlah jenis kayu seperti Bakau juga terdapat pohon Enau yang menghasilkan gula Aren atau gula merah.

Bagi masyarakat desa Tobil, Kec. Togean, yang berpenduduk 106 KK memanfaatkan Nira pohon Enau sebagai sumber penghasilan utama yang dikelola menjadi gula merah.

Dengan ketekunan masyarakat mengelola potensi pohon Enau yang melimpah menjadikan desa Tobil sebagai produsen gula Aren terbesar di Kab. Tojo Unauna dengan produksi sampai 15 ton setiap bulannya.

Walaupun dalam pengelolaan memerlukan ketekunan dan kehati-hatian namun dengan hasil tersebut, kata Bupati, mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Sedangkan untuk peremajaan tanaman pohon Enau disekitar Kep.Togean khususnya di desa Tobil, Ladjalani menyampaikan, pada tahun 2009 ini desa Tobil diwajibkan menanam 10.000 pohon Aren yang sumber pembiyaannya berasal dari anggaran alokasi dana desa.*****


SUMBER ENERGI LISTRIK DI PALU
MENJADI KENDALA PENGEMBANG USAHA

Palu -
Keterbatasan energi listrik menjadi salahsatu kendala dalam pengembangan usaha dan ivestasi di daerah propinsi Sulawesi Tengah.

Prospek pengembangan usaha di daerah Propinsi Sulawesi Tengah masih cukup menjadikan kendala.

Ketua Real Estet Indonesia (REI) Sulawesi Tengah, Syaeful Hidayat mengatakan, pasar perumahan termasuk yang bersubsidi di daerah ini masih sangat besar. Namun, diperhadapkan sejumlah tantangan dan kendala selain dengan keterbatasan energi listrik, juga suplay air bersih sangat dirasakan pengembang khususnya yang tergabung dalam REI yang saat ini tercatat sekitar 30 perusahaan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak REI Sulawesi Tengah telah melakukan audiensi dengan berbagai pihak terkait seperti PLN, PDAM dan Pemda.

Melalui upaya tersebut, berhasil disepakati dan berkomitmen mendukung program perumahan bersubsidi yang telah dicanangkan pemerintah.

Namun ironisnya, menurut Syaeful Hidayat, hingga saat ini belum dapat diwujudkan antara lain, menyangkut pasokan listrik. Meski dihadapkan berbagai tantangan, pihak REI terus meningkatkan kinerjanya, menurutnya.

Hal ini dapat dilihat, dalam tahun 2008 pihak REI berhasil merealisir pembangunan rumah sebanyak 1115 unit dari 1000 unit yang ditargetkan.

Sementara di tahun 2009 ini, pihaknya kembali mentargetkan 1500 unit dan hinga bulan februari ini sudah direalisir 300 unit rumah.******


COKLAT SULAWESI TENGAH TEMBUS PASARAN AMERIKA

Palu -
Negara tujuan Exsport untuk komoditi unggulan Kakao dari Sulawsi Tengah tahun 2008 mengalami peningkatan yang positip.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, Razali Ritonga mengatakan, peningkatan negara tujuan tersebut menggambarkan kemampuan institusi kelembagaan tehnis dalam melakukan pendekatan kepada pihak luar.

Negara tujuan exspor terbesar Sulawesi Tengah dari tiga negara sebelumnya yakni, Malaysia, Singapora, dan Taiwan, kini berkembang lagi kepada negara Amerika serikat.

Sementara jalur pengangkutannya terbesar melaui pelabuhan Pantoloan dan selebihnya melalui pelabuhan Loli. Adapun melalui pelabuhan Pantoloan dengan volume 13, 68 ribu ton atau 93,53% dengan sisanya melalui Pelabuhan Loli.

Razali Ritonga juga mengakui, negara tujuan lain seperti Jepang,China Hongkong, Perancis dan Afrika saat ini nilai Exsportnya masih rendah. Namun diharapkan, keuntungan keragaman negara tujuan Exsport ini hahrus perlu pula didorong dengan kemampuan peningkatan hasil dan kuwalitas produksi guna memperoleh peningkatan nilai devisa (rstmopm).

Rabu, 18 Februari 2009

Problematika Kaum Muda :MENGAPA KAUM MUDA IDENTIK DENGAN PERUBAHAN ?

Sejatinya, kaum muda adalah yang memasuki usia produktif dan matang baik secara fisik, mental maupun intelektualnya. Meskipun begitu, belum dirumuskan secara pasti, apakah kaum muda didasarkan pada usia atau nilai interestick jiwanya, sering kali pengertiannya ditentukan oleh nilai nilai tradisi suatu masyarakat.

Misalnya saja masyarakat Jawa, menentukan seorang pria dibagi kedalam empat tahap yakni, masa kanak-kanak, muda, dewasa dan usia lanjut. Disebut muda, apabila seorang sudah melaksankan ritual khitanan. Sedang nilai interiksinya, dapat dilihat pada seseorang yang tetap menjaga semangat problestif meski usia sudah tidak muda lagi.

Identitas muda, mereka memiliki kelebihan motivasi yang sarat dengan energi mengubah sesuatu, strategi perjuangannyapun tergantung dengan dengan masanya yang memiliki kondisi yang berbeda.

Strategi perjuangan yang efektif adalah, perlawanan secara fisik dan secara intelektual, karena, sejarah telah membuktikan strategi yang hanya mengandalkan kekuatan fisik tidak akan efektif untuk mencapai suatu sasaran demikian pula sebaliknya, perjuangan intelektual semasa tidak menumbuhkan semangat perlawanan yang sesungguhnya.

Dimasa di pasca Kemerdekaan, tantangannya berubah tidak lagi kolonialisme. Dalam bentuk fisik tantangan yang dihadapi kaum muda adalah mengisi kemerdekaan dengan agenda pembangunan bangsa yang begitu rumit. Strategi yang paling efektif, dengan memenangkan kosep yang menata masa depan bangsa. Caranya, dapat dengan pengembangan kepribadian kaum muda yang kaya akan visi membangun bangsa, sehingga terciptalah solidaritas kebangsaan dikalangan generasi muda.

Persoalannya, sebagai kelompok politik, solidaritas kaum muda belum terbentuk dan mereka hanya ditempatkan hanya sebagai kelompok sosial yang tidak memiliki kekuatan politik untuk mengubah sesuatu. Kita bisa lihat, hingga sekarang kaum muda tidak dilibatkan dalam regenerasi kepimpinan bangsa ini, kepimpinan nasional masih didominasi oleh kalangan tua, kalangan yang belum sepenuhnya mempercayai kemampuan kaum muda untuk memegang tampuk kepimpinan. Akibatnya, dapat diterka dalam sirkulasi pergantian elit kepimpinan berjalan sangat lambat.

Idealnya, pemberdayaan harus ditingkatkan agar percepatan sirkulasi kepimpinan dapat segera dijalankan. Pada beberapa kesempatan seperti, Menteri Pemuda dan Olahraga, Adyaksa Daud, menyampaikan gagasan untuk mempercepat sirkulasi elit salah satunya, kementrian yang dipimpinnya sedang menyiapkan Draf undang undang kepemudaan. Draf ini dianggapnya mampu mengantar mekanisme pemberdayaan pemuda yang lebih terarah untuk mempercepat sirkulasi elit kepimpinan nasional.

Sedangkan tujuan dari Draf tersebut, sangatlah mulia karena akan menjadi landasan hukum dalam pembinaan kaum muda. Masalahnya, upaya ini seperti terkesan menunggu tidak proaktif untuk berubah, yang dibutuhkan adalah kesigapan langkah untuk mengevaluasi kebijakan Internasional agar lebih taktis misalnya, melalui program program khusus, pembinaan dan peningkatan jiwa keprofesionalisme.

Meskipun begitu, persolaan utama pembinaan kaum muda justeru terletak pada diri sendiri. Buktinya, saat ini berkembangnya krisis moral dan penyakit sosial yang sedang melanda kaum muda. Buktinya, kaum muda menikmati kebebasan yang bergaya hidup konsumtif dan uang dijadikan ukuran bagi segalanya.

Gaya hidup Model, Selebritis dan Pengusaha sukses menjadi trend inspirasi. Meskipun kaum muda belum mempunyai kemampuan dan kapasitas pendukung untuk mencapai mimpi tersebut, dan akibatnya muncul depresi di kalangan muda. Dan kondisi seperti ini, semakin memicu merebaknya berbagai tindakan kriminal dan penyimpangan sosial dikalangan kaum muda.

Generasi muda gagal mencari panutan para tokoh masyarakat senior mengingat, banyak kisah yang tidak sedap tentang perilaku korupsi, egois, mementingkan diri atau kelompoknya yang ditujukan para politisi senior.

Persoalan profesionalisme generasi muda juga patut dipertanyakan, karena meskipun dalam konteck politik, peranannya cenderung dipinggirkan. Namun, efouria berpolitik dikalangan muda semakin tinggi. Fenomena maraknya kesiapan kaum muda berpolitik menjelang Pemilu 2009, patut diacungi jempol meski hal tersebut sesungguhnya bukanlah suatu jalan keluar. Mengapa ?, karena kita seolah terbiasa bermain-main dengan regenerasi. Buktinya dari awal masa reformasi hingga sekarang, yang kita saksikan adalah problem krisis generasi.

Dalam pemilu 2009 kita tidak banyak berharap karena seperti biasanya kaum muda hanya bermain dipinggiran saja. Yang perlu dicatat, generasi elit politik senior yang berwajah sekarang ini merupakan tokoh tokoh yang diusahakan diera Orde Baru terlebih struktur kekuasaan masih berada ditangan mereka.

Jadi, terdapat kesamaan visi dalam mengartikan kata perubahan yang dimotori oleh kaum muda, Betul . . !, akibat desakan gerakan reformasi, kaum tua bersikap pro terhadap perubahan namun mereka cenderung takut mengimplementasikannya, kalaupun ada, sifatnya hanya konservatif sehingga memberi peluang kembalinya kemampanan cara berfikir serta kelembagaan yang kaku. Elit muda yang terlahir setelah reformasi, sangat terbatas dalam kapsitas menduduki jabatan lembaga negara hanya sebagian kecil.

Hal lain dalam berefouria berpolitik dikalangan muda, meskipun posisi mereka hanya dipinggir tetapi hasrat berpolitiknya tetap tinggi. Akibatnya, banyaknya kaum muda yang berbondong - bondong menjadi pemain politik dan meninggalkan ladang garapan lain. Misalnya, ladang kewirausahaan yang sejatinya keprofsionalitasannya dapat dipupuk dari sektor ini, jika mereka sukses sebagai wira usahawan sebetulnya panggilan berpolitik tinggal menunggu momentum saja.

Untuk berkiprah didunia politik, kalau profesionalnya tidak tersentuh akan menjadi pemimpin politik mereka malah tidak dapat berbuat banyak untuk membangun rakyat, kareana gagal disegala profesi.

Selasa, 17 Februari 2009

APARATUR PEMERINTAH DITUNTUT MEMBERI PELAYANAN TERBAIK

Palu - Aparatur pemerintah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat dituntut memberikan pelayanan terbaik.

Hali ini, diungkapkan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, H.Paliudju terkait dengan PP No. 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah yang baru diberlakukan di daerah ini, guna mewujudkan perubahan polasikap dan polatindak dalam menerjemahkan Tupoksi yang diemban.

Karenanya, aparatur pemerintah dituntut memberikan pelayanan yang terbaik, demikian antara lain Gubernur Sulawesi Tengah, H. Paliudju dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekertaris Propinsi, H. Gumiyadi SH pada apel gabungan badan dinas dan kantor jajaran Pemda Sulawesi Tengah, di halaman kantor Gubernur pagi tadi, Selasa (17/2).

Dikatakan, untuk memberikan pelayanan yang terbaik setidak-tidaknya aparatur pemerintah harus menjalankan tupoksinya secara profesional. Sebab dengan kemampuan prfesionalitas, aparat pemerintah sangat penting dalam mencapai predikat dalam pemerintahan yang baik good Governent dan merupakan persyaratan bagi suksesnya penyelenggaraan pemerintahan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik.

Terkait dengan penataan birokrasi yang telah ditindak lanjuti, dengan peraturan pemerintah daerah Sulawesi Tengah masing masing, Nomor empat, lima, enam dan tujuh tahun 2008 tentang struktur organisasi sekretariat daerah, DPRD, dinas daerah serta badan kantor sesulawesi tengah diharapkan setiap SKPD dapat menjabarkan tugas pokok dan fungsinya masing masing.*********


PEMKAB TOJO UNA UNA PROGRAMKAN PERUSAHAAN LISTRIK DAERAH

Tojo Unauna – Pemerintah Kabupaten Tojo Unauna, Sulteng memprogramkan pembangunan perusahaan listrik daerah yang akan dikelola pemerintah Kabupaten setempat.

Ketika Gubernur Sulawesi Tengah H. Paliudju mengadakan kunjungan kerja selama tiga hari hingga kemarin, Senin (16/2) di wilayah Kab. Tojo Unauna yang meresmikan air bersih di desa Kabalutan, Kec. Walea Kepulauan dan listrik tenaga surya (PLTS) di desa Tobil, Kec.Togean.

Bupati Tojo Unauna, Drs. Damsik Ladjalani menjelaskan, pemerintah setempat memprogramkan akan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dikelola perusahaan daerah setempat.

Keinginan ini, kata Bupati, lebih didorong oleh potensi yang dimiliki Kab. Tojo Unauna untuk mendukung listrik tenaga air dan program ini mendapat dorongan dari kementrian pembangunan daerah tertinggal.

Dirinya juga mengatakan, keinginan pemerintah untuk membangun perusahaan listrik daerah semata-mata untuk memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat di Tojo Unauna yang selama ini mendambakan terutama bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil.

Sementara bagi masyarakat wilayah pesisir yang hidup di Kep.Togean yang belum menikmati penerangan listrik tenaga surya, akan terus diupayakan pada tahun-tahun mendatang.

Sedangkan program PLTS, selain yang ada di desa Tobil juga telah dibangun pada sejumlah desa wilayah Kec.Unauna dan Kec.Togean. Dengan sistim, masing masing rumah satu unit dan tidak tersentral seperti yang dibangun di desa Tobil.

Untuk Kec. Togean, telah dibangun di desa Pulau enam sebanyak 24 unit, desa Ketupat 43 unit ditambah dua unit untuk Musholla, Desa Tokabel 54 Unit, Ds. Lobiti 50 unit dan Ds.Awo juga 50 unit. Di Kec. Unauna, masing masing Ds.Kuintinare 150 unit dan Ds.Siatu 50 unit.*******


USAHA TRANSPORTASI PROFESIONAL
BERIKAN KONTRIBUSI BERARTI

Palu - Usaha transportasi yang dilakukan secara profesional akan memberi kontribusi yang cukup berarti dalam upaya memacu percepatan dan pertumbuhan ekonomi.

Pembungunan dibidang transportasi dewasa ini, masih terdapat banyak kelemahan yang dirasakan. Kenyataan menunjukan, pertumbuhan modal transportasi baik dari segi kuwalitas maupun kuwantitas masih jauh dari apa yang diharapkan.

Menurut wakil gubernur Sulawesi Tengah, Achmad Yahya, dampaknya terlihat pada pertembuhan modal transportasi belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi serta peluang membuka lapangan kerja.

Achmad Yahya juga mengakui, dalam usaha pembangunan Transportasi pemerintah masih banyak mempunyai kelemahan dalam penyelenggaraan pelayanan publik pada semua sektor.

Hal tersebut dapat diketahui, melalui pengaduan dan keluhan yang disampaikan masyarakat baik secara langsung maupun melalui media masa.

Sisitim prosedur pelayanan yang berbeli belit, menjadi salahsatu keluhan yang disampaikan disamping kurangnya transparansi informasi dan tidak konsisiten sehingga tidak menjamin kepastian hukum, demikian lanjut Achmad Yahya.*****


PEMERINTAH DAN ELEMEN MASYARAKAT KABUPATEN POSO
SIAP SUSESKAN STQ KE XX

Poso – Seiiring kondisifnya wilayah Kabupaten Poso, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat siap menyukseskan penyelenggaraan Seleksi Tiwatul Qur’an (STQ) ke XX tingkat Propinsi Sulawesi Tengah di Poso pada akhir bulan April 2009 mendatang.

Wakil Bupati Poso, Abdul Munthalib Rimi SH.MA saat dikonformasi pagi tadi Rabu (17/2) di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya kini sedang mengupayakan dan merampungkan pembagunan arena utama yang menurut rencana akan dipusatkan di lapangan Sintuwu Maroso.

Selain pembangunan arena utama, menurutnya, telah menyiapkan penampungan para kafilah dari Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah.

Selanjutnya dirinya juga mengatakan, event keagamaan ini mendapat dukungan dari segenap komponen masyarakat. Pemerintah dan masyarakat Kab. Poso menurutnya, telah mencanangkan sukses penyelengaraan dan sukses privasi (rstmopm).

Senin, 16 Februari 2009

PEMERINTAH TOJO UNA UNA BERSAMA ELEMEN MASYARAKAT MENINGKATKAN PENDAPATAN

Tojo Unauna - Dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kuwalitas masyarakat pesisir di Kabupaten Tojo Unauna, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus saling bahu membahu dalam memahami keberadaannya masing masing.

Demikian dikatakan Gebernur Sulawesi Tengah H.Paliudju ketika meresmikan keberadaan air bersih di desa Kabalokan, Kec.Walean Kepulauan dan listrik tenaga surya di desa Tobil, kemarin Minggu (15/2)

Menurut Gubernur, dalam pengembangan memanfaatkan potensi kelautan perlu dilakukan pengelolaan yang baik sehingga mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Disamping itu dirinya berharap, agar masalah lingkungan harap menjadi perhatian bersama terutama bagi masyarakat nelayan dalam melakukan penangkapan ikan hendakya tidak menggunakan cara cara yang dilarang.*****


TKI ASAL SULTENG ASAL IKUT IKUTAN KERJA

Palu - PJTKI Alpindo Mas Buana Pusat yang merekruet tenaga kerja Indonesia (TKI, TKW) ke negara Timur Tengah mengaku kecewa terhadap rekruetmen TKI asal Sulawesi Tengah.

Walaupun TKI, TKW asal Sulawesi Tengah hanya sebagaian kecil atau sekitar 3% berasal dari Sulawesi Tengah, namun banyak menimbulkan masalah disekitar internal PJTKI.

Menurut manajer PJTKI, ALPINDO Buana Pusat, Zulkifli Aluese, rata rata TKI asal Sulawesi Tengah menunjukan perilaku kinerja yang mengcewakan. Umumnya motivasi mereka, hanya karena ikut ikutan setelah melihat keberhasilan para TKI lainnya, sementara persiapan metal samasekali tidak ada.

Sehingga mereka menjalani rangkaian persiapan seperti, tahap pembinaan melalui BLK sebelum pemberangkatan seakan sudah menunjukan sikap yang mengecewakan.

Hal ini diakui, cukup banyak memberi kerugian finansial bagi perusahaan untuk menutupi biaya yang sudah terlanjur dikeluarkan.

Sesuai pengalamannya dalam merekruetmen TKI, pihak ALPINDO Masbuana yang masuk lima besar di Indonesia, mengaku, SDM TKI,TKW asal Sulawesi Tengah masih dibawah standar dibanding dari daerah lainnya.

Meskipun demikian, Zulkifli yang juga sebagai putra daerah tetap berupaya agar TKI yang berasal dari Sulawesi Tengah tetap bisa direkruet. Hal ini dilakukan, demi kontribusinya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

Dirinya merencanakan, untuk membuka akses ranting perusahaannya hingga keseluruh kabupaten yang saat ini masih berada di Kab. Donggala dan Kab.Toli toli dibawah kantor cabang Palu. *********


PEMERINTAH TOJO UNA UNA KONSISTEN LAKUKAN PROGRAM PEMERATAAN PEMBANGUNAN

Tojo Unauna - Pemerintah Kabupaten Tojo Unauna konsisten melakukan program pemerataan pembangunan guna memenuhi kebutuhan dasar bagi warganya.

Komitmen Pemerintah Kab. Tojo Unauna, untuk pemerataan pembangunan terutama untuk kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap terus dilakukan sampai kepelosok pedesaan.

Seperti halnya pemenuhan kebutuhan air bersih dan energi listrik hingga saat ini tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Hal ini, terbukti proyek pengadaan air bersih di desa Kabalutan, Kec.Walea Kepulauan dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di desa Tobelo, Kec.Togean ternyata dapat dinikmati warga setempat. Menyusul persmiannya oleh Gubernur Paliudju kemarin, Minggu (15/2).

Bupati Tojo Unauna, Drs.Damsik Ladjalani menjelaskan, Proyek air bersih di desa Kabalutan dibiayai dana sheering antara APBN dengan APBD Propinsi Sulawesi Tengah dan APBD Kab. Tojo Unauna.

Keberadaan proyek air bersih di desa Kabalutan, Walea Kepulauan, menurut Bupati sangat berarti bagi masyarakat. Sebab, selama ini kata Damsik Ladjalani, masyarakat harus meluangkan waktu tiga hari untuk mengambil air didaerah daratan, sehingga praktis hanya empat hari digunakan untuk mencari nafkah.

Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat tersebut, akan terus diupayakan termasuk proyek pembangunan penyulingan air bersih yang saat ini sedang dilaksankan di desa Kulingcinari, Kec Unauna. Dan proyek ini diharapkan selesai pada tahun ini sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.******


ILEGAL LOGING MASIH TERJADI DI KAB.PARIGI MOUTONG

Parigi Moutong – Kegiatan illegal loging di Kab Parigi Moutong (Parimo) sehingga sampai saat ini masih terus terjadi, Hal ini ditambahi dengan diketemukannya 200 pisis kayu Ilegal di desa Sidoan, Kec. Tinombo beberapa waktu lalu melalui operasi yang dipimpin langsung Wakil Bupati, Samsu Rizal Tumbolotutu.

Kayu tersebut dikatakan Illegal menurut Samsu, karena tidak memilki dokumen dan sementara ini sebagian diamankan di Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan di Parigi dan sebagian lainnya masih dititipkan di Kantor Kehutanan setempat.

Kayu hasil tangkapan tersebut, tidak disita tetapi hanya sebatas mengamankan. Dan kepada warga yang merasa sebagai pemilik dapat berurusan kepada pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan guna melengkapi dokumennya.

Rizal menegaskan, pemerintah daerah telah berkomitmen untuk memberatas Illegal Loging. Masalahnya, dampak illegal loging seperti banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kabupten yang dikenal lumbung padi ini setiap musin hujan sangat mengganggu kehidupan masyarakat (rstmopm)