Sabtu, 14 Februari 2009

GUBERNUR PROPINSI SULTENG KUKUHKAN PANITYA PELAKSANA STQ KE - XX

Poso - Panitya pelaksana Seleksi Tiwatul Qur’an (STQ) ke XX tahun 2009 tingkat propinsi Sulawesi Tengah siang ini Sabtu, (14/2) dikukuhkan Gubernur Propinsi Sulawesi Tengah, H. Paliudju di gedung Torulemba, Poso.

Pengukuhan panitya pelaksana yang berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Tengah No.451.15 tanggal, 6 Februari 2009, Drs. Piet Inkiriwang ditetapkan sebagai ketua umum dan sebagai penanggung jawab, Muthalib Rimi SH MA wakil bupati Poso sebagai ketua harian I.

Selain Itu, Drs.H Amdjad Lawasa Bawasa MM, Sekda Kab. Poso sebagai ketua harian II, serta empat orang ketua yang mengkoordinir sidang-sidang dalam kepanityaan. Sementara seketaris umum, Kepala bagian admistrasi kesra dan kemasyarakatan dengan lima orang sekretaris, bendahara umum, kepala BPKD dibantu dua orang bendahara.

Sebelum acara prosesi pengukuhan, dibacakan ayat ayat suci Al Qur’an dan pembacaan surat keputusan Gubernur Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya Gubernur Palidju antara lain menyampaikan, pelaksanaan STQ merupakan mementum yang strategis selain sebagai lomba juga sebagai ajang silaturahmi dalam upaya membangun kekeluargaan, kebersamaan dan persaudaraan yang utuh dan kompak.

Karena itu, sangat diperlukan kerjasama yang baik didalam mempesiapkan pelaksanaan STQ. Dalam pelaksanaan STQ ini juga, merupakan satu permintaan dari pemerintah dan masyrakat Kabupaten Poso sejak dua tahun silam.

Menurut Gebernur, hal ini sangat diperlukan kegiatan kegiatan keagamaan seperti ini, karena kondisi Poso saat ini sudah sangat kondusif dan memerlukan pencerahan dari segi keagamaan.

Sementara itu Bupati Poso, Drs. Piet Inkiriwang MM menjelaskan, pelaksanaan STQ tingkat Propinsi Sulawesi Tengah di Kab. Poso akan dilaksankan akhir bulan April 2009.

Lebih lanjut Bupati Poso mengungkapkan, atas kepercayaan yang diberikan Gubernur kepada pemerintah dan masyarakat Poso atas pelaksanaan STQ di daerah Poso merupakan suatu kesukuran.**********



DPRD KAB. DONGGALA SEGERA LAKUKAN RAPAT PARIPURNA

Donggala - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kab. Donggala menjadwalkan dalam waktu dekat akan menggelar rapat paripurna untuk membahas sejumlah Raperda yang diajukan pihak eksekutif Kab. Donggala.

Ketua DPRD Kab. Donggala, Drs. Ridwan Yalijama. MA kepada wartawan menjelaskan, pihaknya dalam waktu dekat ini kembali akan menggelar rapat paripurna setelah seluruh anggota Dewan telah melakukan reses.

Menurut Ridwan Yalijama, pelaksanaan rapat paripurna nanti mengagendakan pembahasan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kab. Donggala yang diajukan oleh pihak eksekutif.

Baberapa jumlah Raperda yang akan dibahas tersebut, jumlahnya tergantung pengajuan pihak Bupati, lima atau tujuh raperda.

Terkait dengan kegiatan rapat paripurna DPRD Kab. Donggala juga mengagendakan rapat paripurna tentang penyampaian laporan hasil reses oleh anggota dewan dari masing masing daerah pemilihan yang terdiri dari Padil I, II,III, IV dan Dapil V.

Dari hasil laporan kegiatan reses oleh anggota Dewan tersebut, akan terungkap permasalahan pembangunan, pemerintahan maupun pelayanan kemasyarakat untuk menjadi perhatian pihak eksekutif.********


SINODE GKST PALU LAKUKAN PERUBAHAN

Palu – Ketua I Majelis Sinode GKST, Pdt. Onesimus Kamudi menjelaskan, Sinode GKST kini telah melakukan perubahan sistem diantaranya, memberikan otonomi kepada Klasis untuk menentukan program pelayan dan memilih Pendeta Klasisnya masing masing yang sebelumnya ditetapkan dan ditunjuk oleh majelis Sinode.

Perubahan sistem ditubuh GKST kata Pdt.Onesimus Kambodi, semata mata menjalankan sistem Gereja Presteterial Sinodal yang berarti, segala sesuatu kebijakan program tersebut berangkat dari bawah atau jemaat kemudian ke Klasis dan selajutnya secara Sinodal.

Dengan sistem ini kedepan, antara majelis Sinode dan Majelis Klasis serta majelis Jemaat akan semakin terjalin hubungan kerjasama yang tidak lagi berorientasi kepada herarki akan tetapi akan berorientasi kepada kemitraan.

Berbicara didepan peserta rapat majelis Klasis Palu GKST, kemarin, Jum’at (13/2) ketua I Majelis Sinode GKST, Pdt.Onesimus menyebutkan, dengan rangkaian sistem ini secara otomatis akan membawa perubahan paradigma bagi para Jemaat menuju kedewasaan iman dengan harapan semua jemaat GKST dapat merancang bangun Teologi sesuai dengan kontek tempat melakukan pelayanan.
Karena itu, dengan perubahan ini diharapkan lebih mengoptimalisasikan tugas dan tanggung jawab semua steack houldernya yang ada di GKST.

Pdt.Onesimus juga menyebutkan, terkait dengan agenda pemilihan majelis klasis sistemnya sama dengan pemilihan majelis sinode dengan masa kerja selama empat tahun.

Hasil pemilihan majelis klasis nantinya akan direkomendasikan ke sinode untuk selanjutnya akan di SK kan sesuai dengan aturan.

Rapat majelis klasis yang berlangsung hingga besuk minggu (15/2) setelah dibuka Wali kota Palu, Rusdi Mastura pada kamis malam mengangkat sub tema “ Bersama sama seluruh Elemen Bangsa Indonesia GKST mau Mewujudkan Perdamaian, Persaudaraan yang Rukun, Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Berdasarkan Kebenaran, Keadilan dan Keutuhan Ciptaan”.*******


MASYARAKAT PARIMO SIAP SUKSESKAN PEMILU

Parimo – Pemerintah Desa Palapi, Kec. Taopa, Kab. Parigi Moutong bersama masyarakatnya siap menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi bulan April tahun 2009 mendatang.

Usaha percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga kini terus dilakukan Pemda bersama masyarakat di Kab. Parigi Moutong.

Upaya tersebut dilakukan secara merata dan menyeluruh pada setiap desa yang sebagian besar berada di Pesisir pantai Teluk Tomini ini.

Di desa Palapi, Kec. Taopa misalnya, pemerintah dan masyarakatnya telah menyatakan dukungan menyukseskan berbagai program pembangunan diberbagai sektor termasukPemilu yang dijadwalkan bulan April 2009 mendatang.

Ketika dihubungi melalui ponselnya disela-sela kesibukan memimpin warganya melaksankan kerja bhakti pagi tadi Sabtu (14/2) kepala desa Palapi, Darwis Adjrul mengatakan, setiap mengadakan pertemuan dengan warganya dirinya menyampaikan himbauan menyukseskan pelaksanaan program pembangunan diantaranya, pesta demokrasi pemilu yang tinggal menghitung hari pelaksanaannya.

Menyinggung jumlah penduduknya yang berhak untuk memberikan suaranya, menurut Darwis Adjrul, tercatat sebanyak 1484 orang wajib pilih.

Darwis yang baru saja dilantik sebagai Kades Palapi oleh Bupati Parigi Moutong untuk kedua kailnya ini memimpin desa dari hasil pemekaran desa Taopa di tahun 70 an itu, peran dan pertisipasi masyarakatnya sangat menonjol dalam penataan pembangunan. Diharapkan, semangat kebersamaan yang telah terbina selama ini terus dipelihara dan ditingkatkan kedepan, demikian lanjut Darwis.****


KAB DONGGALA MEMILIKI DAERAH ENERGI PANAS BUMI

Donggala – Desa Marana, Kec. Sindue, Kab. Donggala ditetapkan pemerintah pusat melalui Departemen Energi dan Sumber Meneral sebagai daerah wilayah kerja pertambangan (DWKP).

Keterbatasan energi listrik yang sangat dirasakan dewasa ini, menuntut berbagai kalangan mencari dan mengembangkan potensi sumber daya alam yang dapat menghasilkan energi.

Kepala dinas pertambangan dan energi Kab. Donggala, Hasan Laginta SE.MM mengatakan, berdasarkan hasil penelitian pihak terkait dengan pengembangan energi menyebutkan, di desa Lompiok Kec.Sireja dan desa Marana Kec.Sindue positip memiliki potensi panas bumi.

Hasil penelitian itu, menyebutkan, potensi panas bumi di desa Lompio dperkirakan dapat menghasilkan energi listrik sekitar 25 Mega Watt dan di desa Marana sekitar 40 Mega Watt.

Serangkaian tersebut, pemerintah pusat melalui departemen Energi dan sumber daya meneral menetapkan wilayah desa Marana sebagai daerah wilayah kerja pertambangan (DWKP) atau kawasan positip memiliki energi panas bumi.

Sementara energi panas bumi di Lompio masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat (rstmopm).

Senin, 09 Februari 2009

WARGA POSO YANG TERKENA SUTET LAKUKAN DENGAR PENDAPAT

Poso - Puluhan warga desa Peore, Kec. Pamona Utara, Kab. Poso yang terkena Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet) hari ini, Senin (9/2) melakukan dengar pendapat dengan Pemerintah daerah dan DPRD Kab. Poso.

Warga desa Peore yang hadir dalam dengar pendapat sedikitnya berjumlah 65 orang. Dari desanya, mereka menggunakan satu kendaraan truck dan beberapa kendaraan roda dua.

Dalam dengar pendapat, dihadapan anggota dewan dan pemerintah daerah salah satu warga yang mewakilinya, Desi mengungkapkan, jalur sutet yang semula menurut rencana terletak sekitar 500 meter dari pemungkiman dan kini, berubah persis diatas pemungkiman warga desa Peora.

Dirinya memeperkirakan, jalur Sutet yang akan dilaksanakan akan berdampak sosial terhadap warga desa Peora khususnya dan umumnya pada warga yang terkena jalur sutet PLTA Selawana,, demikian ungkapnya.

Sementara Kepala desa Peora dan camat Pamona Utara mengatakan, penggunaan tanah yang terkena sutet sudah disosialisasikan kepada warga sedikitnya sudah enam kali. Namun dalam hal ini, saat ini ada warga yang pro dan kontra terhadap sutet tersebut.

Lebih jauh kedua pejabat tersebut mengungkapkan, proyek PLTA merupakan proyek nasional dan sebelumnya masyarakat sudah setuju tetapi beberapa hari ini tiba-tiba ada beberapa warganya yang tidak setuju hingga dilaksankannya dengar pendapat DPRD Poso.

Sementara dari Dinas Kesehatan yang diwakili dr. urip mengatakan, selama ini, belum pernah diketemukan adanya sakit kanker, yang disebabkan dari sutet. Kalau ada, di Jawa, Sumatra dan lainya yang sudah puluhan tahun warganya akan terkena kanker, demikian imbuhnya.

Sementara dari pihak konraktor, PT. Poso Energi melalui konsultanya yang ahli bidang kelistrikan berpendapat, jalur tegangan tinggi dengan kapasitas 275 Kv dapat dikatagorikan aman, dengan alasan, tinggi dari kawan terbawah sudah memenuhi syarat yaitu 18 meter dari permukaan tanah.

Pada akhir dengar pendapat ini, Dewan terlihat sangat hati-hati dalam menentukan sikapnya justeru akan melakukan pertemuan kembali dalam hal yang sama. Ketua dewan, S Pelima meminta, pemerintah daerah segera melakukan dan memfasilitasi dalam pertemuan berikutnya serta anggota dewan segera membentuk panja dalam kasusu ini.

Rabu, 04 Februari 2009

KONSER BAND DI KOTA POSO

Poso - Seiring kondusifnya keamanan di Kab. Poso, ribuan remaja dan masyarakat wilayah ini tadi malam Rabu ( 4/2)) telah terhibur konser musik penyanyi dari Hallo Band di stadion Kasintuwu Poso Kelurahan Kasintuwu.

Bergembiralah, masyarakat Kab Poso pada malam itu merasa terhibur dengan adanya kedatangan Group Halo Band di kotanya. Hal ini terwujud atas semakin kondusifnya kota.

Penampilan serta gaya panggung Group Band ini, memang terbilang begitu memukau. Gedung olah raga yang begitu pengap tak mampu menampung membludaknya antusias jumlah penonton. Malam itu jumlah ABG yang hadir dan tertampung dalam gedung diperkirakan mencapai sekira 2000-an orang.

Banyak penonton yang tidak tertampung dalam gedung pertunjukan pada saat itu, sehingga dengan ikhlas muda mudi Poso berjingkrak-jingkrik seirama music yang dilantunkan Hallo Band.

Konser musik dengan sponsor rokok LA Light ini dimulai sekira pukul 19.30 Wita. Suasana cuaca sangat ramah karena cerahnya alam sangat mendukung pelaksanaan konser tersebut.

Group Hallo Band yang beranggotakan enam personel muncul di atas panggung dengan pakaian rapi ini langsung menggebrak dengan lagu Y love You milik Melly Goslow. Penonton pun berjingkrak histeris melihat aksi panggung Hllao Band ini. Cerahnya suasana menambah hingar bingar para fans.

Suasana semakin larut setelah dilantunkan lagu berirama slow seakan penonton hanyut dalam kehidupan tanpa bermasalah

Kaki penonton yang berdiri maupun yang duduk mengikuti hentakan musik menambah suasana semakin panas. Hampir sepanjang lagu yang dinyanyikan, jumlah penonton hingar bingar bak kehausan hiburan.

Sementara penampilan sebelumnya Group Band lokal Post Band dari Poso ikut juga memeriahkan acara ini dengan melantunkan irama rock.

Selama konser berlangsung, situasi tertib dan berbeda apa ayang diprediksikan beberapa orang sebelumnya antara penonton dengan pemain bandsangat komunikatif.

Meskipun kondisi aman, seperti diketahui konser ini mendapat penjagaan yang tidak begitu ketat dari aparat kepolisian setempat. Namun, beberapa penjaga yang masuk lokasi konser harus membawa tiket seharga Rp 15.000 serta harus mendapat pemeriksaan terlebih dahulu dengan barang dibawanya. Dalam konser ini pihak penyelenggara tidak bisa dikonfirmasi terkait penyelenggaraan konser tersebut.

Selasa, 03 Februari 2009

BERAWAL KEISENGAN DI POSO, BERUJUNG KENAASAN

Poso - Keempat remaja yang masih duduk dikursi sekolah menengah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Kabupaten Poso, hari itu mereka berempat tidak menyangka kalau perbuatan keisengan itu berujung pada kenaasan.

Usai melakukan latihan Band, keempat remaja membahas perihal latihan di rumah desa Bonesompe tempat tinggal salah satu anggota Band sebut saja, Agus. Apa yang dibahas ? tidak jauh dari perihal latihan band yang barusan dilakukan.

Dari bahasan keempat anak Band tersebut, salah satu anggota Band mengatakan, “tadi waktu latihan Drumnya kurang keras “. Si drumer band sepontan melontarkan ucapan seloroh,” kalau pingin keras, ledakan petasan aja”. Percakapan tersebut menjadi kesepakatan untuk mencoba ledakan petasan sebagai perbandingan suara drum dengan ledakan petasan.

Kesepakatan berlanjut pada racik meracik petasan dan kemudian dilanjutkan kepada penyalaan. Tepat pukul 22.45 waktu setempat Senin (19/1), keempat anak dengan mengendarai dua kendaraan bermotor bertandang ke sasaran yang dituju tepatnya di depan samping RSUD Kab. Poso kemudian, tandingan suara Drum dinyalakan dan meledak sekeras suara bom.

Beberapa menit kemudian, warga setempat terhentak suara ledakan tersebut bahkan aparat kepolisian berdatangan dilokasi ledakan. Tidak ketinggalan pula beberapa orang pewarta ikut berdatangan.

Sialnya, kerasnya suara ledakan yang dilakukan keempat pelajar tersebut dikalahkan suara keras dari berita yang ditulis pewarta sehingga terdengar hingga Jakarta. Dengan kerasnya berita yang disiarkan, keempat anak muda Bonesompe tersebut belum mendengar suara keras berita. Sehingga berkeinginan untuk mengulangi kembali.

Pada hari berikutnya, pada hari Selasa (20/1) tengah malam, keempat remaja mengulangi perbuatannya dengan meledakan petasan di depan gedung olahraga Poso. Ledakan terdengar warga dan aparat keamanan setempat dan menjadi sebuah berita panas di beberapa media elektronik.

Dengan ulah keisengan remaja tersebut, mereka tidak menyadari akan akibat perbuatannya membuat warga dan aparat mencari pelaku peledakan tersebut. Mereka masih mengikuti pelajaran di sekolahnya seakan tanpa beban dari perbuatannya.

Beberapa hari kemudian, saat mengikuti salah satu pelajaran, sang guru menjelaskan, “ jangan sampai berbuat ulah yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab seperti melakukan peledakan di depan RSUD dan di depan gedung olahraga dan hingga saat ini pelakunya masih dalam pencarian aparat keamanan”. Spontan keempat anak tersebut berdiam untuk memutar otak bagaimana cara untuk menyerahkan diri keaparat keamanan.

Selang beberapa hari setelah menerima penjelasan dari sang guru, keempat remaja tersebut bertandang ke rumah Kapolres Kab. Poso untuk melakukan penyerahan diri. Tapi apa komentar Kapolres, keempat remaja disuruh kembali kerumah dan beberapa jam kemudian dijemput untuk ditangkap. Beberapa hari kemudian dilanjutkan olah TKP dengan dikawal aparat kamanan.

Kalau dilihat dari ulah keempat remaja tersebut, merupakan sebuah keisengan belaka. Namun penyerahan dirinya dianggap ditangkap oleh aparat. Terlebih lagi, keisengan dikalahkan dengan pemberitaan yang lebih keras suaranya dari ledakan yang mereka lakukan.

Akankah jeratan hukum teroris akan dililitkan pada keempat remaja tersebut atas keisengan yang merekalakukan ? Mereka masih status pelajar dan masih mempunyai cita cita yang yang ingin diraihnya, menjadi musisi kesohor.

Padahal, mereka tidak menyadari kalau menjatuhkan jarum di Poso akan dilanjutkan oleh pewarta yang berbeda suaranya di Jakarta. Pemberitaan jarum jatuh di Poso akan diberitakan bom jatuh. Berita berita seperti ini berdampak pada masyarakat pengguna jasa angkutan Trans Sulawesi, Mkasar – Manado menjadi sepi.
Dampak dampak lainnya, orang akan membangkitkan masa lalunya bahwa Poso horor dan sebagainya dan sebagainya. Padahal masyarakat Poso tidak demikian, penuh keharmonisan antar sesamanya. Kesemuanya ini, hanyalah sebuah berita yang dibesarkan-besarkan, Justeru selayaknyalah pewarta yang perlu dijerumuskan pada hukum darurat, Teroris (rstmopm).*******

Senin, 02 Februari 2009

TERSELENGGARA SEPAK BOLA BUKTI KONDUSIFNYA DI POSO

Poso - Dengan semakin kondisifnya daerah Poso, segala aktivitas telah berjalan dengan normal seperti melakukan kegiatan olah raga, sepak bola. Baru baru ini, telah terselenggara pertandingn sepak bola antar persatuan sepak bola seluruh kecamatan Kab. Poso di Stadion Poso pada bulan Januari hingga awal Februari.

Pertandingan sepak bola dalam rangka perebutan Kapolsek Cup Poso Kota telah diikuti sekitar sembilan perstuan sepak bola yang ada di kota poso telah berakhir pada Senin (2/1)

Hari ini Senin, (2/1) pertandingan final merebutkan posisi pertama dan kedua antara kesebelasan PS. Poso Kota melawan PS. Kusuma dengan hasil 1-0 untuk kesebelasan Poso Kota.

Sedangkan kemarin Minggu (1/1), telah berlangsung pertandingan merebutkan posisi ke tiga dan posisi ke empat antara PS. Praja Mhukti melawan PS Arema denga keunggulan PS Praja Mhukti.

Dengan demikian, piala Kapolsek Poso Kota pada juara pertama PS Poso Kota, juara kedua PS Kusuma, juara ketiga PS Praja Mhukti.

Selama bertanding dalam final, antara PosoKota melawan PS Kusuma pada babak pertama kedua kesebelasan saling ngotot untuk memasukan gawang. Hingga babak pertama, kedudukan seimbang 0 – 0.

Pada babak kedua, PS. Kusuma harus brmain dengan sepuluh orang karena salah satu pemainnya harus menerima kartu merah karena dengan sengaja memasukan gawang lawan dengan tangan.

Berikutnya, pada menit 85, PS Kusuma harus mengakui keunggulan lawannya melalui tendangan dari tengah oleh pemain nomor punggung 11 atas nama Loude. Dengan demikian, sekor berubah menjdi 1-0 hingga pertandingan berakhir.

Dalam pertandingan final tersebut, lapangan stadion poso telah dipadati masyarakat dan ikut hadir Kapolres dan Kasdim Poso.*******

Minggu, 01 Februari 2009

EMPAT PELAJAR PELEDAKAN PETASAN DI POSO DIGIRING APARAT

Poso - Empat anak pelajar tersanggka peledakan petasan beberapa pekan yang lalu di Poso pada kamis (29/1) yang lalu telah menyerahkan diri kepihak aparat keamanan dan hari ini Minggu (1/2) telah lakukan olah kejadian lapangan.

Empat tersangka tersebut, Iwan, Ardiansyah, Agus dan Galang keempat orang merupakan anak pelajar di salah satu SMA negri di Poso dan berasal dari desa Bonesompe, Poso. Selain itu, mereka merupakan kelompok musik Band di Poso.

Awalnya keempat anak pelajar tersebut tidak menduga akibat dari ulah yang dilakukan akan menjadi urusan dengan aparat kepolisian karena hanya meledakan sebuah petasan. Namun setelah mendengar penjelasan dari sang gurunya, baru menyadari kalau keempat pelajar tersebut sebagai pelaku menjadi buron polisi akibat dari ulahnya.

Saat olah TKP, keempat pelajar yang ditutup indentitasnya dengan sebo melakukan dengan runtun sesuai dengan yang ia lakukan. Dalam olah TKP keempat pelajar tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian Polres Poso.

Dalam olah TKP, mereka menjelaskan dari awal hingga terakhir meledakan. Sejak dari rumah, di Bonesompe menuju tempat perakitan petasan kemudian ke tempat lokasi peledakan, depan gedung olah raga Poso.

Menurut sumber yang tidak mau disebut indentitasnya orang tuanya dari salah satu tersangaka mengatakan, dirinya kaget kalau anaknya melakukan hal tersebut dan merasa heran terhadap ulah yang dilakukan anaknya.
Sementara menurut penuturan dari keempat tersangka, kegiatan tersebut tidak ada motif lain kecuali hanya sekedar iseng belaka. *****

Rabu, 21 Januari 2009

SEKDA KAB. PO SO BUKA DIKLAT DASAR POLISI PAMONG PRAJA ANGKATA PERTAMA KABUPATEN POSO TAHUN2009

Poso - Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM yang diwakili Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar Polisi Pamong Praja Angkatan Pertama, bertempat di Gedung SKB kelurahan Kasiguncu Kecamatan Poso Pesisir, Rabu 21 januari 2009.

Turut Hadir Pada kesempatan tersebut, Dandim 1307 Letkol.Inf.5uwanto,SIP DanYon 714 Sintuwu Maroso Letkol.Inf.Agus Pangarso, Wakapolres Poso Kompol Ismet Heryadi, Rektor Universitas Sintuwu Maroso Lefrand Mango,SE.MSi, Kasat Pol.PP Rudi Rompas,SH. Camat Poso Pesisir bersama Unsur Tripica, para kepala Dinas,Badan, Kantor, Bagian dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, Para Peserta, bersama Undangan Lainnya.

5ekertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amdjad Lawasa,MM Dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan dan pelatihan sangat penting untuk dilaksanakan oleh karena bangsa dan daerah kita menghadapi perkembangan sosial disegala Iini kehidupan masyarakat saat ini, termasuk perkembangan politik dan keamanan, terutama pada moment pelaksanaan puncak pemilihan umum tahun ini yang tinggal beberapa bulan lagi, yang merupakan salah satu agenda nasional dalam rangka mewujudkan mekanisme kedaulatan rakyat dalam bingkai negara kesatuan republik indonesia yang merupakan bagian penting dari proses pembelajaran masyarakat dalam berpolitik, menuju kehidupan politik yang lebih demokratis dan bertanggung jawab.oleh sebab itu, tugas dan tanggung jawab polisi pamong praja sangat diharapkan dalam memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban umum ditengah-tengah masyarakat. sehingga sangatlah dibutuhkan polisi pamong praja yang handal, memilki wawasan yang luas, kemampuan dan ketrampilan serta profesionalisme yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan fungsi utamanya yaitu: menegakkan peraturan daerah dan keputusan bupati, mengawal jalannya pemerintahan di daerah, melaksanakan ketentraman dan ketertiban masyarakat, menegakkan peraturan daerah dan keputusan bupati.

Di era reformasi dan globalisasi saat sekarang ini,polisi pamong praja sangat diperlukan didalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan dimana kehidupan dalam masyarakat sangat cepat berubah, norma- norma sosial dan prilaku masyarakat cepat berganti, ditambah dengan pesatnya perkembangan sarana dan prasarana informasi dan telekomunikasi yang semakin canggih merupakan tantangan tersendiri bagi polisi pamong praja jika tidak ingin tergilas dengan perubahan waktu tersebut maka harus mempersiapkan diri dari sekarang.

Seiring dengan berbagai permasalahan yang berkembang dalam masyarakat maka yang menjadi tantangan utama dan tugas berat bagi penyelenggaraan pemerintahan didaerah adalah melahirkan kader-kader polisi pamong praja yang handal dan profesionalisme yang tinggi serta kinerja yang baik sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan penuh rasa tanggung jawab. oleh sebab itu,dalam hal merekruitmen anggota polisi pamong praja tentunya telah memperhatikan hal-hal tertentu sekaligus yang dapat memenuhi standar persyaratan yang telah ditetapkan, sehingga dalam menyeleksi anggota polisi pamong praja harus sesuai dengan mekanisme dan aturan yang sudah ditetapkan, sehingga dapat dinilai secara langsung apakah seseorang itu layak menjadi polisi pamong praja atau tidak sesuai dengan aturan yang berlaku termasuk melalui pendidikan dan pelatihan pada hari ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Yudi Iswanto,SE dalam laporannya memaparkan bahwa maksud dari penyelenggaraan pendidikan dan Pelatihan Dasar Polisi Pamong Praja terse but untuk memantapkan Polisi Pamong Praja yang berwawasan nasional. Sedangkan tujuannya adalah untuk memberikan bimbingan, pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan kesampatan bagi calon anggota Polisi Pamong Praja, agar mampu mengemban tugasnya dalam membantu Kepala Daerah. Melaksanakan Kewajiban memelihara ketentraman dan

ketertiban umum, menegakan Peraturan daerah, keputusan Kepala Daerah dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku, serta untuk memenuhi kebutuhan akan formasi Anggota Polisi Pamong Praja di Kabupaten Poso.

Peserta Pendidikan dan Pelatihan Polisi Pamong Praja Kabupaten Paso angkatan I Tahun 2009 berjumlah 53 Orang. Dengan tenaga Pengajarjlnstruktur dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan Polisi Pamong Praja Kabupaten Po so antara lain Pejabat Struktural Pemerintah Daerah Kabupaten Po so, Pejabat PolresjBromob, Pejabat TNljKodim, Kejaksaan Negeri Poso, Pengadilan Negeri, Universitas Sintuwu Maroso Poso, KPU Kabupaten Poso dan Kantor Polisi Pamong Praja Kabupaten Poso sedangkan untuk tenaga pelatih, disiapkan pelatih dari SUB DENPOM VII/2-2 POSO yang disiapkan satu kali dua puluh empat jam selama kegiatan berlangsung. ****
PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN RUMAH IBADAH GBI

Peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah Gereja Bethel Indonesia (GBI) merupakan salah satu peningkatan sumber daya manusia dalam meningkatkan dan menciptakan manusia yang berakhlak mulia, serta terlahirnya suatu upaya kegiatan keagamaan/kerohanian melalui kebersamaan yang terjalin antar sesama umat manusia. Dimana pembangunan rumah ibadah ini juga sebagai faktor pendorong agar bagaimana setiap umat manusia bisa lebih beriman dan bertaqwa dalam menjalani setiap kegiatannkegiatan keagamaan demi mewujudkan kehidupan masya ra kat yang aman, damai, demokratis dan sejahtera. Demikian disampaikan Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM yang diwakili Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Anthony H.Tadjongga,BSc,S.sos saat peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah ibadah Gereja Bethel Indonesia, di Kelurahan Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan, Kabupaten Poso, Rabu 21 Januari 2009.

Ketua pengurus GBI Poso/ Karunia Rusu saat pelaksanaan peletakan batu pertama GBI di Kawua, menyampaikan, Bangunan gereja Bethel yang sebelumnya terletak di Jalan Pulau Kalimantan, Kecamatan Poso Kota yang digunakan sejak tahun 1993 hingga sekarang ini (2009), selain bertujuan untuk pelaksanaan ibadah bagi jemaat gereja Bethel, dapat juga meningkatkan keimanan kita terhadap Tuhan melalui puji-pujian/doa. Olehnya, selaku Ketua pengurus jemaat GBI Poso menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan bantuannya untuk pembangunan gereja ini (GBI), karena tanpa dukungan/andil dari pemerintah pembangunan ini tidak akan terlaksana.

Sementara Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Anthony Tadjongga dalam sambutan Bupati Poso, menyampaikan, tujuan pembangunan gereja ini nantinya untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam kehidupan beragama, sehingga dapat menjalin kebersamaan dengan menjalin tali silaturahmi antar sesama umat beragama. Oleh sebabnya, peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah ini (GBI) hendaknya dijadikan sejarah penting untuk dihayati sungguh-sungguh oleh jemaat Tuhan, bahwa semua ini boleh terjadi atas kemurahan Tuhan. "Karena kita percaya jika bukan tuhan yang membangun rumah ini, maka sia-sialah orang yang membangunnya," jelasnya.

Ditambahkannya pula, pemerintah daerah juga telah memprogramkan bagi setiap pembangunan rumah-rumah ibadah, baik itu gereja, mesjid maupun tempat ibadah lainnya, pemda memberikan bantuan sebesar sepuluh juta rupiah. Olehnya, Anthony berharap, agar selalu memelihara rasa kebersamaan dan kekompakan, baik antara panitia pembangunan maupun dengan seluruh jemaat tuhan terutama dalam melaksanakan amanat tri panggilan gereja yakni bersekutu, bersaksi dan melayani. ********
SEKKAB POSO MELEPAS PAWAI SOSIALISASI MASSAL PNPM MANDIRI MASYARAKAT PERKOTAAN

Bertempat di halaman depan Kantor Bupati Poso, 5ekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa,MM melepas secara resmi rombongan pawai Sosialisasi Masal Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Tingkat Kabupaten Poso Tahun 2009. Rabu, 21 Januari 2009.

Dalam,laporan singkatnya panitia penyelenggara Drs. Sudirman K. Udja,M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penjabaran dari program PNPM Mandiri masyarakat perkotaan yang ditujukan untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan baru bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan. Pawai ini diikuti oleh warga masyarakat yang tergabung dalam badan keswadayaan masyarakat di 14 kelurahan yang ada di Kab. Poso serta sejumlah relawan yang tergabung dalam program PNPM dengan jumlah peserta sekitar 250 orang yang nantinya akan melakukan konvoi melewati sejumlah kecamatan di Kab. Poso.

Sementara Sekkab Poso dalam kata-kata pelepasannya menyatakan bahwa pemerintah daerah menyambut gembira kegiatan seperti ini dan diharapkan kiranya nanti kegiatan serupa dapat terus berjalan bahkan dikembangkan. Sehingga dapat memotivasi masyarakat untuk ikut andil dalam proses pembangunan daerah yang kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Karena keberhasilan suatu daerah dapat diukur dari berhasil tidaknya pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Pelepasan rombongan pawai sosialisasi massal PNPM mandiri masyarakat perkotaan tingkat Kabupaten Poso ditandai dengan pelepasan balon oleh Sekkab Poso Drs. Amdjad Lawasa,MM didampingi Dandim 1307 Poso Letkol. Inf. Suwanto,SIP serta para Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian di Lingkup Pemda Poso.*******