Melibatkan siswa/siswi dalam acara serimonial dalam rangka menyambut serta menyemarakan Hari bersejarah bangasa Indonesia, HUT RI ke-63, merupakan salah satu bentuk kegiatan yang tujuannya menanamkan semangat cinta tanah air bagi anak bangsa.khususnya siswa-siswi yang merupakan generasi pemimpin bangsa ke depan.
Dengan semangat cinta tanah air, para siswa-siswi nantinya akan memiliki jiwa patriotisme dan selalu siap untuk bela negara atau siap untuk dipanggil demi kepentingan negara dan bangsa. Dalam menyambut HUT RI – ke 63 kali ini, para siswa siswi kabupaten Poso dilatih kekompakan dan kebersamaan melalui kegiatan Marcing Band.
Jauh jauh sebelum menjelang HUT RI, Marching Band, Genta Praja Mukti yang terdiri dari siswa-siswi Poso menampakkan semagat berlatih setiap harinya, serta memperlihatkan kebolehannya, keserasian dan kekompakannya. Hal ini dilakukan serius karena secara langsung Group Marching Band ini mendapatkan undangan dari Kepala Daereah Kab. Poso untuk memperlihatkan kebolehannya saat puncak acara HUT RI yang dipusatkan di Lapangan Sintuwu Maroso pada Minggu (17/8).
Group Marching Siswa-siswi Poso yang dipimpin oleh seorang lurah Kasintuwu, Poso Kota, Jeri Gembu yang berdiri sudah lama atau pasca konflik ini telah ditampilkan pada event event penting terutama pada acara serimonial.
Sementara untuk menanamkan semangat patriotisme juga ditujukan kepada pemuda pemuda generasi bangsa khususnya daerah Poso melalui latihan Pasukan Pengibar Bendera. (Paskibra). Pemuda pemuda yang tergabung dalam Paskibra direkrut dari element masyarakat terutama pemuda dan TNI- Polri Kab Poso.
Paskibra yang dilatih, tidak memandang dari etnis mana dan agama apa mereka adalah satu tujuan yaitu sukses pelaksanaan acara puncak HUT RI Ke 63. Paskibra tersebut melakukan waktu latihan tidak jauh beda dengan Grup Marching Band yaitu pagi dan siang.
AdapuN yang dilatihkan Paskibra meliputi, keserasian, cekatan, kerapihan, kekompakan dan latihan fisikpun tidak ketinggalan. Bentakan dari Instruktur untuknya, merupakan hal wajar buat dirinya dan ini sebagai tujuan kesuksesan puncak acara.
Kalau dilihat dari kegiatan yang dipersiapkan oleh pemuda pemudi Kab. Poso merupakan contoh konkrit pemuda sebagai generasi penerus peminpin bangsa yang tidak mengenal menyerah, menghagai arti sejarah perjuangan kemerdekaan.
Kegiatan kegiatan semacam ini, sangat bermanfaat untuk membangun semangat patriotisme pemuda untuk menghilangkan rasa saling curiga diantara kita karena jiwanya akan tertanam suatu satu tujuan apa yang diraih, “Sukses”. Jaman perjuangan, satu tujuan,”Merdeka”.
Sabtu, 16 Agustus 2008
MASYARAKAT POSO MERIAHKAN HUT RI KE - 63 PENUH DAMAI
Masyarakat Kabupaten Poso hari ini Sabtu (16/8) dengan penuh damai bertumpah ruah di sepanjang jalan kota untuk menyaksikan lomba gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 63.
Masyarakat yang menonton gerak jalan, dari elemen masyarakat, pegawai kantor dinas kabupaten serta para pelajar untuk menyaksikan lomba gerakjalan yang digelar kota Poso.
Lomba gerak jalan yang diikuti 43 tim dari elemen masyarakat serta kantor dinas kabupaten. Adapun strart dari Lapangan Sintuwu Maroso depan kantor Kabupaten Poso.
Bupati Poso, Inkiriwang yang didampingi oleh Dandim, Kapolsek Poso telah menyetartkan peserta nomor dada 01 dari tim desa Lawanga. Kemudian Dandim Poso menyartkan nomor dada 02 kemudian Kapolres atau yang mewakili menyetertkan berikutnya.
Sebelum memberangkat lomba, Bupati Poso di hadapan peserta lomba maupun penonton mengatakan, Poso Merdeka, Bangsa sudah Merdeka. Selain itu Bupati Poso mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memelihara kedamaian yang telah dibina selama ini.
Sementara di sepanjang jalan kota Poso yang dilalui route gerak jalan, kanan kiri badan jalan dipenuhi penonton baik tua, muda maupun anak anak.
Sedang besuk, Minggu (17/8) merupakan hari puncak acara peringatan HUT RI yang akan dipusatkan diLapangan Sintuwu Maroso.(rstmopm)
Masyarakat yang menonton gerak jalan, dari elemen masyarakat, pegawai kantor dinas kabupaten serta para pelajar untuk menyaksikan lomba gerakjalan yang digelar kota Poso.
Lomba gerak jalan yang diikuti 43 tim dari elemen masyarakat serta kantor dinas kabupaten. Adapun strart dari Lapangan Sintuwu Maroso depan kantor Kabupaten Poso.
Bupati Poso, Inkiriwang yang didampingi oleh Dandim, Kapolsek Poso telah menyetartkan peserta nomor dada 01 dari tim desa Lawanga. Kemudian Dandim Poso menyartkan nomor dada 02 kemudian Kapolres atau yang mewakili menyetertkan berikutnya.
Sebelum memberangkat lomba, Bupati Poso di hadapan peserta lomba maupun penonton mengatakan, Poso Merdeka, Bangsa sudah Merdeka. Selain itu Bupati Poso mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memelihara kedamaian yang telah dibina selama ini.
Sementara di sepanjang jalan kota Poso yang dilalui route gerak jalan, kanan kiri badan jalan dipenuhi penonton baik tua, muda maupun anak anak.
Sedang besuk, Minggu (17/8) merupakan hari puncak acara peringatan HUT RI yang akan dipusatkan diLapangan Sintuwu Maroso.(rstmopm)
Kamis, 14 Agustus 2008
POSO KONDUSIF, GENJOT EKONOMI
Poso - Bupati Poso, Drs Piet Inkiriwang MM menyambut baik atas kehadiran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lokadana Utama di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah kemarin Rabu (13/8).
Piet mengharapkan, keberadaan BPR merupakan sebagai bagian dari investasi ekonomi, yang dapat lebih menggenjot roda perekonomian di daerah Poso.
Dalam sambutan saat meresmikan BPR, Piet mengatakan, keberadaan BPR di Poso akan lebih berdampak positip bagi perkembangan ekonomi untuk masyarakat.
Selain itu Piet juga mengajak kepada masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan BPR dalam usaha mengembangkan perekonomian. Masuknya BPR di Poso merupakan bukti nyata bahwa Poso sudah aman. Dan BPR bagian dari rencana investasi lain yang akan masuk ke daerah Poso. Demikian lanjutnya.
Sementara Komisaris Utama BPR Lukadana Utama, L Harwanto mengatakan, BPR Lukadana Utama cabang Poso merupakan kantor cabang BPR keempat yang telah hadir di Propinsi Sulteng. Tiga kantor cabang yang lebih dulu berdiri berada di Palu sebagai kantor pusat, Kab. Luwuk, dan kantor cabang di Kab. Toli-Toli.
L. Harwanto menungkapkan, selain faktor karena kondusifnya keamanan di Poso juga dilatar belakangi oleh pertumbuhan perekonomian di daerah itu serta Aman dan pertumbuhan perekonomian yang cepat.
Usai pertemuan, ditanya masalah sasaran nasabah, L Harwanto mengatakan, semua kalangan akan diterima sebagai nasabah dan mitra bisnis. (rstmopm)
Piet mengharapkan, keberadaan BPR merupakan sebagai bagian dari investasi ekonomi, yang dapat lebih menggenjot roda perekonomian di daerah Poso.
Dalam sambutan saat meresmikan BPR, Piet mengatakan, keberadaan BPR di Poso akan lebih berdampak positip bagi perkembangan ekonomi untuk masyarakat.
Selain itu Piet juga mengajak kepada masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan BPR dalam usaha mengembangkan perekonomian. Masuknya BPR di Poso merupakan bukti nyata bahwa Poso sudah aman. Dan BPR bagian dari rencana investasi lain yang akan masuk ke daerah Poso. Demikian lanjutnya.
Sementara Komisaris Utama BPR Lukadana Utama, L Harwanto mengatakan, BPR Lukadana Utama cabang Poso merupakan kantor cabang BPR keempat yang telah hadir di Propinsi Sulteng. Tiga kantor cabang yang lebih dulu berdiri berada di Palu sebagai kantor pusat, Kab. Luwuk, dan kantor cabang di Kab. Toli-Toli.
L. Harwanto menungkapkan, selain faktor karena kondusifnya keamanan di Poso juga dilatar belakangi oleh pertumbuhan perekonomian di daerah itu serta Aman dan pertumbuhan perekonomian yang cepat.
Usai pertemuan, ditanya masalah sasaran nasabah, L Harwanto mengatakan, semua kalangan akan diterima sebagai nasabah dan mitra bisnis. (rstmopm)
ISU LEDAKAN BOM SAAT KAMPANYE PILKADA KAB PARIMO
Menjelang berakhirnya putaran kampanye Pilkada di daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi tengah meruak sebuah isu peledakan Bom.
Meruaknya isu peledakan Bom terjadi, saat akan dilaksanaka jadwal kampanya salah satu kandidat pilkada pasangan Drs.Longki Janggola – Samsurizal Tombolututu (Logis) pada menjelang lima hari sebelum masa kampanye berkhir.
Provokator penyebar isu, berinisial Rus salah satu oknum dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dengan cara menyebarkan isu adanya peledakan bom pada saat kampanyenya pasangan Logis yang akan dilaksanakan di alun alun depan kantor Parigi Rabu(13/8).
Rus menyebarkan isu pada saat apel pagi di kantornya kemarinnya. Pada apel pagi tersebut, Rus menyampaikan kepada para pegawainya agar tidak menghadiri pada kampanye pasangan Logis karena adanaya informasi dari Plt Sekab Parimo Drs Hariun Labatjo Mpd pada saat rapat SKPD bahwa akan ada bom yangmeledak pada saat kampanye Logis. Info tersebut katanya juga diterima oleh Sekab dari Kapolres Parimo AKBP Sumarmo.
Kabag Ops Polres Parimo, AKP Ilham S Lompoh Sag membenarkan adanya isu tersebut. Menurut pengakuannya, pelakunya telah ditangkap dan selanjutnya dimintai keterangannya di Mapolres Parimo.
Selanjutnya, pelakunya telah mengakui perbuatannya, dan setelah di cross chek kepada para beberapa pejabat SKPD yang hadir dalam rapat saat itu, ternyata sekab tidak pernah mengeluarkan pernyataan adanya peledakan bom pada saat pelaksanaan kampanyenya pasangan Logis.
Kuat dugaan pelaku peneyebar isu tersebut, merupakan pendukung dari salah satu dari pendukung kandidat yang sengaja menggagalkan kampanye logis, demkian lanjut Kabag Ops Polres Parimo..
Meruaknya isu peledakan Bom terjadi, saat akan dilaksanaka jadwal kampanya salah satu kandidat pilkada pasangan Drs.Longki Janggola – Samsurizal Tombolututu (Logis) pada menjelang lima hari sebelum masa kampanye berkhir.
Provokator penyebar isu, berinisial Rus salah satu oknum dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dengan cara menyebarkan isu adanya peledakan bom pada saat kampanyenya pasangan Logis yang akan dilaksanakan di alun alun depan kantor Parigi Rabu(13/8).
Rus menyebarkan isu pada saat apel pagi di kantornya kemarinnya. Pada apel pagi tersebut, Rus menyampaikan kepada para pegawainya agar tidak menghadiri pada kampanye pasangan Logis karena adanaya informasi dari Plt Sekab Parimo Drs Hariun Labatjo Mpd pada saat rapat SKPD bahwa akan ada bom yangmeledak pada saat kampanye Logis. Info tersebut katanya juga diterima oleh Sekab dari Kapolres Parimo AKBP Sumarmo.
Kabag Ops Polres Parimo, AKP Ilham S Lompoh Sag membenarkan adanya isu tersebut. Menurut pengakuannya, pelakunya telah ditangkap dan selanjutnya dimintai keterangannya di Mapolres Parimo.
Selanjutnya, pelakunya telah mengakui perbuatannya, dan setelah di cross chek kepada para beberapa pejabat SKPD yang hadir dalam rapat saat itu, ternyata sekab tidak pernah mengeluarkan pernyataan adanya peledakan bom pada saat pelaksanaan kampanyenya pasangan Logis.
Kuat dugaan pelaku peneyebar isu tersebut, merupakan pendukung dari salah satu dari pendukung kandidat yang sengaja menggagalkan kampanye logis, demkian lanjut Kabag Ops Polres Parimo..
Selasa, 12 Agustus 2008
DUTA SENI BUDAYA POSO TERBANG KE JAKARTA.
Bupati Kab. Poso, Drs.Piet Inkiriwang MM,kemarin Senin (11/8) melepas kontingen seni dan budaya Kabupaten Poso yang akan berlaga pada parade tari daerah tingkat nasional di TMMI,Jakarta (15/8) dan pawai nusantara yang akan dilaksankan pada (19/8) mendatang.
Acara pelepasan yang berlangsung di ruang Pangombo Kantor Kabupaten Poso tersebut, dihadiri para pejabat eslon Kabupaten.
Pada sambutannya, Bupati Poso, Piet Inkiriwang mengharapkan, agar kontingen seni dan budaya Poso bisa tampil dengan prestasi yang membanggakan demi membawa nama baik daerahnya.
Selain itu, Piet meminta, kontingen agar dapat mensosialisasikan tentang situasi daerah Poso yang telah aman dan kondusif kepada masyarakat Indonesia maupun Internasional memlalui seni dan budaya ini.
Dan tunjukan kepada seluruh masyarkat, bahwa daerah Poso sudah aman dan damai serta telah menhilangkan saling curiga diantara masyarakat, demikian, lanjutnya.
Piet Inkiriwang juga menekankan, jaga kebersamaan dan kesatuan selama menjalankan misi seni budaya Daerah Poso di Jakarta.
Kontingen Seni dan Budaya Poso yang akan berlaga sebagai duta daerah Poso berjumlah 65 orang. Sebelum akan berangkat ke jakarta, besuk Rabu (13/8) Kontingen Poso akan bergabung dengan kontingen seni Budaya dari Kab.Morowali di Palu kemudian langsung berangkat menuju jakarta.
Mengenai tanggungan biaya, biaya perjalan dari Poso- Palu, biaya perjalan ditanggung pemerintah Poso dan dari Palu – Jakarta serta selama berada di Jakrta ditanggung Pemerintah Propinsi.
Acara pelepasan yang berlangsung di ruang Pangombo Kantor Kabupaten Poso tersebut, dihadiri para pejabat eslon Kabupaten.
Pada sambutannya, Bupati Poso, Piet Inkiriwang mengharapkan, agar kontingen seni dan budaya Poso bisa tampil dengan prestasi yang membanggakan demi membawa nama baik daerahnya.
Selain itu, Piet meminta, kontingen agar dapat mensosialisasikan tentang situasi daerah Poso yang telah aman dan kondusif kepada masyarakat Indonesia maupun Internasional memlalui seni dan budaya ini.
Dan tunjukan kepada seluruh masyarkat, bahwa daerah Poso sudah aman dan damai serta telah menhilangkan saling curiga diantara masyarakat, demikian, lanjutnya.
Piet Inkiriwang juga menekankan, jaga kebersamaan dan kesatuan selama menjalankan misi seni budaya Daerah Poso di Jakarta.
Kontingen Seni dan Budaya Poso yang akan berlaga sebagai duta daerah Poso berjumlah 65 orang. Sebelum akan berangkat ke jakarta, besuk Rabu (13/8) Kontingen Poso akan bergabung dengan kontingen seni Budaya dari Kab.Morowali di Palu kemudian langsung berangkat menuju jakarta.
Mengenai tanggungan biaya, biaya perjalan dari Poso- Palu, biaya perjalan ditanggung pemerintah Poso dan dari Palu – Jakarta serta selama berada di Jakrta ditanggung Pemerintah Propinsi.
Senin, 11 Agustus 2008
MASYARAKAT POSO MERIAHKAN PROKLAMASI
Seiring stabilnya keamanan secara menyeluruh di kabupaten Poso, aktivitas masyarakat dalam menyambut HUT RI ke 63 sangat hingar bingar melalui kreasi kreasi yang ditampilkan sebelum pelaksanaan peringatan tersebut.
Sebelum menjelang hari H, tanggal 17 Agustus, Pemerintah daerah Poso telah mempersiapkan diri rencana-rencana kegiatan guna menyongsong hari baersejarah tersebut. Berbagai acara seperti pertandingan olah raga umum, persiapan upacara, dan acara hiburan bagi masyarakat Poso.
Dalam pertandingan olah raga umum, Bupati Poso, Piet Inkiriwang telah membuka pertandingan di Depan kantor Kabupaten Poso pada (6/8). Adapun kejuaraan yang diperebutkan diantaranya Bola Volly putra/putri, Sepak Takraw, lari 5-10 K, dan lomba dayung.
Ikut dalam pertandingan dalam memeriahkan HUT RI 63, segenap element masyarakat, instansi pemerintah daerah, Polri dan TNI yang berada di wilayah Kab. Poso.
Dalam pertandingan olah raga umum, dilaksanakan dari tanggal 6 s/d 16 Agustgus di depan kantor Kabupaten Poso. Sementara pada gerak jalan yang diikuti pelajar SD-SMA serta instansi pemerintah akan dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus.
Sampai hari ini pertandingan demi pertandingan sedang berlangsung. Masyarakat sekitar Poso kota merasa terhibur dengan adanya acara seperti ini serta sebagai sporter dari timnya yang sedang bertanding.
Sementara di beberapa kecamatan tidak ketinggalan untuk memeriahkan HUT RI seperti telah menyelenggarakan perlombaan-perlombaan tradisional seperti, lomba tarik tambang di laut, panjat pinang di laut serta lomba dayung.
Sebelum menjelang hari H, tanggal 17 Agustus, Pemerintah daerah Poso telah mempersiapkan diri rencana-rencana kegiatan guna menyongsong hari baersejarah tersebut. Berbagai acara seperti pertandingan olah raga umum, persiapan upacara, dan acara hiburan bagi masyarakat Poso.
Dalam pertandingan olah raga umum, Bupati Poso, Piet Inkiriwang telah membuka pertandingan di Depan kantor Kabupaten Poso pada (6/8). Adapun kejuaraan yang diperebutkan diantaranya Bola Volly putra/putri, Sepak Takraw, lari 5-10 K, dan lomba dayung.
Ikut dalam pertandingan dalam memeriahkan HUT RI 63, segenap element masyarakat, instansi pemerintah daerah, Polri dan TNI yang berada di wilayah Kab. Poso.
Dalam pertandingan olah raga umum, dilaksanakan dari tanggal 6 s/d 16 Agustgus di depan kantor Kabupaten Poso. Sementara pada gerak jalan yang diikuti pelajar SD-SMA serta instansi pemerintah akan dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus.
Sampai hari ini pertandingan demi pertandingan sedang berlangsung. Masyarakat sekitar Poso kota merasa terhibur dengan adanya acara seperti ini serta sebagai sporter dari timnya yang sedang bertanding.
Sementara di beberapa kecamatan tidak ketinggalan untuk memeriahkan HUT RI seperti telah menyelenggarakan perlombaan-perlombaan tradisional seperti, lomba tarik tambang di laut, panjat pinang di laut serta lomba dayung.
Kamis, 07 Agustus 2008
PERDAMAIAN PERMANEN POSO DINIKMATI MASYARAKAT
Terwujudnya perjanjian damai secara permanen yang dikenal dengan “Deklarasi Malino untuk Poso” di Malino, pada pertengahan Desember 2001 yang tidak terlepas dari adanya inisiatif lokal yang tulus dan kuat untuk menghentikan siklus kekerasan di Poso. Sesungguhnya kedua belah pihak telah menyadari bahwa tidak ada pihak yang menang dan kalah dalam konflik ini.
Terwujudnya perjanjian damai Malino ini, lebih kepada kuatnya keinginan kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik kekerasan di Poso, pemerintah hanya memfasilitasi perundingan damai tersebut.
Ada beberapa Esiensi penting dari isi deklarasi damai Malino yang menyebutkan, bahwa dua kelompok yang dengan hati lapang serta jiwa terbuka sepakat menghentikan semua bentuk konflik dan perselisihan. Mereka juga wajib mentaati semua bentuk dan upaya penegakan hukum dan mendukung pemberian sanksi hukum kepada siapa saja yang melanggar serta meminta aparat negara bertindak tegas dan adil untuk menjaga keamanan. Guna menjaga agar suasana damai.
Kedua belah bihak telah bersepakat menghilangkan semua fitnah dan ketidak-jujuran terhadap semua pihak dan menegakkan sikap saling menghormati dan memaafkan satu sama lain, demi terciptanya kerukunan hidup bersama. Disepakati juga tentang hak hidup di Poso yang tersirat dari adanya pernyataan bahwa Poso adalah bagian integral dari NKRI, karena itu setiap warganegara memiliki hak untuk hidup, datang dan tinggal secara damai serta menghormati adat-istiadat setempat.
Menikmati hasil perdamaian permanen, Malino.
Perdamaian Malino sudah tujuh tahun berjalan, upaya pemulihan yang dilakukan secara berangsur-angsur para pengungsi telah kembali ke desanya, kehidupan masyarakat setempat sudah kembali normal dan persaudaraan diantara kedua kelompok masyarakat yang sempat bertikai kembali harmonis, pemerintah pusat dan daerah telah membangun kembali sarana dan prasarana publik yang sempat dirusak dan kehidupan perekonomian serta pemerintahan kembali normal.
Sementara pihak keamanan dalam hal ini Polri yang dibantu TNI terus berupaya memulihkan kondisi keamanan dan melakukan penegakan hukum. Usaha-usaha pengembangan perdamaian pada masyarakat dengan sifat dasar yang berbeda. Sedangkan di satu pihak tokoh adat melakukan pendekatan budaya yang cukup efektif serta tepat sasaran.
Masyarakat Poso yang terdiri dari beberapa etnis kini telah bebas beaktivitas tanpa saling curiga satu sama lainnya dan terciptanya hubungan yang baik antar umat yang berbeda agama. Hal ini, terlihat secara nyata pada kehidupan di kepentingan umum, Pasar.
Sementara rumah rumah ibadah seperti Masjid, gereja dan pure digunakan umat pemeluknya seperti halnya kehidupan beragama kota kota lain.
Pada sektor transportasi, terlihatnya jalur trans Sulawesi sudah diramaikannya kendaraan pengangkut hasil industri dan mengangkut hasil pertanian. Transportasi kota, ojek dan angkot saling mengais rejeki secara teratur.
Sementara pada sektor pendidikan, pada pertengahan bulan Juni lalu, anak anak SMP dan SMA telah meluapkan kegembiraannya atas kelulusannya dengan corat coret baju berkonvoi layaknya anak sekolah dikota lainnya. Pada musim liburanpun anak anak sekolah memanfaatkan waktunya di tempat tempat rekreasi seperti di pantai.
Dalam pemahaman hidup perdamaian seperti ini, dapat dimengerti oleh masyarakat Poso dalam pentingnya hidup berdampingan rukun satu sama lainnya. Satu sama lainnya saling pengertian saling asah, asuh dan saling menjaga.
Memewasdai adanya Provokator gaya baru
Kini kisah masa lalunya Poso telah terkubur sangat dalam oleh masyarakat Poso. Sementara Pemerintah daerah bersama sama masyarakat Poso telah berupaya memelihara dan meningkatkan perdamaian yang telah diraihnya selama ini dengan melalui memulihkan roda perekonomian dan memerangi kemiskinan.
Terlebih lagi kini masyarakat Poso lebih peka akibat dari pengalaman masalalunya, sangat hati hati terhadap pihak yang berkepentingan untuk memunculkan konflik di Poso. Dan menyadari betul kalau akar permasalahan konflik Poso hanyalah disulut oleh provokator.
Masyarakat Poso lebih bijak dalam menyikapi kejadian-kejadian, dimana mereka terlihat semakin sadar bahwa semua aksi-aksi provokasi tersebut hanya ditujukan untuk menghancurkan kembali persaudaraan diantara masyarakat Poso. Masyarakat Poso telah menyadari dan lebih diperjelas bahwa sejak awal banyak pihak yang “bermain” dalam konflik Poso, yang tujuannya hanya untuk kepentingan sendiri dan kelompoknya.
Terwujudnya perjanjian damai Malino ini, lebih kepada kuatnya keinginan kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik kekerasan di Poso, pemerintah hanya memfasilitasi perundingan damai tersebut.
Ada beberapa Esiensi penting dari isi deklarasi damai Malino yang menyebutkan, bahwa dua kelompok yang dengan hati lapang serta jiwa terbuka sepakat menghentikan semua bentuk konflik dan perselisihan. Mereka juga wajib mentaati semua bentuk dan upaya penegakan hukum dan mendukung pemberian sanksi hukum kepada siapa saja yang melanggar serta meminta aparat negara bertindak tegas dan adil untuk menjaga keamanan. Guna menjaga agar suasana damai.
Kedua belah bihak telah bersepakat menghilangkan semua fitnah dan ketidak-jujuran terhadap semua pihak dan menegakkan sikap saling menghormati dan memaafkan satu sama lain, demi terciptanya kerukunan hidup bersama. Disepakati juga tentang hak hidup di Poso yang tersirat dari adanya pernyataan bahwa Poso adalah bagian integral dari NKRI, karena itu setiap warganegara memiliki hak untuk hidup, datang dan tinggal secara damai serta menghormati adat-istiadat setempat.
Menikmati hasil perdamaian permanen, Malino.
Perdamaian Malino sudah tujuh tahun berjalan, upaya pemulihan yang dilakukan secara berangsur-angsur para pengungsi telah kembali ke desanya, kehidupan masyarakat setempat sudah kembali normal dan persaudaraan diantara kedua kelompok masyarakat yang sempat bertikai kembali harmonis, pemerintah pusat dan daerah telah membangun kembali sarana dan prasarana publik yang sempat dirusak dan kehidupan perekonomian serta pemerintahan kembali normal.
Sementara pihak keamanan dalam hal ini Polri yang dibantu TNI terus berupaya memulihkan kondisi keamanan dan melakukan penegakan hukum. Usaha-usaha pengembangan perdamaian pada masyarakat dengan sifat dasar yang berbeda. Sedangkan di satu pihak tokoh adat melakukan pendekatan budaya yang cukup efektif serta tepat sasaran.
Masyarakat Poso yang terdiri dari beberapa etnis kini telah bebas beaktivitas tanpa saling curiga satu sama lainnya dan terciptanya hubungan yang baik antar umat yang berbeda agama. Hal ini, terlihat secara nyata pada kehidupan di kepentingan umum, Pasar.
Sementara rumah rumah ibadah seperti Masjid, gereja dan pure digunakan umat pemeluknya seperti halnya kehidupan beragama kota kota lain.
Pada sektor transportasi, terlihatnya jalur trans Sulawesi sudah diramaikannya kendaraan pengangkut hasil industri dan mengangkut hasil pertanian. Transportasi kota, ojek dan angkot saling mengais rejeki secara teratur.
Sementara pada sektor pendidikan, pada pertengahan bulan Juni lalu, anak anak SMP dan SMA telah meluapkan kegembiraannya atas kelulusannya dengan corat coret baju berkonvoi layaknya anak sekolah dikota lainnya. Pada musim liburanpun anak anak sekolah memanfaatkan waktunya di tempat tempat rekreasi seperti di pantai.
Dalam pemahaman hidup perdamaian seperti ini, dapat dimengerti oleh masyarakat Poso dalam pentingnya hidup berdampingan rukun satu sama lainnya. Satu sama lainnya saling pengertian saling asah, asuh dan saling menjaga.
Memewasdai adanya Provokator gaya baru
Kini kisah masa lalunya Poso telah terkubur sangat dalam oleh masyarakat Poso. Sementara Pemerintah daerah bersama sama masyarakat Poso telah berupaya memelihara dan meningkatkan perdamaian yang telah diraihnya selama ini dengan melalui memulihkan roda perekonomian dan memerangi kemiskinan.
Terlebih lagi kini masyarakat Poso lebih peka akibat dari pengalaman masalalunya, sangat hati hati terhadap pihak yang berkepentingan untuk memunculkan konflik di Poso. Dan menyadari betul kalau akar permasalahan konflik Poso hanyalah disulut oleh provokator.
Masyarakat Poso lebih bijak dalam menyikapi kejadian-kejadian, dimana mereka terlihat semakin sadar bahwa semua aksi-aksi provokasi tersebut hanya ditujukan untuk menghancurkan kembali persaudaraan diantara masyarakat Poso. Masyarakat Poso telah menyadari dan lebih diperjelas bahwa sejak awal banyak pihak yang “bermain” dalam konflik Poso, yang tujuannya hanya untuk kepentingan sendiri dan kelompoknya.
Langganan:
Postingan (Atom)